Haornas ke-43, Pemerintah Didorong Jadikan Olahraga Bagian dari Pembangunan SDM

Sleman — Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 menjadi momentum untuk memperluas cara pandang terhadap olahraga. Aktivitas fisik tidak semata berkaitan dengan kebugaran, tetapi juga menjadi bagian penting dari pembangunan kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Pesan tersebut disampaikan Panewu Tempel, Rasyid Ratnadi Sosiawan dalam peringatan Haornas ke-43 di halaman Kapanewon Tempel, Sleman, Rabu (9/9/2026).
Menurut Rasyid, pembangunan olahraga perlu ditempatkan sebagai bagian dari agenda pembangunan manusia. Pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendorong masyarakat menjadikan olahraga sebagai kebiasaan sehari-hari.
“Pemerintah harus menjadikan olahraga sebagai bagian dari pembangunan kesehatan dan kualitas SDM,” ujar Rasyid.
Ia menilai masyarakat yang sehat dan bugar memiliki modal lebih kuat untuk menjalankan aktivitas sosial, pendidikan maupun ekonomi. Karena itu, budaya olahraga perlu dibangun secara berkelanjutan, tidak berhenti pada peringatan seremonial setiap tahun.
Peringatan Haornas di Tempel mengusung semangat “Olahraga Satukan Kita Menuju Indonesia Bugar”. Kegiatan diawali dengan upacara bendera peringatan Haornas, kemudian dilanjutkan senam bersama yang melibatkan aparatur sipil negara, Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon (Forkompimkap), serta pamong kalurahan se-Kapanewon Tempel.
Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang bersama yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat sekaligus membangun kebiasaan hidup aktif.
Semangat itu sejalan dengan makna Haornas yang tidak hanya menempatkan olahraga sebagai aktivitas untuk mengejar prestasi. Olahraga juga memiliki dimensi kesehatan, pendidikan, produktivitas, solidaritas, hingga pembentukan karakter.
Dari lingkungan pemerintahan hingga komunitas masyarakat, gerakan olahraga dapat dikembangkan melalui kegiatan sederhana yang mudah dilakukan dan berkelanjutan. Senam bersama, berjalan kaki, bersepeda, maupun aktivitas olahraga berbasis komunitas dapat menjadi pintu masuk untuk membangun pola hidup aktif.
Dengan demikian, peringatan Haornas ke-43 menjadi pengingat bahwa investasi terhadap olahraga pada akhirnya merupakan investasi terhadap manusia. Masyarakat yang sehat dan aktif menjadi fondasi penting bagi terbentuknya SDM yang produktif, tangguh, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan. (SBD / KIM Tempel)



