Belajar Sambil Bereksplorasi, Outing Class PAUD-TK Pencarsari Tumbuhkan Kemandirian Anak

Sleman — Sebanyak 36 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) Pencarsari, Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, mengikuti kegiatan outing class di Suraloka Zoo, Jumat (18/9/2026). Kegiatan yang didampingi sembilan guru tersebut menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas dengan mengutamakan pengalaman langsung bagi anak usia dini.
Suraloka Zoo dipilih karena lokasinya relatif dekat, memiliki beragam satwa, termasuk satwa langka, serta menawarkan fasilitas yang dinilai aman dan nyaman dengan harga tiket terjangkau. Selama kegiatan, anak-anak juga mendapatkan pendampingan dari pengelola sehingga proses belajar berlangsung menyenangkan dan terarah.
Kepala PAUD-TK Pencarsari, Suharini mengatakan outing class penting bagi anak usia dini karena mereka berada pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang membutuhkan pengalaman konkret.
“Outing class itu penting karena saat ini usia emas, jadi mereka harus mengerti secara langsung. Mereka bisa berinteraksi secara nyata, tidak hanya melihat dalam video atau gambar,” ujar Suharini.
Menurutnya, pembelajaran secara langsung memberikan kesempatan kepada anak untuk mengamati, mengenali, dan memahami lingkungan di sekitarnya. Kunjungan ke kebun binatang, misalnya, dapat mengenalkan berbagai jenis satwa sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu anak terhadap alam.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi guru untuk menghubungkan materi pembelajaran di sekolah dengan pengalaman nyata. Anak tidak hanya menerima informasi secara lisan, tetapi dapat melihat dan mengamati langsung objek yang dipelajari sesuai dengan tahap perkembangannya.
Suharini menjelaskan, outing class berbeda dengan kegiatan wisata bersama keluarga. Meskipun sama-sama dilakukan di luar sekolah, outing class merupakan bagian dari proses pembelajaran dengan tujuan yang telah ditentukan.
“Kalau outing class itu termasuk kegiatan belajar mengajar, secara waktu terbatas, dan ada tujuan yang ingin dicapai. Kalau wisata itu bersama orang tuanya,” jelasnya.
Selain memperoleh pengetahuan baru, anak juga dilatih untuk belajar mandiri selama mengikuti kegiatan. Mereka belajar mengikuti arahan guru, menjaga ketertiban, berinteraksi dengan teman, serta beradaptasi dengan lingkungan baru tanpa selalu bergantung kepada orang tua.
“Manfaat jangka panjangnya mereka menjadi lebih percaya diri, berani di luar, berani tanpa orang tuanya,” tambah Suharini.
Menurut Suharini, pelaksanaan outing class perlu disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak. Guru perlu menyiapkan tujuan pembelajaran, menentukan lokasi yang aman dan nyaman, memperhatikan jumlah pendamping serta durasi kegiatan, dan memastikan anak memperoleh waktu istirahat yang cukup.
Dengan perencanaan dan pendampingan yang tepat, pembelajaran di luar kelas tidak hanya menghadirkan pengalaman yang menyenangkan bagi anak, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenal lingkungan, menumbuhkan rasa ingin tahu, melatih kemandirian, serta membangun kepercayaan diri.
Kegiatan outing class PAUD-TK Pencarsari di Suraloka Zoo menunjukkan bahwa pembelajaran anak usia dini dapat dikembangkan melalui pengalaman langsung di lingkungan sekitar. (Andy Ahmad – KIM DSN Ngaglik)



