RSUD Prambanan Hadirkan Inovasi Insulin Sahabat Diabetes Berbasis Android

Sleman – Meningkatnya jumlah penderita Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 menjadi tantangan dalam pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut mendorong perlunya upaya edukasi dan pengendalian diabetes secara berkelanjutan agar pasien mampu melakukan perawatan secara mandiri dan mencegah terjadinya komplikasi.

Menurut World Health Organization (WHO) 2024, jumlah penderita diabetes di dunia diperkirakan mencapai 580 juta orang pada 2030. Sementara itu, International Diabetes Federation (IDF) 2023 mencatat Indonesia berada di peringkat kelima dunia dengan sekitar 19,5 juta penyandang diabetes. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 28,6 juta jiwa pada 2045.

Tren peningkatan tersebut juga terlihat di RSUD Prambanan. Berdasarkan data Rekam Medis RSUD Prambanan, kunjungan pasien Diabetes Mellitus rawat jalan pada 2024 tercatat sebanyak kunjungan. Jumlah tersebut meningkat 14%  menjadi kunjungan pada 2025.

Peningkatan juga terjadi pada kunjungan pasien Diabetes Mellitus rawat inap. Pada 2024 tercatat sebanyak 495 kunjungan, kemudian meningkat 47% menjadi 951 kunjungan pada 2025.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan upaya pencegahan dan pengendalian diabetes, salah satunya melalui edukasi kepada pasien. Penatalaksanaan diabetes mencakup lima pilar, yaitu edukasi, terapi nutrisi medis, latihan fisik, terapi farmakologis, serta pemantauan kadar gula darah.

Menjawab kebutuhan tersebut, RSUD Prambanan menghadirkan inovasi “INSULIN SAHABAT DIABETES” (Inovasi Edukasi Diabetes Terintegrasi Melalui Aplikasi Berbasis Android). Inovasi tersebut diprakarsai oleh salah satu perawat RSUD Prambanan, Qathrin Nada, sebagai media edukasi dan pendukung perawatan bagi pasien Diabetes Mellitus tipe 2.

Aplikasi INSULIN SAHABAT DIABETES menyediakan berbagai materi mengenai perawatan diabetes, video edukasi, serta fitur pengingat untuk minum obat dan melakukan suntik insulin. Kehadiran aplikasi ini diharapkan membantu pasien memperoleh informasi kesehatan secara lebih mudah dan dapat mempelajarinya kembali secara mandiri.

Selain mendukung pasien, aplikasi tersebut juga dapat dimanfaatkan tenaga kesehatan sebagai media pendamping dalam memberikan edukasi. Materi dan video yang tersedia membantu perawat menjelaskan berbagai aspek perawatan diabetes kepada pasien secara lebih terstruktur.

Pemanfaatan inovasi tersebut menunjukkan hasil positif. Berdasarkan pengukuran terhadap 50 pasien Diabetes Mellitus di RSUD Prambanan pada 2025 menggunakan Diabetes Knowledge Questionnaire-14 (DKQ-14), rata-rata skor pengetahuan pasien meningkat dari 44 menjadi 73.

Inovasi tersebut juga dilaporkan berkontribusi terhadap penurunan kadar gula darah serta peningkatan perilaku pasien dalam melakukan kontrol kesehatan secara rutin. Selain itu, pasien dapat mengakses kembali informasi mengenai diabetes setelah berada di rumah, termasuk bagi pasien yang sebelumnya mendapatkan edukasi selama menjalani rawat inap.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Prambanan, drg. Ratih Susila, menyampaikan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah diakses dan berkelanjutan.  

“Inovasi INSULIN SAHABAT DIABETES merupakan wujud komitmen RSUD Prambanan untuk menghadirkan edukasi diabetes yang mudah diakses, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan pasien di era digital. Kami meyakini bahwa keberhasilan pengelolaan diabetes tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga pada pengetahuan, kepatuhan, dan kemampuan pasien dalam merawat dirinya secara mandiri,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut menjadi salah satu upaya RSUD Prambanan untuk menghadirkan pelayanan yang berpusat pada pasien. Masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai inovasi INSULIN SAHABAT DIABETES dapat diakses melalui laman

“Melalui inovasi ini, RSUD Prambanan terus berupaya menghadirkan pelayanan yang berpusat pada pasien, berbasis teknologi, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” sambung drg. Ratih.




SAH Banyu Bening Sleman Dorong Puskesmas Kare Madiun Terapkan ISLAH dan Elektrolisa Penuhi Kebutuhan Air Bersih

Sleman –  Penerapan Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan (ISLAH) yang dipadukan dengan teknologi elektrolisa didorong menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan air bersih dan air minum di wilayah kerja Puskesmas Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, melalui optimalisasi air hujan sebagai sumber daya lokal.

Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah Air Hujan Banyu Bening Sleman, Kamaludin saat menerima kunjungan Kepala Puskesmas Kare, dr. Agnes Ani Triana, di Sekolah Air Hujan (SAH) Banyu Bening Sleman, Selasa (29/9/2026). Kunjungan tersebut membahas potensi penerapan sistem pengelolaan air hujan untuk mendukung kebutuhan air di lingkungan pelayanan kesehatan dan masyarakat.

Kamaludin mengatakan pemanfaatan air hujan secara terencana dapat memperkuat ketahanan air masyarakat, terutama di wilayah yang menghadapi keterbatasan atau ketidakpastian ketersediaan sumber air bersih.

Menurut Kamaludin, ISLAH merupakan sistem yang menempatkan air hujan sebagai sumber daya yang perlu ditampung, diolah, dan dimanfaatkan secara berkelanjutan, sehingga tidak seluruhnya langsung menjadi limpasan yang terbuang ke lingkungan.

“Air hujan perlu dipandang sebagai sumber daya yang dapat dikelola. Dengan sistem yang tepat, air hujan dapat menjadi bagian dari solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” katanya.

Ia pun menjelaskan, sistem tersebut dapat dipadukan dengan elektrolisa sebagai salah satu teknologi dalam proses pengolahan air. Penerapannya diarahkan untuk meningkatkan kualitas air hasil tampungan sehingga dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya, termasuk sebagai air minum apabila telah memenuhi persyaratan kualitas dan keamanan yang ditetapkan.

Kamaludin menilai fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas dapat menjadi salah satu lokasi strategis untuk mengembangkan edukasi sekaligus praktik pengelolaan air hujan. Langkah tersebut dapat memperkenalkan pola pemanfaatan sumber air alternatif kepada masyarakat secara lebih luas.

Sementara itu, kunjungan dr. Agnes Ani Triana bersama jajarannya menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung penerapan konsep pengelolaan air hujan yang dikembangkan SAH Banyu Bening. Ia mengungkapkan bahwa kondisi saat ini di sekitar Puskesmas kare sedang kesulitan air bersih padahal sangat dibutuhkan pihaknya, khususnya bagi pasien rawat inap maupun Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED).

“Semoga pengetahuan ini bisa menjadi bahan pengembangan pengelolaan air sesuai kondisi dan kebutuhan wilayah kerja Puskesmas Kare yang tergolong sebagai daerah pegunungan,” harap dr. Agnes.

Di penghujung diskusinya, Kamaludin menekankan bahwa pengelolaan air hujan melalui ISLAH dan elektrolisa tidak hanya berkaitan dengan teknologi, namun juga perubahan perilaku masyarakat dalam menampung, mengolah, dan menggunakan air secara bijak. Pendekatan tersebut diharapkan memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus membangun ketahanan air secara berkelanjutan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




MAN 4 Sleman Deklarasikan Komitmen Cegah Kekerasan dan Radikalisme

Sleman – MAN 4 Sleman mendeklarasikan komitmen peserta didik untuk menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan kondusif. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid An-Najah, Selasa (29/9/2026).

Deklarasi tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Bupati Sleman Nomor   tentang Pencegahan Kenakalan Remaja, Kekerasan, dan Paham Radikalisme bagi Peserta Didik di Kabupaten Sleman.

Dipandu Rezyka Nur Safitri, siswi kelas XI B, deklarasi diikuti seluruh peserta didik MAN 4 Sleman. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala MAN 4 Sleman, guru, pegawai, serta mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Islam Indonesia (UII).

Melalui deklarasi tersebut, peserta didik diajak membangun komitmen bersama untuk menjaga lingkungan madrasah yang aman dan saling menghargai. Komitmen itu diharapkan tidak berhenti pada pernyataan bersama, tetapi diwujudkan melalui sikap dan perilaku sehari-hari.

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf, menegaskan bahwa deklarasi tersebut harus menjadi pijakan dalam membangun kebiasaan positif di lingkungan madrasah.

“Komitmen ini bukan sekadar ucapan dan tanda tangan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membuktikannya melalui sikap dan perilaku sehari-hari, dengan menjaga diri, menghormati guru dan orang tua, serta menghargai sesama,” tegasnya.

Ahmad Arif juga mengingatkan peserta didik agar bijak menggunakan media sosial. Peserta didik, menurutnya, perlu bersikap kritis terhadap informasi yang diterima dan tidak mudah terpengaruh konten yang mengandung kebencian, provokasi, maupun hoaks.

Ia menambahkan, pembentukan karakter peserta didik tidak hanya berlangsung melalui proses pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui interaksi sehari-hari, termasuk dalam penggunaan teknologi dan media sosial.

Melalui kegiatan tersebut, MAN 4 Sleman mendorong tumbuhnya kesadaran bersama untuk menjauhi kekerasan dan perundungan, menolak penyalahgunaan narkotika, serta menghindari perilaku yang bertentangan dengan norma dan ketentuan yang berlaku.

