Perkuat Penanganan Stunting, Kader Condongcatur Dibekali Pendekatan Psikologis

Sleman – Dalam rangka memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di Kalurahan Condongcatur, Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) Condongcatur melaksanakan Pembinaan Kader dalam Penanganan Stunting Berbasis Pendekatan Psikologis, Rabu (9/9/2026), di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur.
Kegiatan tersebut diikuti Kader DASHAT dan kader kesehatan dari masing-masing padukuhan di wilayah Kalurahan Condongcatur. Pembinaan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam memberikan pendampingan kepada keluarga, khususnya orang tua balita yang menghadapi permasalahan stunting.
Mengangkat materi “Teknik Komunikasi dan Edukasi pada Orang Tua Balita Stunting”, dengan menghadirkan seorang psikolog dari Puskesmas Depok II, Swastika Ayu Normalasari, sebagai narasumber.
Dalam pembinaan tersebut Swastika menyampaikan bahwa penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan aspek gizi dan kesehatan, tetapi juga membutuhkan pendekatan psikologis serta komunikasi yang tepat antara kader dan keluarga.
Ia menjelaskan, terdapat lima prinsip utama dalam berkomunikasi, yaitu mendengar, memahami, menghargai, memberikan informasi, dan mengajak bertindak. Prinsip tersebut penting diterapkan kader agar komunikasi dengan keluarga berlangsung secara positif dan membangun.
“Kader merupakan garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena itu, kader perlu mampu mendengarkan, memberikan edukasi sesuai materi yang diterima, memotivasi, memantau, mengingatkan keluarga, serta menghubungkan keluarga dengan layanan kesehatan apabila diperlukan,” jelasnya.
Menurut Swastika, pendekatan komunikasi yang tepat dapat membantu kader membangun hubungan yang lebih positif dengan orang tua balita. Kader tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi pendamping yang memberikan dukungan, motivasi, dan penguatan kepada keluarga agar lebih percaya diri dalam mendukung kesehatan serta tumbuh kembang anak.
“Ada prinsip edukasi efektif bernama “SEDERHANA”, yaitu Singkat, Empati, Dasarkan pada kebutuhan, Easy to Understand (mudah dipahami), Relevan dengan kondisi keluarga, Hindari istilah teknis, Ada contoh konkret, Negosiasikan langkah, serta Adakan evaluasi pemahaman,” jelas Swastika.
Melalui kegiatan ini, para kader diharapkan tidak hanya semakin memahami aspek gizi dan kesehatan dalam penanganan stunting, tetapi juga mampu memperhatikan kondisi psikologis anak dan orang tua. Dengan komunikasi yang humanis, persuasif, dan tidak menghakimi, kader diharapkan dapat memberikan edukasi dan pendampingan secara lebih efektif.
Kegiatan pembinaan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara DASHAT, KKB Condongcatur, kader kesehatan, Pemerintah Kalurahan Condongcatur, dan Puskesmas Depok II dalam mendukung percepatan penurunan stunting serta mewujudkan keluarga dan masyarakat Condongcatur yang sehat, tangguh, dan berkualitas.
(Tri Suhartati – KIM Depok)



