Tenaga Kesehatan Jadi Petugas Upacara di Kapanewon Depok, Semangat Haornas Gaungkan Budaya Hidup Sehat

Sleman – Tenaga kesehatan dari tiga puskesmas di wilayah Kapanewon Depok mendapat kepercayaan menjadi petugas Upacara Bendera Rutin Bulan September 2026 di halaman Kantor Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (29/9/2026).

Upacara yang diikuti oleh sedikitnya 259 peserta dari jajaran Kapanewon Depok, Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Caturtunggal, Maguwoharjo, TNI-Polri, hingga tenaga pendidik tersebut berlangsung khidmat sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Ke-43.

Kepala Puskesmas Depok I, Henni Widiarini, bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan amanat Bupati Sleman yang menekankan pentingnya olahraga sebagai investasi pembangunan sumber daya manusia.

“Hari Olahraga Nasional bukan sekadar peringatan. Ia adalah pengingat bahwa olahraga merupakan bagian penting dari pembangunan manusia. Olahraga adalah investasi masa depan yang berdampak pada karakter bangsa dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Henni Widiarini saat membacakan amanat Bupati Sleman.

Dalam amanat tersebut, Bupati Sleman juga menekankan agar tema Haornas Ke-43, “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar”, diwujudkan secara nyata melalui kearifan lokal Jawa “Gliyak-gliyak tumindak”.

“Selaras dengan semangat Haornas, leluhur kita menggelorakan semangat ‘Gliyak-gliyak tumindak’, pelan-pelan asal sudah dimulai. Masyarakat diajak membangun kebiasaan aktif melalui aktivitas sederhana, mulai dari berjalan kaki, bersepeda, senam, hingga berlari,” tambahnya.

Adapun petugas upacara merupakan kolaborasi dari Puskesmas Depok I, II, dan III. Aditya Dicky Romanta bertugas sebagai perwira upacara, Arief Budiartho sebagai komandan upacara, serta pengibaran bendera dilaksanakan oleh Rindang Arifah, Darisityana Kurniasari, dan Dwi Anisa Purnamasari.

Pembacaan UUD 1945 dibawakan oleh Dewinta Nurmala Putri, Panca Prasetya Korpri oleh Mirza Hendra Wardhana, pembawa acara Suparmi Rantono, ajudan Widariyani, dan doa dipimpin oleh Masropin dari KUA Depok. Suasana upacara kian semarak dengan penampilan paduan suara guru PAUD se-Kapanewon Depok yang membawakan lagu “Mars Haornas” dan “Bagimu Negeri”.

Seusai upacara, Staf Jawatan Praja Kapanewon Depok, Agung Nugraha, menyampaikan apresiasi atas kelancaran acara dan mengumumkan bahwa petugas upacara untuk bulan Oktober 2026 mendatang akan diemban oleh jajaran Polsek Bulaksumur. (Wasana/KIM Depok)




Pererat Ukhuwah Islamiyah, PRM Balecatur Selatan Gelar Pengajian Keliling Lapanan

Sleman – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Balecatur Selatan kembali menggelar pengajian keliling rutin lapanan setiap akhir bulan guna mempererat ukhuwah islamiyah antarjamaah. Untuk periode September 2026, pengajian dipusatkan di Masjid Al-Ikhlas 2, Padukuhan Temuwuh Kidul, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (28/9/2026).

Suasana pengajian kali ini berlangsung meriah dan nikmat berkat penampilan musik musik religi dari grup “Nggayoh Suwargo” pimpinan Wawan, yang membawakan alunan lagu-lagu islami pembakar semangat para jamaah.

Ketua PRM Balecatur Selatan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada takmir Masjid Al-Ikhlas 2 atas penyambutan silaturahmi pengurus beserta jamaah.

“Tujuan pengajian lapanan ini diadakan adalah untuk mempererat silaturahmi antarjamaah dengan pengurus PRM Balecatur Selatan agar ukhuwah islamiyah semakin kuat,” ujarnya.

Sementara itu, materi kajian inti disampaikan oleh Imam Rosidi. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya menjaga kebahagiaan serta kesehatan jasmani dan rohani bagi setiap muslim dalam menjalankan ibadah secara optimal.

“Mengapa kita harus sehat dan bahagia? Karena kalau kita sehat dan bahagia, dalam melakukan ibadah bisa maksimal, tentunya dengan hati yang ikhlas serta tidak lupa selalu bersyukur atas karunia-Nya. Bagi kita semua, terutama yang sudah menginjak usia 50 tahun ke atas, mari kita perbaiki ibadah dan sedekah kita. Terutama shalat lima waktu bagi laki-laki diusahakan berjamaah di masjid karena pahalanya sangat besar,” tutur Imam Rosidi.

Pengajian yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut ditutup dengan doa bersama pimpinan Imam Rosidi, dilanjutkan sesi ramah tamah serta foto bersama pengurus PRM Balecatur Selatan dan takmir masjid setempat. (Antok/KIM Parartaguna Gamping)




Dorong Ngaglik Raih UHC Utama 2027, Dinkes Sleman Giatkan Sosialisasi JKN

Sleman – Pemerintah Kapanewon Ngaglik bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman menggelar sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Aula Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (28/9/2026).

