PT Asterra Kenalkan Pengolahan Sampah Menjadi Bahan Bakar di Gamping Sleman

Sleman – PT Asterra Energi Envirotama mengenalkan rencana pengolahan sampah menjadi bahan bakar kepada masyarakat Padukuhan Pereng Kembang, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman. Upaya tersebut dilakukan untuk mendorong pengurangan timbunan sampah sekaligus meningkatkan nilai guna sampah melalui pemanfaatannya sebagai sumber energi.

Sosialisasi mengenai rencana dan proses pengolahan sampah tersebut berlangsung di Padukuhan Pereng Kembang, Senin (28/9/2026). Kegiatan melibatkan unsur Pemerintah Kalurahan Balecatur, tokoh kewilayahan, serta masyarakat setempat.

Direktur Utama PT Asterra Energi Envirotama, Uyung Pramudiyanto, mengatakan pengenalan proses pengolahan sejak tahap perencanaan penting dilakukan agar masyarakat memahami mekanisme pengelolaan sampah serta potensi pemanfaatannya sebelum program dikembangkan di wilayah tersebut.

Menurutnya, pengolahan sampah menjadi bahan bakar merupakan salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir. Sampah dengan karakteristik tertentu dapat diproses menjadi material yang memiliki nilai manfaat sebagai bahan bakar.

“Keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat, terutama dalam pemilahan, pengumpulan, dan penanganan sampah sejak dari sumbernya,” ujar Uyung.

Ia menambahkan, sosialisasi menjadi bagian penting untuk membangun kesamaan pemahaman antara perusahaan, pemerintah kalurahan, dan masyarakat. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menyampaikan rencana pengelolaan serta mendengarkan masukan warga mengenai kondisi lingkungan dan kebutuhan wilayah.

Pemegang saham PT Asterra Energi Envirotama, Valdi, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama Lurah Balecatur beserta perangkat kalurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Dukuh Pereng Kembang, Ketua RT/RW setempat, serta sekitar 20 warga Padukuhan Pereng Kembang.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam menyiapkan pengelolaan sampah yang memperhatikan aspek lingkungan, kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan.

“Perencanaan yang matang diperlukan agar proses pengolahan dapat berjalan sesuai dengan kondisi dan kapasitas wilayah,” ujar Valdi.

Melalui kegiatan tersebut, PT Asterra Energi Envirotama bersama Pemerintah Kalurahan Balecatur dan masyarakat Pereng Kembang membangun pemahaman awal mengenai peluang pemanfaatan sampah sebagai bahan yang memiliki nilai guna. Pengembangan selanjutnya diharapkan dilakukan secara terencana dan partisipatif dengan mempertimbangkan masukan masyarakat serta ketentuan pengelolaan lingkungan.

(Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)




PKK Banyuraden Perkuat Ekonomi Kreatif melalui Studi Tiru ke Gunung Putri Bogor

Sleman – PKK Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, memperkuat kapasitas pemberdayaan keluarga melalui studi tiru ke PKK Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperluas wawasan pengelolaan ekonomi kreatif sekaligus mendorong keluarga menjadi basis kemandirian masyarakat yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Lurah Banyuraden, Sudarisman, di ruang kerjanya, Senin (28/9/2026). Rombongan PKK Banyuraden dipimpin Sudarisman didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Banyuraden, Kwintartiningsih Pospoputri, serta Kamituwa Banyuraden, Agus Nurdalmadi.

Rombongan diterima Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gunung Putri, Djaenudin, bersama pengurus PKK setempat. Pertemuan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga, khususnya dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal.

Menurut Sudarisman, studi tiru dilakukan untuk memperoleh referensi praktis mengenai pengembangan potensi ekonomi lokal yang dapat diterapkan dengan menyesuaikan karakteristik masyarakat Banyuraden.

“Pertukaran pengalaman diharapkan tidak berhenti pada kunjungan, melainkan dapat diterjemahkan menjadi program yang memberi manfaat langsung bagi keluarga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penguatan ekonomi kreatif menjadi salah satu perhatian karena keluarga memiliki posisi strategis dalam mengembangkan potensi sumber daya lokal. Keterampilan produksi, pengolahan, pengemasan, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi modal untuk mengembangkan potensi rumah tangga menjadi kegiatan ekonomi yang memiliki nilai tambah.

Selain aspek ekonomi, studi tiru tersebut juga menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran keluarga dalam mengelola potensi yang dimiliki. Keluarga tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga sebagai pelaku yang mampu mengidentifikasi peluang, mengembangkan keterampilan, dan membangun jejaring usaha.

