Satu-satunya di Indonesia, Kerajinan Gelang Kayu Wingit Kombinasi Neton Diluncurkan di Sleman

Sleman — Gelaran pelayanan publik Selasa Melayani Semua Mudah dan Terpadu (Semanis Madu) di Kompleks Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, menyajikan inovasi produk lokal unik pada Selasa (01/09/2026). Dalam kesempatan tersebut, pengrajin lokal memperkenalkan produk gelang, kalung rosario, dan tasbih dari bahan kayu wingit yang dirangkai secara khusus berdasarkan kombinasi neton atau weton kelahiran pemiliknya.
Produk eksklusif buatan Thomas Tejo Kusumo melalui brand Tejo Akik Kayu Wingit ini diklaim menjadi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Bahan dasar yang digunakan memanfaatkan keindahan berbagai jenis kayu bertuah nusantara seperti stigi, tesek, galih asem jawa, cendana, timoho, galih secang brahma, galih kelor, luwung lawu, kemuning, hingga kayu ulin.
Pengrajin Tejo Akik Kayu Wingit, Thomas Tejo Kusumo, menjelaskan bahwa setiap hasil karyanya dibuat secara khusus (custom) sesuai dengan hitungan hari lahir pembeli, sehingga setiap pemesan akan menerima kombinasi butiran kayu yang berbeda satu sama lain.
“Jadi setiap produk akan memiliki perbedaan dengan pemilik lainnya. Karena pembuatan rangkaian jenis kayu butiran manik akan berbeda tergantung kombinasi netonnya. Barang dibuat sesuai pesanan pelanggan, jadi tidak ada stok,” ujar Thomas Tejo Kusumo di sela-sela acara pelayanan Semanis Madu.
Ia juga menegaskan bahwa karya aksesorisnya murni mengedepankan estetika serta filosofi mawas diri, tanpa ada unsur mistis maupun jimat. Penyesuaian hitungan neton difungsikan sebagai pengingat jati diri bagi penggunanya agar senantiasa mengevaluasi sifat pribadi dan berkomitmen menjadi manusia yang lebih baik.
“Meski produk tersebut dibuat menggunakan kayu wingit, tidak ada khodam ataupun menjadi jimat, karena jimat terhebat terletak pada hari masing-masing manusia. Produk gelang, kalung, dan tasbih kombinasi neton ini bisa dipakai siapapun tanpa ada pantangan, tidak memandang status sosial, agama, ataupun golongan,” lanjutnya.
Adapun harga yang ditawarkan untuk produk olahan kayu bertuah bernilai seni ini cukup terjangkau, yaitu mulai dari untuk gelang, untuk kalung rosario, dan untuk tasbih. Kehadiran inovasi kerajinan berbasis kearifan lokal ini diharapkan dapat memperkaya variasi produk ekonomi kreatif unggulan di Kabupaten Sleman. (Kusnadi/KIM Berbah)



