Condongcatur Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana dan Gangguan Keamanan

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur memperkuat kesiapsiagaan wilayah dengan mengonsolidasikan Satlinmas dan Satgas Kebencanaan untuk menghadapi berbagai potensi ancaman, mulai dari kekeringan, kebakaran lahan, gangguan keamanan hingga persoalan sosial remaja.
Penguatan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) rutin September di Ruang Wacana Loka, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, Kamis (10/9/2026) malam. Kegiatan diikuti 48 peserta dari unsur Satlinmas dan Satgas Kebencanaan, meliputi Desa Tangguh Bencana (Destana), Kampung Siaga Bencana (KSB), dan Dapur Umum.
Rakor menjadi ruang evaluasi sekaligus pemetaan persoalan di lapangan. Sejumlah hal yang dibahas antara lain optimalisasi piket Satlinmas, antisipasi kekeringan dan kebakaran, keamanan lingkungan, edukasi kebencanaan di sekolah, kesiapan ambulans, serta deteksi dini persoalan sosial.
Jagabaya Condongcatur, Rudi Antariksawan mengapresiasi peran Satlinmas dan Satgas Kebencanaan dalam mendukung pemerintah kalurahan, termasuk selama rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Terima kasih atas bantuan dan peran aktif teman-teman dalam bidang keamanan maupun kebencanaan. Apabila ada permasalahan di lapangan, segera disampaikan dan dikoordinasikan agar dapat ditindaklanjuti,” katanya.
Rudi juga meminta piket Satlinmas dioptimalkan dengan memastikan jadwal dan jam penjagaan berjalan sesuai ketentuan sehingga selalu tersedia personel yang siaga.
Bhabinkamtibmas Condongcatur, Aiptu Bastian Sapta Adhi mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran lahan kosong dan semak belukar selama musim kemarau. Pembakaran sampah maupun vegetasi harus dilakukan secara aman dan tidak ditinggalkan tanpa pengawasan.
Masyarakat juga diminta mewaspadai pohon tinggi, lapuk, atau dahan yang berpotensi tumbang saat angin kencang serta menggunakan air secara hemat di tengah potensi kekeringan.
Dari sisi keamanan, Aiptu Bastian menyebut situasi Condongcatur dan wilayah Depok secara umum relatif kondusif. Meski demikian, ronda malam dan kepedulian terhadap lingkungan tetap perlu diperkuat. Penghuni indekos juga diimbau mengunci kamar saat tidur maupun meninggalkan tempat tinggal serta tidak menyimpan barang berharga di tempat yang mudah dijangkau.
“Kejahatan salah satunya terjadi karena adanya kesempatan. Karena itu, masyarakat harus saling mengingatkan dan menjaga lingkungan,” ujarnya.
Perhatian juga diberikan terhadap persoalan sosial remaja. Dukuh Joho, Retnaningsih mendorong keluarga dan lingkungan meningkatkan deteksi dini terhadap pola pergaulan remaja yang berpotensi mengarah pada perilaku negatif.
Orang tua diimbau meningkatkan pendampingan, termasuk dalam penggunaan kendaraan bermotor dan telepon pintar. Komunikasi keluarga yang sehat dinilai penting agar persoalan sosial dapat dikenali dan ditangani sejak awal.
“Permasalahan sosial harus diperhatikan sejak awal melalui deteksi dini. Jangan sampai persoalan kecil berkembang menjadi persoalan yang lebih besar,” katanya.
Melalui konsolidasi tersebut, Condongcatur mendorong kesiapsiagaan yang tidak hanya mengandalkan respons saat keadaan darurat terjadi. Deteksi dini, komunikasi, kesiapan personel dan peralatan, serta kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga wilayah tetap aman dan tangguh. (Wasana/KIM Depok)