Sementara itu, Ketua TP PKK Banyuraden, Kwintartiningsih Pospoputri, mengatakan pertukaran pengalaman dengan PKK Gunung Putri memberikan kesempatan bagi pengurus PKK Banyuraden untuk mempelajari pola kelembagaan dan kolaborasi dalam menjalankan program pemberdayaan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah kalurahan, BPD, PKK, kelompok masyarakat, dan pelaku usaha menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program pemberdayaan.

“Pengalaman dari daerah lain dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memperbaiki dan mengembangkan program pemberdayaan di tingkat kalurahan. Pengembangan keterampilan, peningkatan kesadaran, dan pembukaan akses ekonomi perlu berjalan bersama sehingga masyarakat memiliki kemampuan untuk tumbuh secara mandiri,” jelas Kwintartiningsih.

Melalui studi tiru tersebut, PKK Banyuraden diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik yang dapat disesuaikan dengan potensi lokal. Penguatan ekonomi kreatif yang didukung kesadaran dan ketahanan keluarga diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam mendorong kemandirian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banyuraden secara berkelanjutan.

(Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)




SK Naik Pangkat dan Pepanjangan Kontrak, Aparatur Tempel Didorong Makin Profesional

Sleman – Dua pegawai negeri sipil (PNS) di Kapanewon Tempel, Sleman, menerima Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat. Pada kesempatan yang sama, enam pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu menerima SK perpanjangan kontrak.

Penyerahan SK berlangsung di halaman Kapanewon Tempel, Selasa (29/9/2026). Panewu Tempel, Rasyid Ratnadi Sosiawan, turut hadir sekaligus menyerahkan SK kepada para pegawai. Momentum tersebut diharapkan menjadi dorongan baru bagi aparatur untuk meningkatkan motivasi, profesionalitas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Tempel yang juga merangkap sebagai Plt Panewu Anom Kapanewon Tempel, Erdi Afiata Valentin, mengatakan kenaikan pangkat dan perpanjangan kontrak bukan semata-mata proses administrasi kepegawaian.

Menurutnya, kesempatan tersebut perlu dimaknai sebagai dorongan untuk meningkatkan semangat dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

“Kenaikan pangkat PNS dan perpanjangan kontrak PPPK paruh waktu ini diharapkan menambah motivasi dalam bekerja,” kata Erdi.

Ia berharap para aparatur dapat menjadikan momentum tersebut sebagai penyemangat untuk memberikan kinerja terbaik. Peningkatan jenjang maupun keberlanjutan masa kerja, lanjutnya, perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelaksanaan tugas.

Pelayanan publik di tingkat kapanewon menjadi salah satu ruang yang mempertemukan pemerintah dengan masyarakat secara langsung. Karena itu, profesionalitas aparatur menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan warga dapat dilayani secara efektif.

Erdi juga mendorong aparatur untuk terus menjaga komitmen dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Setiap pekerjaan memiliki kontribusi terhadap kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Penyerahan SK tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat semangat kerja aparatur Kapanewon Tempel. Penghargaan atas jenjang karier dan perpanjangan masa kerja diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian administratif, tetapi menjadi energi untuk memberikan pelayanan yang semakin baik.

Dengan semangat tersebut, aparatur diharapkan mampu terus meningkatkan profesionalitas, disiplin, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas pemerintahan serta melayani masyarakat. (SBD/KIM Tempel)




Tenaga Kesehatan Jadi Petugas Upacara di Kapanewon Depok, Gaungkan Semangat Hidup Sehat

Sleman – Tenaga kesehatan dari Puskesmas Depok I, II, dan III dipercaya menjadi petugas Upacara Bendera Bulan September 2026 di halaman Kantor Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Selasa (29/9/2026). Keterlibatan tersebut sekaligus memperkuat pesan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 tentang pentingnya membangun budaya hidup aktif dan sehat.

Upacara diikuti sedikitnya 259 peserta dari unsur Kapanewon Depok, Kalurahan Condongcatur, Caturtunggal, Maguwoharjo, TNI-Polri, tenaga pendidik, dan puskesmas. Kepala Puskesmas Depok I, dr. Henni Widiarini, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Bupati Sleman.

Dalam amanat tersebut, dr. Henni menyampaikan bahwa Haornas tidak sekadar menjadi momentum seremonial, tetapi pengingat bahwa olahraga merupakan bagian penting dalam pembangunan manusia.

