Dari Lahan Terbatas ke Hidroponik, Tiga KWT Condongcatur Wakili Sleman Perkuat Urban Farming

Sleman — Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan tidak menyurutkan semangat para petani wanita di Kabupaten Sleman untuk mewujudkan kemandirian pangan. Tiga Kelompok Wanita Tani (KWT) asal Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, yaitu KWT Teratai Mekar Dabag, KWT Arum Melati Soropadan, dan KWT Lestari Gempol, dipercaya mewakili Kabupaten Sleman dalam Pelatihan Agribisnis Pertanian Berbasis Teknologi Hidroponik yang berlangsung pada Senin (31/08/2026) hingga Jumat (04/09/2026).
Pelatihan intensif selama lima hari yang diselenggarakan oleh UPTD Balai Pemberdayaan Pertanian dan Agribisnis (Balai PPA) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY di Sewon, Bantul, ini diikuti 15 peserta dari berbagai kabupaten/kota se-DIY. Para peserta dibekali materi teoretis, praktik peracikan nutrisi, pembuatan instalasi sistem hidroponik, pengenalan smart farming, hingga Praktik Kerja Lapangan (PKL) ke Jogja Agro Park di Nanggulan, Kulon Progo, pada Rabu (02/09/2026).
Ulu-Ulu Kalurahan Condongcatur, Murgiyanta, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan tiga KWT tersebut dan berharap ilmu yang diperoleh dapat disebarluaskan ke seluruh KWT di 18 padukuhan yang ada di wilayah Condongcatur.
“Pemerintah Kalurahan Condongcatur sangat mendukung agar seluruh KWT yang ada di Condongcatur aktif mengikuti berbagai pelatihan dan kegiatan peningkatan kapasitas. Selain menambah pengetahuan dan keterampilan yang dapat dipraktikkan di kelompok masing-masing, kegiatan seperti ini juga penting untuk memperluas jejaring, baik antarkelompok wanita tani maupun dengan dinas dan pemangku kepentingan terkait,” ujar Murgiyanta.
Kesan positif turut dirasakan oleh salah satu peserta pelatihan asal KWT Teratai Mekar Dabag, Heni Purwanti. Pihaknya mengaku mendapat banyak pemahaman teknis yang aplikatif untuk diterapkan di pemukiman padat penduduk.
“Pelatihan ini menambah wawasan baru tentang hidroponik. Proses belajarnya menyenangkan karena kami tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung praktik membuat instalasi sederhana dan meracik nutrisi tanaman. Penjelasan narasumber jelas, mudah dipahami, dan interaktif,” tutur Heni Purwanti.
Sebagai Rencana Tindak Lanjut (RTL) usai penutupan pelatihan pada Jumat (04/09/2026), ketiga KWT asal Condongcatur berkomitmen menjalankan program aksi lima minggu berupa budidaya hidroponik sistem wick sederhana menggunakan baki, net pot, dan papan sterofom. Langkah ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengoptimalkan pekarangan rumah tangga serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat di kawasan perkotaan. (Wasana/KIM Depok)