Komitmen tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan madrasah yang aman, ramah, dan mendukung perkembangan peserta didik.

(Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Satpol PP Sleman Rutin Patroli untuk Jaga Keamanan dan Ketertiban Lingkungan

Sleman – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman rutin melaksanakan patroli malam sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Patroli menyasar sejumlah lokasi strategis, termasuk kantor kapanewon dan kalurahan secara bergilir.

Pada Selasa malam (29/9/2026), patroli dilaksanakan di Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan. Tiga personel Satpol PP Sleman, yakni Yosan Prasetya, M. Faishal, dan Heri Sulistya, diterima oleh petugas piket jaga malam di Kalurahan Sumbersari.

Yosan Prasetya menyampaikan, patroli dilakukan untuk memastikan kondisi wilayah tetap kondusif sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi langkah preventif untuk mencegah terjadinya pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup).

“Patroli ini juga menjadi sarana edukasi secara persuasif kepada masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kegiatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling),” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga sinergi antara pemerintah kalurahan, Satpol PP, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib. Masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan pelanggaran maupun situasi yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Dengan kerja sama dan partisipasi aktif masyarakat, keamanan dan ketertiban wilayah dapat terjaga dengan baik,” tambahnya.

Patroli malam tersebut menjadi bagian dari agenda rutin Satpol PP Kabupaten Sleman dalam mencegah potensi gangguan ketenteraman dan ketertiban umum. Kehadiran personel di lapangan sekaligus menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin peduli terhadap keamanan lingkungan.

Sinergi antara Satpol PP, pemerintah kalurahan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat sistem keamanan lingkungan yang berbasis partisipasi masyarakat.

(Giek/KIM Moyudan)




Sinduadi Siapkan 16 Paket Pembangunan melalui BKK Tahap 2 Tahun 2026

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sinduadi menggelar sosialisasi rencana pelaksanaan kegiatan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Tahap 2 Tahun 2026, Selasa (29/9/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Kalurahan Sinduadi.

Sosialisasi dihadiri Carik Kalurahan Sinduadi K. Fendy Ramadhan, Ulu-Ulu Nurul Muktama, Jagabaya Bagas Ari Wibowo, pamong kalurahan, para dukuh, serta Ketua Sub-LPM Padukuhan yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan pembangunan.

Dalam sambutannya, Carik Kalurahan Sinduadi, K. Fendy Ramadhan menjelaskan bahwa kondisi pembiayaan pembangunan kalurahan mengalami perubahan. Dana desa yang sebelumnya dapat mencapai sekitar Rp2,5 miliar, kini sekitar Rp373 juta dan penggunaannya diprioritaskan untuk sejumlah program, antara lain penanganan stunting dan kegiatan Posyandu. Kondisi tersebut membuat ruang pembiayaan pembangunan fisik dari dana desa menjadi terbatas.

Selain itu, pendapatan asli kalurahan juga mengalami penurunan yang antara lain berkaitan dengan pengelolaan aset kalurahan dan kebijakan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Sleman Nomor 34 Tahun 2024.

“Jangan sampai kondisi ini membuat semangat kita untuk membangun menjadi patah arang. Untuk pembangunan fisik, Bapak Lurah menyampaikan bahwa salah satu sumber pembiayaannya menggunakan dana BKK,” jelas Fendy.

Ia menyampaikan, pelaksanaan pembangunan melalui BKK Tahap 1 sebelumnya telah berjalan dengan baik. Selanjutnya, Pemerintah Kalurahan Sinduadi akan melanjutkan pembangunan melalui BKK Tahap 2 Tahun 2026.

Sementara itu, Ulu-Ulu Kalurahan Sinduadi, Nurul Muktama menyampaikan bahwa pada tahap kedua terdapat 16 paket kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan di sejumlah padukuhan.

Kegiatan tersebut meliputi pembangunan jalan konblok, saluran air hujan, talud, serta sejumlah pekerjaan fisik lainnya sesuai kebutuhan dan rencana yang telah ditetapkan.

Nurul berharap para dukuh, Ketua Sub-LPM Padukuhan, dan pihak terkait dapat membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama warga yang berada di sekitar lokasi pembangunan.

“Setelah pertemuan ini, kami mohon para hadirin dapat memberikan informasi kepada masyarakat di lokasi yang akan dibangun, sehingga pelaksanaan pembangunan dapat berjalan dengan baik dan hasilnya bisa maksimal,” ujarnya.

Melalui sosialisasi tersebut, Pemerintah Kalurahan Sinduadi berharap pelaksanaan BKK Tahap 2 Tahun 2026 dapat berjalan tertib, transparan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di masing-masing padukuhan.

(Y. Edy Setyoharjo – KIM Pijar Mlati)