Kapanewon Depok Sosialisasikan Pembaruan Data Bansos dan Dampak Judi Online

Sleman — Pemerintah Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, memantau pelaksanaan sosialisasi bantuan sosial (bansos) sekaligus memberikan pemahaman mengenai penyebab bantuan tidak cair serta tata cara pembaruan data secara mandiri pada Jumat (04/09/2026). Langkah ini dilakukan guna memastikan penyaluran bansos di wilayah Kabupaten Sleman semakin transparan dan tepat sasaran sesuai kondisi sosial-ekonomi masyarakat terkini.

Materi sosialisasi yang disampaikan menyasar berbagai faktor penyebab berhentinya kepesertaan bansos bagi sebuah keluarga, mulai dari peningkatan kesejahteraan ekonomi hingga keterlibatan dalam aktivitas ilegal digital. Selain perubahan status desil, aktivitas transaksi pinjaman online (pinjol) dan judi online terdeteksi dapat memengaruhi sistem penilaian kelayakan penerima bantuan dari pemerintah.

Jawatan Sosial Kapanewon Depok, Subekti Handayani, menegaskan pentingnya akurasi data serta kehati-hatian masyarakat dalam bertransaksi finansial agar tidak kehilangan hak atas bansos.

“Bantuan sosial dapat tidak cair apabila kondisi ekonomi keluarga berubah sehingga desil meningkat dan tidak lagi masuk kriteria penerima. Selain itu, data transaksi pinjaman online dan aktivitas judi online juga dapat memengaruhi penilaian kondisi ekonomi penerima,” terang Subekti Handayani di sela-sela sosialisasi.

Untuk menjaga pemutakhiran data, masyarakat diajak memanfaatkan aplikasi Cek Bansos yang dapat diunduh di ponsel pintar. Pembaruan dilakukan dengan mengunggah identitas sesuai KTP dan KK pada menu profil serta mengajukan perubahan data terbaru yang nantinya divatifikasi oleh petugas secara berkala.

Subekti mengimbau seluruh warga untuk secara aktif dan jujur melaporkan kondisi ekonomi keluarganya agar program perlindungan sosial tepat guna.

“Pembaruan data bukan sekadar memenuhi administrasi, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga ketepatan sasaran bantuan. Kami berharap masyarakat aktif memastikan data keluarganya tetap sesuai dengan kondisi terkini,” tegasnya.

Melalui sosialisasi terpadu ini, Pemerintah Kapanewon Depok berharap angka ketidaktepatan sasaran bantuan sosial dapat ditekan serta mendorong kesadaran warga dalam memanfaatkan platform pemutakhiran data digital secara mandiri. (Athiful/KIM Depok)




Bangun Warga Sehat dan Bugar, Dabag Kini Punya Sasana Senam Tera

Sleman — Pengurus Senam Tera Indonesia (STI) Sasana Damai Bahagia Dabag resmi dilantik dan dikukuhkan di Gedung Serba Guna Padukuhan Dabag, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (05/09/2026). Pelantikan sasana baru di wilayah RW 27 Dabag ini diselenggarakan guna memperkuat olahraga masyarakat sekaligus membiasakan pola hidup sehat, bugar, dan produktif di tingkat pemukiman.

Pengukuhan pengurus dilakukan langsung oleh Ketua STI Kabupaten Sleman, Sugiman, seusai pelaksanaan senam bersama yang diikuti warga sejak pukul WIB. Acara tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sleman Ali Imron, Dukuh Dabag Ahmad Sunaryo yang mewakili Pemerintah Kalurahan Condongcatur, jajaran pengurus RT/RW, pelatih dari Sasana Bugar Pringwulung, serta puluhan pegiat senam terawan dan terawati.

Ketua STI Kabupaten Sleman, Sugiman, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya wadah organisasi resmi bagi para pegiat olahraga pernapasan ini dan berharap pengurus baru dapat konsisten menggerakkan warga.

“Selamat kepada seluruh pengurus STI Sasana Damai Bahagia Dabag yang telah dilantik dan dikukuhkan. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik untuk mengembangkan Senam Tera Indonesia serta bersama-sama mewujudkan masyarakat yang sehat dan bugar,” ujar Sugiman di sela-sela acara.

