Jaga Kualitas Pengajaran Al-Qur’an, 45 Ustadz dan Ustadzah se-DIY Ikuti Penyegaran Metodologi Qiroati

Sleman – Cabang 2 Qiroati Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar kegiatan penyegaran metodologi pengajaran Al-Qur’an bagi para pengajar di Serambi Masjid At-Tauhid, Padukuhan Jatisawit, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman pada Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan tahunan ini diselenggarakan sebagai langkah berkelanjutan untuk menjaga standar mutu dan kelancaran metode Qiroati, sekaligus memastikan proses pembelajaran Al-Qur’an di tingkat TPA maupun lembaga keagamaan tetap berjalan sesuai kaidah metodologi yang baku. Sebanyak 45 ustadz dan ustadzah perwakilan dari tiga wilayah, yakni Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, dan Kota Yogyakarta, hadir mengikuti agenda yang dimulai pukul WIB tersebut.

Koordinator Panitia, Luluk, mengutarakan apresiasinya kepada para pengajar serta jajaran takmir masjid yang telah mendukung penuh terselenggaranya pelatihan ini.

“Terima kasih kepada para ustadz dan ustadzah yang sudah berkenan hadir, juga tak lupa kepada takmir Masjid At-Tauhid Jatisawit yang sudah berkenan menyiapkan tempatnya untuk acara tersebut. Semoga semua ini akan menjadi amal ibadah kita semua,” ujar Luluk.

Materi utama mengenai Metodologi Qiroati dipandu langsung oleh narasumber Yuniwati. Dalam pemaparannya, ia menggarisbawahi aspek krusial yang wajib dimiliki para pendidik Al-Qur’an demi melahirkan santri yang fasih dan berakhlak.

“Dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada santri, sangat penting untuk memperhatikan keragaman metode, ketepatan bacaan secara tartil, serta penanaman adab,” tegas Yuniwati.

Melalui program penyegaran ini, Cabang 2 Qiroati DIY berharap kompetensi dan profesionalisme para pendidik Al-Qur’an semakin meningkat sehingga mampu mencetak generasi Qur’ani yang berkualitas di Daerah Istimewa Yogyakarta. (Antok/KIM Pararta Guna Gamping)




Perkuat Tata Kelola Pendidikan Al-Qur’an, LMY Sleman Gelar TOT Thoriqoh Yanbu’a

Sleman – Lajnah Muroqobah Yanbu’a (LMY) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Training of Trainer (TOT) Thoriqoh Yanbu’a bertajuk “Tata Kelola TPQ, Madin, Lembaga Formal, dan Standardisasi Thoriqoh Yanbu’a” di Pondok Pesantren Sulaimaniyah, Kabupaten Sleman pada Minggu (20/9/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis LMY Sleman untuk meningkatkan kapasitas pengelola serta pendidik Al-Qur’an, sekaligus memperkuat tata kelola dan standardisasi metode Thoriqoh Yanbu’a di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah (Madin), maupun lembaga pendidikan formal di seluruh wilayah Sleman.

Ketua Umum LMY Kabupaten Sleman, Muhammad Yazid Al Hafidz, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi momentum krusial guna memastikan pengajaran Al-Qur’an didukung oleh sistem kelembagaan yang terstruktur dan profesional.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kita untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga pendidikan Al-Qur’an, baik TPQ, Madin, maupun lembaga pendidikan formal. Karena mengajarkan Al-Qur’an bukan hanya tentang bagaimana membaca dengan benar, tetapi juga bagaimana membangun sistem pendidikan yang tertata, berkelanjutan, dan memiliki standar yang baik,” ujar Muhammad Yazid Al Hafidz.

Ia menambahkan bahwa para peserta TOT diproyeksikan menjadi trainer dan penggerak utama yang mampu mengimplementasikan serta mentransfer ilmu tata kelola dan standardisasi pembelajaran di lembaga masing-masing.

“Melalui TOT ini, kami berharap para peserta tidak berhenti sebagai peserta pelatihan, tetapi nantinya dapat menjadi trainer dan penggerak yang mampu menularkan ilmu serta mengembangkan Thoriqoh Yanbu’a di lembaga masing-masing. Semoga ikhtiar kecil kita hari ini menjadi bagian dari perjuangan besar dalam menjaga kualitas pembelajaran Al-Qur’an dan melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur’an,” tutur Muhammad Yazid Al Hafidz.

Selain sebagai sarana peningkatan kompetensi sumber daya manusia, agenda ini juga menjadi wadah penguatan jejaring komunikasi antarpendidik Al-Qur’an di Kabupaten Sleman. Melalui sinergi dan standardisasi yang berkesinambungan, LMY Sleman optimistis pembelajaran Al-Qur’an di tengah masyarakat dapat berjalan lebih berkualitas dan terarah. (Egi Prayoga/KIM DSN Ngaglik)




Bantu Warga Terdampak Kekeringan, DPW Forsa DIY Salurkan Bantuan Air Bersih ke Gunungkidul

Sleman – Dewan Pimpinan Wilayah Fans Of Rhoma Irama dan Soneta (DPW Forsa) Daerah Istimewa Yogyakarta yang berkedudukan di Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, menggelar aksi bakti sosial penyaluran bantuan air bersih di Kalurahan Krambilsawit, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul pada Minggu (20/9/2026).

Penyaluran air bersih ini diselenggarakan sebagai langkah nyata organisasi dalam membantu meringankan beban masyarakat Gunungkidul yang terdampak kekeringan, sekaligus dalam rangka menjalankan program kerja organisasi serta mengimplementasikan slogan Forsa, yakni 4B (Beriman, Bertakwâ, Berakhlakul Karimah, dan Berloyalitas).

