PMI DIY Kirim Tim Layanan Kesehatan ke Lokasi Bencana Gempa Bumi di NTT

Sleman — Ketua Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY), Prabukusumo, melepas Tim Pelayanan Kesehatan Dasar Darurat (PKDD) untuk merespons tanggap darurat bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Acara pelepasan berlangsung di Markas PMI DIY, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Senin (31/08/2026).

Tim yang diterjunkan terdiri dari enam personel, meliputi satu dokter yaitu Matahari Bunga Permata Hati, dua perawat yakni Aditia Pratama dan Murtiani, satu personel dukungan psikososial Henrikus Ega Bagastama, satu personel promosi kesehatan Indana Laazulva, serta koordinator lapangan Randy Satrio Pratama. Tim diberangkatkan melalui jalur udara pada Selasa (01/09/2026) untuk bergabung dengan satu personel dukungan psikososial, Wahyu Nurwasi Rofiah Sakti, yang telah bertugas di lokasi sejak 27 Agustus 2026.

Selama dua minggu atau 15 hari di Kabupaten Manggarai, tim medis PMI DIY akan menjalankan layanan kesehatan keliling, penanganan psikososial dasar, dan promosi kesehatan. Rombongan juga membawa bantuan peralatan medis, 20 set kruk, serta pasokan obat-obatan sesuai kebutuhan lapangan.

Ketua PMI DIY, Prabukusumo, menginstruksikan para relawan untuk fokus memberikan pendampingan kepada kelompok rentan dan memegang teguh prinsip-prinsip dasar gerakan kemanusiaan selama bertugas.

“Kami ingin memastikan masyarakat terutama kelompok rentan seperti anak-anak, wanita, dan lansia mendapatkan pelayanan kesehatan dasar dan psikososial. Saya berharap tim yang berangkat menjaga diri, mengutamakan keselamatan, kekompakan, dan kebersamaan dengan relawan lain serta masyarakat. Menjalankan tugas kemanusiaan memang tidak mudah, tetap tersenyum memberikan pelayanan terbaik,” ujar Prabukusumo.

Prabukusumo mengutarakan bahwa hingga Senin (31/08/2026), donasi masyarakat yang terhimpun melalui PMI DIY untuk bencana NTT telah mencapai ,00. Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat umum, pelanggan Apotek K-24, PMI Pusat, serta Pemerintah Daerah DIY atas dukungan yang diberikan.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat seluruh Indonesia yang menyalurkan bantuannya melalui PMI DIY. Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak,” pungkasnya.

Guna memperluas jangkauan bantuan, PMI DIY terus membuka posko donasi penanggulangan bencana melalui rekening Bank Mandiri nomor atas nama Penanggulangan Bencana PMI Propinsi DIY dengan saluran konfirmasi melalui nomor 0813 126 4645. (Kusnadi/KIM Berbah)




Merti Dusun Karakan 2026: Pesta Budaya dan Wujud Syukur Warga Sidomoyo

Sleman — Ribuan warga Padukuhan Karakan 06, Kalurahan Sidomoyo, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, bergotong royong menyukseskan puncak tradisi Merti Dusun Karakan 2026 pada Minggu (30/08/2026). Mengusung tema Saguh Ora Mingkuh, Hambuko Mulyaning Projo, tradisi tahunan ini menjadi ruang kebersamaan lintas generasi untuk mengekspresikan rasa syukur sekaligus merawat warisan budaya lokal.

Puncak perhelatan budaya yang dimulai sejak pukul WIB tersebut dimeriahkan dengan kirab budaya mengelilingi wilayah padukuhan. Kirab menempuh rute mulai dari SPPG Sidomoyo menuju Jalan Forlantas, melintasi Jalan Sidomoyo, hingga berakhir di Jalan Karakan. Berbagai atraksi seni dan kreasi warga ditampilkan dalam pawai ini, seperti gunungan hasil bumi, pasukan bergada, kereta kuda, pertunjukan topeng ireng, ogoh-ogoh, tari jathilan, serta arak-arakan dari kelompok TPA dan sekolah setempat.

Ketua Panitia Merti Dusun Karakan, Risdianto, mengungkapkan bahwa kemeriahan dan kelancaran rangkaian acara dapat terwujud berkat kuatnya semangat kebersamaan di antara seluruh elemen masyarakat Karakan.