Pendirian sasana ini diawali dari inisiatif warga setempat, Siti Zulia, yang kemudian mendapat respons positif dari pengurus RW 27 Dabag hingga latihan perdana dapat bergulir sejak 16 Juni 2026. Ketua STI Sasana Damai Bahagia Dabag terpilih, Maryati, mengutarakan komitmennya untuk memajukan sasana melalui sinergi bersama seluruh elemen masyarakat.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kami berharap dukungan, bimbingan, dan arahan dari berbagai pihak terus diberikan agar STI Sasana Damai Bahagia Dabag semakin maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Maryati.

Dukungan senada disampaikan Dukuh Dabag, Ahmad Sunaryo. Pihaknya berharap keberadaan Sasana Damai Bahagia tidak hanya menjadi sarana meningkatkan kualitas fisik warga, tetapi juga efektif mempererat silaturahmi serta kebersamaan antarwarga di Kalurahan Condongcatur. (Sri Wahyuni/KIM Depok)




Forkom Berbah Fasilitasi Penyelesaian Aduan Bau, Pengelola KPI Ngupoyo Mino Komitmen Lakukan Perbaikan

Sleman — Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon (Forkom) Berbah memfasilitasi musyawarah penyelesaian aduan warga terkait gangguan polusi udara bau yang diduga berasal dari aktivitas produksi pakan ikan KPI Ngupoyo Mino. Rapat koordinasi yang mempertemukan pihak pengelola, warga, serta instansi terkait tersebut berlangsung di Kantor Kalurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, pada Jumat (04/09/2026).

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari inspeksi lapangan pada Selasa (01/09/2026) dan penyampaian Laporan Hasil Pengawasan Insidentil oleh Panewu Berbah kepada Bupati Sleman pada Kamis (03/09/2026). Rapat dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman Junaidi, Panewu Berbah Djaka Sumarsono, Danramil 10/Berbah Kapten Inf. Edi Sutrisno, Kapolsek Berbah AKP Fitrianto Heri Nugroho, anggota DPRD Sleman Mbah Wanto, serta Ketua KPI Ngupoyo Mino Suharyanto.

Dari hasil musyawarah tersebut, Ketua KPI Ngupoyo Mino, Suharyanto, menandatangani Berita Acara Kesepakatan Bersama Nomor dan surat pernyataan tertulis. Pihak pengelola menyanggupi untuk memindahkan bahan pakan penyebab bau dari area kolam dalam kurun waktu maksimal satu minggu, serta bersedia menutup total kegiatan produksi pakan jika masalah bau tetap berlanjut setelah tenggat waktu tersebut.

Kepala DLH Kabupaten Sleman, Junaidi, menegaskan agar poin-poin kesepakatan tersebut dipatuhi secara konsisten oleh pengelola demi menjaga kenyamanan pemukiman warga sekitar.

“Mari kita laksanakan apa yang telah menjadi kesepakatan bersama dalam rapat siang ini. Pengelola agar mematuhi surat pernyataan dan berita acara kesepakatan yang telah ditandatangani. Kami tidak akan segan mengambil langkah penutupan usaha produksi pakan ikan sesuai arahan Bupati Sleman apabila ke depan masih ada aduan dari masyarakat terkait polusi udara yang meresahkan,” tegas Junaidi.

Senada dengan hal itu, Panewu Berbah, Djaka Sumarsono, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menahan diri serta bersama-sama melakukan pemantauan pelaksanaan kesepakatan selama satu minggu ke depan.

“Kami berharap seluruh pihak menahan diri. Kita bersama-sama mencari solusi agar kejadian seperti ini tidak berulang pada tahun-tahun mendatang. Mari bersama-sama kita pantau pelaksanaannya ke depan agar pengelola mematuhi kesepakatan bersama yang telah dituangkan dalam berita acara,” ujar Djaka Sumarsono.

Melalui pendekatan dialog interaktif ini, Forkom Berbah berharap keberlangsungan usaha budidaya ikan warga tetap dapat berjalan seiring dengan terpenuhinya hak masyarakat atas lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. (Wasana/KIM Depok)




Maulid Akbar Majelis El-Fayyadh Semarakkan Sardonoharjo, Ribuan Jamaah Padati Halaman Kalurahan

Sleman — Ribuan jamaah dari berbagai wilayah memadati halaman Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, untuk menghadiri gelaran Maulid Akbar 2026 Majelis El-Fayyadh pada Jumat (04/09/2026) malam. Perhelatan keagamaan yang dimulai pukul WIB tersebut diselenggarakan sebagai bentuk ungkapan cinta kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus sarana mempererat ukhuwah islamiyah antarwarga.