Ketua DPW Forsa DIY, Sugeng, menyampaikan bahwa bantuan dipusatkan di dua wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih, yaitu Padukuhan Sawah dan Padukuhan Gondel Kulon. Masing-masing padukuhan menerima alokasi sebanyak empat tangki, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai delapan tangki air bersih. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Sugeng kepada perwakilan warga setempat, Seno dan Bayu Aji, untuk segera didistribusikan kepada penerima manfaat.

“Semoga dengan program baksos ini semakin memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Diharapkan anggota Forsa juga harus mampu melaksanakan nilai-nilai dakwah pada lagu-lagu Rhoma Irama,” kata Sugeng.

Aksi kemanusiaan ini turut menegaskan peran Forsa sebagai organisasi kemasyarakatan resmi yang tidak sekadar menggemari dan melestarikan karya musik Rhoma Irama serta Soneta, tetapi juga menginternalisasi pesan dakwah dan nilai sosial di tengah kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan bakti sosial tersebut, anggota Forsa DIY yang saat ini berjumlah 30 orang diharapkan dapat terus memperkuat soliditas organisasi dan kepekaan sosial terhadap sesama. (Kusnadi/KIM Berbah)




Salurkan 12 Tangki Air Bersih ke Gunungkidul, WKSBM Restu Kasih Tempel Perluas Aksi Kemanusiaan

Sleman – Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) Restu Kasih dari Padukuhan Blumbang, Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, menyalurkan bantuan air bersih ke Padukuhan Temu Ireng 1, Kalurahan Girimulyo, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul pada Minggu (20/9/2026). Aksi nyata ini digelar untuk membantu meredakan krisis air bersih yang dialami warga akibat musim kemarau.

Penyaluran air bersih tersebut menjadi bukti nyata kepedulian sosial yang tidak terbatas oleh batas teritorial. Seluruh dana operasional dan armada tangki dihimpun secara swadaya melalui dana santunan serta sumbangan sukarela warga Padukuhan Blumbang dan sekitarnya.

Ketua WKSBM Restu Kasih, Sudarwadi, mengutarakan bahwa penyaluran air bersih ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar harian warga yang terdampak kekeringan parah di kawasan Gunungkidul.

“Hari ini kami droping air bersih sebanyak 12 tanki, semoga bermanfaat. Ini wujud nyata bahwa kepedulian tidak mengenal batas wilayah. Dari Tempel Sleman untuk saudara kita di Gunungkidul,” ujar Sudarwadi.

Ia menambahkan bahwa kawasan Kapanewon Panggang kerap menjadi langganan krisis air bersih saat musim kemarau tiba, yang memaksa warga setempat membeli air atau menunggu bantuan pasokan. Kondisi tersebut menggugah pengurus WKSBM Restu Kasih untuk bergerak menggalang solidaritas kemanusiaan.

Bantuan armada tangki air bersih ini disambut antusias oleh warga Temu Ireng 1 yang telah menantikan pasokan air. Ke depan, WKSBM Restu Kasih berkomitmen untuk terus konsisten menjalankan aksi sosial tidak hanya di tingkat lingkungan kalurahan, tetapi juga menyasar daerah lain yang membutuhkan uluran tangan. (Giek/KIM Moyudan)




Genap Usia 61 Tahun, Kesenian Religi Kubro Eko Siswo Sedogan Terus Dijaga Lintas Generasi

Sleman – Grup Kesenian Religi Kubro Siswo Eko Siswo dari Padukuhan Sedogan, Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, memperingati hari ulang tahun yang ke-61 melalui pementasan seni bagi masyarakat setempat pada Sabtu (19/9/2026). Pergelaran yang diselenggarakan sejak berdirinya kelompok kesenian ini pada 19 September 1965 tersebut menjadi ruang hiburan warga sekaligus momentum dalam merawat keberlanjutan tradisi seni lokal.

Peringatan ulang tahun ke-61 ini dilaksanakan untuk memperkuat tali silaturahmi, memupuk semangat gotong royong antarwarga, serta mengukuhkan komitmen regenerasi kesenian tradisional Islami di tengah pesatnya modernisasi zaman.

Tokoh masyarakat Sedogan, Sutardi, menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak dan rasa bangganya terhadap konsistensi warga dalam menjaga warisan budaya yang telah bertahan lebih dari enam dekade tersebut.

“Hari ini adalah pertunjukan hiburan untuk masyarakat Sedogan sekaligus memperingati ulang tahun Grup Kesenian Religi Kubro Siswo Eko Siswo Sedogan yang ke-61. Kami berharap kesenian ini terus hidup, berkembang, dan menjadi bagian dari kebersamaan masyarakat,” ujar Sutardi.

Lurah Lumbungrejo, Misbah Al Hakim, mengapresiasi keberhasilan proses regenerasi kelompok kesenian ini yang kini telah memasuki generasi ketiga. Pihak kalurahan menilai keikutsertaan generasi muda dan anak-anak dalam seni pertunjukan ini merupakan modal utama menjaga kebudayaan lokal agar tidak punah.

“Usianya sudah cukup lama, bahkan 11 tahun sebelum saya lahir, Kubro Eko Siswo ini sudah berdiri. Saat ini sudah generasi ketiga. Kalau tidak ada regenerasi yang baik, tidak mungkin kesenian Kubro ini bisa bertahan sampai hari ini,” kata Misbah Al Hakim.

Rangkaian acara yang dihadiri jajaran pamong Kalurahan Lumbungrejo, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas ini berlangsung meriah. Melalui keterlibatan aktif lintas generasi, kesenian Kubro Eko Siswo diharapkan dapat terus berkembang, menginspirasi wilayah lain, dan menjadi wadah pemersatu masyarakat. (SBD/KIM Tempel)