“Semangat nyengkuyung dan bahu-membahu menjadi kekuatan utama sehingga Merti Dusun tahun ini dapat dipersiapkan dengan lebih meriah. Persiapan ini melibatkan pemuda-pemudi Ormika, Kelompok Pemuda Minggu Wage, bapak-bapak Selasa Kliwon, ibu-ibu Dawis, serta Kepala Padukuhan Karakan 06 Liling Watiyasita,” ujar Risdianto di sela-sela kegiatan.

Rangkaian perayaan merti dusun tersebut sejatinya telah berlangsung maraton sejak Juli 2026. Berbagai kegiatan pendukung telah digelar untuk menyemarakkan suasana, mulai dari pemutaran film perjuangan, pementasan seni jathilan Kudho Budoyo, pertunjukan musik indie, perlombaan anak-anak, turnamen bola voli, jalan sehat, hingga pertunjukan wayang kulit bersama dalang Ki Yusuf Anshori.

Melalui penyelenggaraan Merti Dusun Karakan 2026, warga Sidomoyo berharap nilai-nilai kebudayaan dan tradisi luhur dapat terus dilestarikan demi mempererat tali silaturahmi serta memperkokoh ikatan sosial masyarakat di tengah perkembangan zaman. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Sekolah Keterampilan PKK Margorejo Perkuat Pemberdayaan Perempuan

Sleman — Tim Penggerak (TP) PKK Kalurahan Margorejo menggelar Sekolah Keterampilan Pokja 2 di Ruang Rapat Kalurahan Margorejo Lama, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pada Senin (31/08/2026). Pelatihan yang berfokus pada pembuatan olahan boga brownies choco lava ini diselenggarakan sebagai ruang belajar untuk mendorong perempuan agar lebih produktif serta berdaya secara ekonomi.

Dalam kegiatan yang menghadirkan Mukhotimah sebagai pemateri dan tutor tersebut, para peserta diberikan praktik langsung pembuatan kue serta pembekalan teknis usaha rumahan. Peserta diajarkan cara mengolah bahan pangan berkualitas, menghitung estimasi biaya produksi, menentukan harga jual yang kompetitif, hingga strategi pemasaran produk di lingkungan masyarakat sekitar.

Ketua Pokja 2 TP PKK Margorejo, Enjang Dwi Retnoningsih, menyampaikan bahwa penguasaan tata boga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi usaha mikro yang mampu menyokong ekonomi keluarga.

“Harapannya, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi bisa dipraktikkan di rumah dan dikembangkan menjadi peluang usaha. Perempuan bukan sekadar penerima manfaat program, melainkan pelaku yang memiliki kemampuan mengembangkan potensi diri dan memberikan kontribusi terhadap ekonomi keluarga,” ujar Enjang Dwi Retnoningsih di sela-sela pelatihan.

Selain mengasah keterampilan teknis olahan pangan, program ini juga didesain untuk memperkuat kapasitas organisasi dan kepemimpinan kader melalui sistem pembagian tugas bergiliran antarpadukuhan. Pada kesempatan kali ini, Padukuhan Tegalrejo mendapat kepercayaan untuk bertugas memimpin jalannya acara, mulai dari pembawa acara, dirigen, hingga pendamping tutor.

“Dengan sistem bergiliran, setiap padukuhan memiliki kesempatan untuk mengambil peran. Mereka belajar bekerja sama, berkomunikasi, tampil di depan, sekaligus bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan,” tambah Enjang.

Melalui keberlanjutan Sekolah Keterampilan ini, TP PKK Margorejo berharap para kader dapat menularkan ilmu yang didapat kepada warga di padukuhan masing-masing, sehingga menciptakan multiplier effect bagi kemandirian ekonomi perempuan di wilayah Sleman. (SBD/KIM Tempel)




Margomulyo Jadi Wakil Sleman di Ajang Widya Manggala Praja 2026, Andalkan 9 Inovasi Pelayanan Publik

Sleman — Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, resmi mewakili Kabupaten Sleman dalam ajang Apresiasi Widya Manggala Praja Tahun 2026 untuk kategori Implementasi Pelayanan Publik Prima. Penilaian tahap uji dan observasi lapangan oleh tim juri tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berlangsung di Gedung Serbaguna Kalurahan Margomulyo pada Senin (31/08/2026).

Ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Biro Tata Pemerintahan Setda DIY bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kelurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS) DIY tersebut bertujuan mengukur keberhasilan serta memberikan apresiasi atas tata kelola pemerintahan kalurahan yang responsif dan inklusif.

Tim juri yang terdiri atas perwakilan DPMKKPS DIY, Dinas Sosial DIY, DP3AP2 DIY, DPAD DIY, serta Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY meninjau langsung kebenaran berkas administrasi dengan kondisi fisik, sarana prasarana disabilitas, kelengkapan arsip, hingga kesiapan pamong di ruang pelayanan.

Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto, menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kemudahan akses layanan bagi warga melalui pengembangan berbagai terobosan digital maupun layanan langsung.

“Pemerintah Kalurahan Margomulyo selalu berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya inovasi pelayanan publik. Margomulyo saat ini juga tengah menyempurnakan sejumlah inovasi baru, salah satunya aplikasi Pelayanan Publik Prima yang diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam memperoleh layanan,” ujar Eko Puji Mulyanto di sela-sela verifikasi lapangan.

Sembilan inovasi unggulan yang diandalkan Margomulyo mencakup layanan kependudukan berbasis digital dan jemput bola, seperti Mas Darmin, Pak Sumar, Paket Om, Akurasi, Tape Ketan, Majukiwo, Molaga, La’Dakia, dan La’Dekaka, yang mempermudah pengurusan akta, KK, hingga KIA secara efisien.

Perwakilan tim juri sekaligus Kepala Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil DPMKKPS DIY, Alexander Priyasma, menjelaskan bahwa penilaian difokuskan pada tiga indikator utama, yaitu cakupan kepemilikan dokumen kependudukan, pemenuhan sarana prasarana layanan, serta keberlanjutan inovasi.

“Kegiatan ini untuk mendapatkan standar pelayanan terbaik bagi warga masyarakat. Dari hasil observasi lapangan ini akan diperoleh banyak masukan untuk menyusun program kerja yang akan dilaksanakan ke depannya,” jelas Alexander Priyasma.

Dukungan penuh turut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, Agung Dwi Maryoto. Pihaknya mengapresiasi kesiapan Kalurahan Margomulyo dan berharap praktik pelayanan prima ini dapat direplikasi oleh kalurahan lain di wilayah Kabupaten Sleman. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Satpol PP Sleman Gelar Pembinaan Keamanan Lingkungan di Kapanewon Berbah

Sleman — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman menggelar Pembinaan Keamanan Lingkungan bagi warga masyarakat Kapanewon Berbah pada Minggu (30/08/2026). Kegiatan penguatan sistem ketentraman dan ketertiban masyarakat tersebut berlangsung di Rumah Makan Mbah Wanto, Jalan Berbah–Sampaan, Padukuhan Kuton, Kalurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman.

Acara yang bersumber dari program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Kabupaten Sleman Fraksi PKB, Mbah Wanto, ini menyasar penguatan kesadaran kolektif warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Melalui pembinaan ini, masyarakat didorong untuk aktif menggalakkan kembali kegiatan Pos Keamanan Lingkungan (Siskamling) serta mengoptimalkan peran kelompok Jaga Warga di wilayah masing-masing.

Kepala Seksi Pembinaan Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP Kabupaten Sleman, Surono, menegaskan bahwa perlindungan lingkungan harus dimulai dari prinsip kewaspadaan mandiri di tingkat keluarga.

“Dengan melaksanakan kegiatan jaga diri, jaga keluarga, dan jaga lingkungan masyarakat, kita sekaligus berperan aktif dalam menjaga ketertiban serta keamanan negara dan bangsa Indonesia. Kami berharap para orang tua selalu menjaga putra-putrinya dari perilaku negatif, seperti kejahatan jalanan, minuman keras, dan penyalahgunaan obat-obatan,” ujar Surono di hadapan peserta.

Ia juga mengimbau para orang tua agar mengawasi anak-anak usia sekolah untuk mematuhi aturan jam malam anak, yakni berada di dalam rumah mulai pukul WIB hingga WIB guna menekan risiko menjadi korban maupun pelaku tindak kejahatan jalanan.

Dukungan senada disampaikan Kaur Bin Ops Satbinmas Polresta Sleman, Muji Sukamto. Pihaknya menyoroti fenomena kenakalan remaja di jalanan yang membutuhkan penanganan sinergis dari pelbagai elemen masyarakat.

“Permasalahan kenakalan remaja merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, orang tua, tenaga pendidik, dan lingkungan. Mari bersama-sama menjaga anak-anak kita sebagai masa depan bangsa agar tidak melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri, orang tua, maupun masyarakat,” pungkas Muji Sukamto.

Melalui pembinaan keamanan lingkungan ini, Satpol PP Sleman bersama instansi kepolisian berharap angka kriminalitas jalanan di wilayah Kapanewon Berbah dapat ditekan serta tercipta kondisi lingkungan yang aman dan tertib secara berkelanjutan. (Kusnadi/KIM Berbah)