Pemilihan Ketua PK Stembayo Jadi Praktik Demokrasi Siswa SMK Negeri 2 Depok Sleman

Sleman – Pemilihan Ketua Umum Perwakilan Kelas (PK) Stembayo periode 2026–2027 di SMK Negeri 2 Depok, Kabupaten Sleman, Senin (14/9/2026), menjadi sarana pembelajaran demokrasi bagi siswa melalui proses seleksi dan pemilihan langsung di lingkungan sekolah.
Kegiatan menjadi ruang bagi peserta didik untuk memahami praktik demokrasi secara langsung, mulai dari mengenali calon, menentukan pilihan, menggunakan hak suara, hingga menghormati hasil pemilihan.
Menurut Ketua Umum PK Stembayo 2025-2026, Daniel Alves Pradyta (Kelas XI-TKBR), panitia seleksi membuka kesempatan terbuka khusus bagi seluruh siswa aktif kelas X dan XI yang siap berkembang, beraspirasi, dan membawa dampak nyata bagi sekolah untuk mengisi kepengurusan PK periode 2026-2027 melalui seleksi.
“Penerapan demokrasi di lingkungan sekolah dinilai penting karena memberikan pengalaman konkret kepada siswa mengenai nilai partisipasi, kesetaraan, tanggung jawab, kebebasan menyampaikan pilihan, serta sikap menghargai perbedaan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa sebagai warga negara,” jelas Daniel.
Melalui pemilihan Ketua Umum, Sekretaris, Bendahara, dan Media PK Stembayo, siswa juga diperkenalkan pada mekanisme pengambilan keputusan yang mengedepankan suara mayoritas dengan tetap menjunjung etika, ketertiban, dan kepentingan bersama. Proses tersebut sekaligus melatih siswa agar tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai sumber perpecahan.
Selain memilih pemimpin, Daniel menyebutkan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangun kesadaran bahwa kepemimpinan merupakan amanah yang harus dijalankan secara bertanggung jawab. Ketua Umum dan jajarannya yang terpilih nantinya tidak hanya dituntut mampu menjalankan program kerja organisasi, melainkan menjadi representasi aspirasi siswa di lingkungan sekolah.
“Pemilihan Ketua Umum dan pengurus harian PK Stembayo periode 2026–2027 menjadi ruang strategis untuk menanamkan budaya demokrasi sejak dini melalui pengalaman yang nyata, terukur, dan dekat dengan kehidupan siswa,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu kandidat Ketua PK Stembayo 2026-2027, Bimasakti Manusakerti dari kelas X Geologi Pertambangan A, mengatakan proses seleksi dan pemilihan tersebut menjadi pengalaman penting bagi dirinya untuk belajar berdemokrasi secara langsung. Menurutnya, setiap calon memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan gagasannya untuk meyakinkan pemilih mengenai visi dan misi serta program yang akan dibawa.
“Bagi saya, proses ini bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi bagaimana kami sebagai siswa belajar menyampaikan pendapat, berkompetisi secara sehat, dan menghargai pilihan teman-teman. Apa pun hasilnya nanti, kami harus tetap menjaga kebersamaan dan mendukung kemajuan sekolah,” tandasnya.
Dari sisi pendidikan karakter, pengalaman mengikuti proses pemilihan secara langsung diharapkan mampu menumbuhkan sikap kritis dan rasional dalam diri siswa. Mereka tidak hanya belajar memilih berdasarkan popularitas, tetapi juga mempertimbangkan kapasitas, integritas, komitmen, serta kemampuan calon dalam membawa organisasi ke arah yang lebih baik.
Melalui kegiatan tersebut, SMK Negeri 2 Depok Sleman menunjukkan bahwa demokrasi dapat dipelajari melalui praktik sehari-hari. Pemilihan pemimpin siswa bukan semata-mata tentang siapa yang memperoleh suara terbanyak, melainkan tentang bagaimana seluruh proses berlangsung secara jujur, tertib, bertanggung jawab, serta mampu memperkuat budaya musyawarah dan penghormatan terhadap perbedaan di lingkungan sekolah. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)



