Musrenbangkal Sumberadi Perkuat Perencanaan Pembangunan Partisipatif dan Berkelanjutan

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sumberadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kalurahan (Musrenbangkal) Tahun 2026 di Aula Kalurahan Sumberadi, Selasa (29/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKP Kalurahan) Tahun Anggaran 2027.
Musrenbangkal dihadiri Kepala Bidang Pengembangan, Kelembagaan, dan Aparatur Kalurahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Kabupaten Sleman Al Adib Burochmad, Panewu Mlati Dyah Purwanti, Lurah Sumberadi Hadi Sunyoto, anggota BPKal, perwakilan Puskesmas Mlati 2, serta unsur pemerintah kalurahan, Tim Penyusun RKP Kalurahan, Tim Verifikasi, TP PKK, Karang Taruna, Gapoktan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para dukuh, dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Panewu Mlati, Dyah Purwanti menyampaikan bahwa Sumberadi menjadi kalurahan terakhir di Kapanewon Mlati yang melaksanakan Musrenbangkal pada September 2026. Pelaksanaan tersebut merupakan bagian dari tahapan perencanaan pembangunan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh kalurahan di Kabupaten Sleman.
“perencanaan pembangunan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pengembangan kapasitas masyarakat. Berbagai persoalan masyarakat, termasuk stunting, juga perlu ditangani melalui program yang tepat dan terarah,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah Sumberadi, Hadi Sunyoto menjelaskan bahwa Musrenbangkal merupakan bagian dari proses penjabaran RPJM Kalurahan Sumberadi Tahun 2020–2028 kedalam RKP Kalurahan setiap tahun.
“Setiap tahun ada RKP, kemudian dilaksanakan Musrenbang dan selanjutnya dituangkan dalam APBKal sesuai dengan kemampuan dan dana yang tersedia,” jelas Hadi.
Ia juga menyampaikan bahwa kondisi pendanaan kalurahan mengalami perubahan. Dana Desa yang sebelumnya sekitar Rp1,6 miliar kini diproyeksikan sekitar Rp373 juta. Kondisi tersebut menuntut perencanaan yang semakin cermat agar program yang disusun sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus kemampuan anggaran.
Pada momen itu, Kepala Bidang Pengembangan, Kelembagaan, dan Aparatur Kalurahan, Al Adib Burochmad mengapresiasi Pemerintah Kalurahan Sumberadi dan BPKal yang telah melaksanakan Musrenbangkal tepat waktu sebelum September berakhir.
Menurutnya, Musrenbangkal merupakan tahapan penting untuk membahas dan menyepakati rancangan RKP Kalurahan berdasarkan hasil musyawarah kalurahan. Karena itu, perencanaan pembangunan perlu dilakukan secara partisipatif dengan mempertimbangkan kebutuhan, potensi, dan kondisi masyarakat.
“Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan, yaitu penyelarasan hasil pemutakhiran Indeks Desa Tahun 2026 dengan hasil musyawarah kalurahan dalam penyusunan RKP Tahun 2027. Pemerintah Kalurahan juga perlu mencermati RPJM Kalurahan, kegiatan yang akan dilaksanakan pada 2027, pagu indikatif, serta hasil kesepakatan musyawarah kalurahan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar program yang bersifat mandatori dari pemerintah pusat maupun daerah menjadi perhatian dalam penyusunan RKP. Sejalan dengan arah Reformasi Birokrasi Kalurahan, aspek peningkatan tata kelola pemerintahan juga perlu dimasukkan dalam perencanaan pembangunan.
Melalui Musrenbangkal, Pemerintah Kalurahan Sumberadi bersama BPKal, masyarakat, dan berbagai unsur terkait diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang partisipatif, tepat sasaran, berkelanjutan, serta sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kalurahan.
(Y. Edy Setyoharjo – KIM Pijar Mlati)