Acara yang dipimpin oleh Kiai Haji Misbahul Anam bersama jajaran kiai dan tokoh agama setempat ini diisi dengan pembacaan maulid, lantunan selawat yang diiringi oleh Hadroh Majelis El-Fayyadh, penayangan video refleksi sejarah Rasulullah, hingga penyampaian mauidhoh hasanah. Kemeriahan puncak peringatan Maulid Nabi tersebut turut dihiasi atraksi pesta kembang api di atas langit Sardonoharjo serta bazar kuliner Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Salah seorang jamaah asal kalurahan tetangga, Anto, mengungkapkan rasa syukurnya dapat hadir dan berselawat bersama ribuan warga lainnya di momen penuh keberkahan tersebut.

“Di bulan Maulid seperti ini, masyarakat sangat antusias mengikuti selawatan. Ini menjadi bentuk kecintaan kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW sekaligus mempererat kebersamaan dan guyub rukun sesama umat Islam,” ujar Anto di sela-sela kegiatan.

Melalui perpaduan antara peningkatan kualitas spiritual, penguatan jalinan silaturahmi warga, serta pemberdayaan ekonomi pedagang kecil, pengurus Majelis El-Fayyadh dan Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo berharap tradisi Maulid Nabi ini terus menjadi perekat keharmonisan sosial masyarakat di wilayah Kapanewon Ngaglik. (Egi Prayoga/KIM DSN Ngaglik)




Susur Sungai Code: Menjaga Ekologi, Membuka Peluang Wisata dan Ekonomi Warga

Sleman — Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Susur Sungai Code pada Jumat (04/09/2026). Perhelatan yang digelar dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-43 SPs UGM tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas lokal dalam menjaga kelestarian ekosistem air sekaligus merintis potensi wisata sungai.

Rangkaian acara diawali dengan pelepasan jangkrik, burung, dan ikan di bantaran sungai sebagai simbol keberlanjutan ekologi. Pelepasan satwa tersebut dilakukan oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar, serta Dekan Sekolah Vokasi UGM, Agus Maryono. Peserta kemudian melakukan susur sungai menggunakan perahu dayung menyusuri rute kawasan Sendowo/Blimbingsari hingga Pasar Minggon di dekat Jembatan Sarjito, Jetis.

Dekan Sekolah Pascasarjana UGM, Siti Malkhamah, menegaskan pentingnya aksi nyata lintas sektor agar keberadaan sungai dapat terus memberikan manfaat ekologis sepanjang tahun tanpa menimbulkan bencana.

“Bagaimana kita bersama-sama menjaga sungai, dengan harapan pada musim kemarau sungai tidak kering dan ketika musim hujan tidak menimbulkan banjir. Membantu masyarakat tidak cukup hanya dengan menjadi narasumber, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata,” ujar Siti Malkhamah di sela-sela kegiatan.

Dukungan serupa disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar. Pihaknya menggarisbawahi komitmen Pemkab Sleman untuk berkolaborasi dengan Pemkot Yogyakarta dan UGM demi mengintegrasikan pemeliharaan lingkungan dengan pengembangan kawasan wisata.

“Sleman dan Kota berkolaborasi bersama UGM. Hari ini kita perjuangkan agar Kali Code menjadi satu-satunya wisata susur sungai dari Sendowo/Blimbingsari sampai Jetisharjo, dengan harapan masyarakat bisa bahagia karena lingkungannya bersih,” tutur Abu Bakar.

Melalui kegiatan susur sungai ini, para pemangku kepentingan berharap pemantauan kondisi lingkungan dan deteksi dini kebencanaan di sepanjang aliran Sungai Code dapat dilakukan secara rutin. Selain itu, kolaborasi dengan komunitas Pemetri Sungai Code dan operator perahu diharapkan mampu mewujudkan paket wisata berbasis lingkungan yang memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga sekitar. (Y. Edy Setyoharjo/KIM Pijar Mlati)