“Hari Olahraga Nasional bukan sekadar peringatan, tetapi pengingat bahwa olahraga merupakan bagian penting dari pembangunan manusia. Olahraga adalah investasi masa depan yang berdampak pada karakter bangsa dan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar”, masyarakat didorong membangun kebiasaan hidup aktif melalui aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, senam, dan berlari.

Pesan tersebut diperkuat dengan kearifan lokal Jawa, “Gliyak-gliyak tumindak”, yang mengajarkan pentingnya memulai dan terus bergerak secara bertahap. Olahraga juga disebut sebagai investasi jangka panjang yang mendukung pembentukan karakter dan produktivitas masyarakat.

Keterlibatan tenaga kesehatan sebagai petugas upacara dinilai selaras dengan pesan tersebut. Selain memberikan pelayanan kesehatan, jajaran puskesmas memiliki peran promotif dan preventif dalam mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat.

Sejumlah tenaga kesehatan dari tiga puskesmas bertugas dalam berbagai posisi, antara lain perwira upacara, komandan upacara, pengibar bendera, pembaca Pembukaan UUD 1945, dan pembaca Panca Prasetya Korpri. Paduan suara guru PAUD se-Kapanewon Depok turut memeriahkan upacara dengan membawakan “Mars Haornas” dan “Bagimu Negeri”.

Upacara berlangsung khidmat dan tertib. Keterlibatan berbagai unsur secara bergiliran dalam upacara rutin di Kapanewon Depok menjadi bagian dari upaya memperkuat kedisiplinan, kebersamaan, dan sinergi lintas instansi. (Wasa/KIM Depok)




Komunikasi Efektif Jadi Kunci Kepala Sekolah Bangun Kepercayaan dalam Pendidikan

Sleman – Kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai administrator pendidikan, tetapi juga dituntut menjadi komunikator yang mampu membangun kepercayaan dan menjembatani kepentingan sekolah, keluarga, serta masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Guru Besar Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Dody Hartanto, dalam Pelatihan Kepala Sekolah bertema “Membangun Kepercayaan dengan Komunikasi Efektif” di SMA Global Darussalam Akademi (GDA) Pakembinangun, Pakem, Sleman, Selasa (29/9/2026).

Dody mengatakan, tantangan pendidikan semakin kompleks sehingga kepala sekolah perlu membangun hubungan yang sehat dengan guru, peserta didik, orang tua, komite sekolah, dan masyarakat. Menurutnya, pendidikan tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada sekolah karena waktu anak lebih banyak dihabiskan di lingkungan keluarga.

“Sekolah tidak mungkin bekerja sendirian. Pendidikan hanya akan berhasil apabila keluarga, sekolah, dan masyarakat berjalan bersama,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sikap adil dan objektif dalam menangani persoalan di lingkungan sekolah. Kepala sekolah perlu mendengarkan berbagai pihak, mencari fakta, serta mengambil keputusan secara proporsional.

Selain itu, kepala sekolah didorong membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti psikolog, tenaga kesehatan, aparat keamanan, dan lembaga terkait untuk menangani persoalan peserta didik yang semakin beragam.

Menurut Dody, kepercayaan merupakan fondasi penting dalam kepemimpinan sekolah. Mengutip Stephen R. Covey dalam The Speed of Trust, kepercayaan dibangun melalui integritas, niat baik, kompetensi, dan hasil nyata.

“Kepala sekolah harus menjadi teladan. Kepercayaan lahir dari keteladanan,” tegasnya.

Ia menambahkan, komunikasi yang cepat, konsisten, berbasis fakta, empatik, dan terkoordinasi juga diperlukan, terutama ketika sekolah menghadapi persoalan atau krisis. Komite sekolah serta berbagai pemangku kepentingan juga perlu ditempatkan sebagai mitra strategis.

Pelatihan yang diikuti kepala sekolah SMP dan SMA dari berbagai sekolah di Kabupaten Sleman tersebut berlangsung interaktif. Peserta mendapatkan penguatan mengenai kepemimpinan, komunikasi, serta strategi membangun kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Dody berharap kepala sekolah mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung kebahagiaan seluruh warga sekolah.

“Guru yang bahagia akan melahirkan siswa yang bahagia. Guru yang bahagia biasanya lahir dari kepemimpinan kepala sekolah yang mampu membangun kepercayaan dan komunikasi yang baik,” tuturnya. (Arief Hartanto, KIM Kertomandiri Turi)