Kegiatan ini bertujuan mendorong optimalisasi kepesertaan serta keaktifan masyarakat guna mendukung terwujudnya predikat Universal Health Coverage (UHC) Utama pada 2027 dengan target cakupan mencapai 99 persen di wilayah Sleman.

Acara tersebut melibatkan perwakilan Puskesmas Ngaglik 1 dan Puskesmas Ngaglik 2, para lurah, pamong kalurahan, dukuh, hingga kader kesehatan se-Kapanewon Ngaglik.

Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Aris Munandar, menyampaikan bahwa optimalisasi JKN di Sleman berpedoman pada Peraturan Bupati Sleman Nomor 040/INSTR/2026. Ia menekankan pentingnya menjaga status kepesertaan tetap aktif di samping mengejar angka kepesertaan.

“Ketercapaian jaminan kesehatan pada masyarakat tidak hanya dilihat dari kepesertaannya saja, tetapi juga keaktifan peserta sehingga dapat mewujudkan predikat UHC tahun 2027 dengan pencapaian 99 persen. Masyarakat juga perlu memahami status kepesertaan, hak dan kewajiban, serta prosedur memperoleh pelayanan kesehatan agar program jaminan kesehatan dapat dimanfaatkan secara tepat,” ujar Aris Munandar.

Aris memaparkan, skema kepesertaan Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja (PBPU/BP) yang ditanggung pemerintah daerah diperuntukkan bagi warga miskin dan rentan miskin, warga ber-SKTM dari kalurahan, serta penerima penghargaan jaminan kesehatan seperti kader kesehatan.

Selain itu, ia mengimbau warga untuk memanfaatkan layanan digital Mobile JKN serta mematuhi alur pelayanan medis dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga mekanisme rujukan.

Panewu Ngaglik, Edi Wibawa, menyambut positif sosialisasi berjenjang ini dan berharap target UHC Utama 2027 dapat tercapai agar seluruh warga Ngaglik memperoleh kepastian akses layanan kesehatan yang bermutu. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Perkuat Ketahanan Pangan, KWT ‘Aisyiyah Sholihah Sidomulyo Ikuti Lomba GLHA dan OPL

Sleman – Kelompok Wanita Tani (KWT) ‘Aisyiyah Sholihah Sidomulyo mewakili Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Godean dalam ajang Lomba Gerakan Lumbung Hidup ‘Aisyiyah (GLHA) dan Olahan Pangan Lokal (OPL) yang diselenggarakan oleh Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah.

Proses penilaian lapangan dilakukan secara langsung oleh tim juri dari Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sleman dan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta di Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman pada Senin (28/9/2026).

Ketua KWT ‘Aisyiyah Sholihah Sidomulyo, Susiyanti Nugroho, memaparkan bahwa kelompoknya mengelola lahan percontohan (demplot) seluas sekitar 600 meter persegi yang ditanami aneka pangan lokal seperti jagung, ubi, talas, serta sayur-mayur.

“Tanaman unggulan kami adalah lidah buaya (Aloe Vera). Produk olahan lidah buaya kami buat menjadi produk instan dan akan terus dikembangkan untuk varian produk lainnya. Guna memenuhi kebutuhan protein hewani, kami juga memelihara ayam petelur, budidaya ikan, serta memelihara maggot sebagai pakan ternak,” ujar Susiyanti Nugroho.

Pendampingan KWT ini turut didukung oleh program pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Dosen Prodi Manajemen UMY, Tri Maryati, menyebutkan pihaknya rutin memberikan sosialisasi dan pelatihan berkala bagi anggota KWT.

Usai melakukan pemantauan dan evaluasi, perwakilan tim juri, Indah, memberikan sejumlah catatan strategis untuk pengembangan KWT ‘Aisyiyah Sholihah.

“Tanaman lidah buaya yang menjadi unggulan harus dirawat dengan baik. Sebaiknya pagar keliling ditanami tanaman hijau seperti singkong atau kelor agar tampak asri dan terlindungi. Selain itu, produk unggulan agar segera diupayakan mendapatkan sertifikasi halal dari MUI. Lakukan kolaborasi dengan KWT lain agar makin berkembang, berdaya, dan berdampak bagi lingkungan,” imbau Indah.

Melalui keikutsertaan dalam kompetisi ini, KWT ‘Aisyiyah Sholihah Sidomulyo diharapkan dapat terus menjaga konsistensi pengolahan pangan mandiri guna mendukung pemenuhan gizi keluarga serta kemandirian ekonomi warga setempat. (Giek/KIM Moyudan)




Tumbuhkan Minat Baca Anak, Pokja II TP PKK Sendangtirto Gelar Mendongeng Bersama Bunda Catur

Sleman – Tim Penggerak (TP) PKK Kalurahan Sendangtirto melalui Pokja II menggelar kegiatan mendongeng bagi anak-anak di Bus Pojok Baca Perpustakaan Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu (27/9/2026).

Kegiatan literasi yang mengusung tema kasih sayang kepada sahabat ini menghadirkan pendongeng nasional yang juga pengajar TK Ibnul Qayyim Gandu, Catur Hidayati atau yang akrab disapa Bunda Catur.

Ketua Pokja II TP PKK Kalurahan Sendangtirto, Endang Prihandayani, menyampaikan bahwa mendongeng merupakan bagian dari program prioritas Pokja II dalam mendukung tumbuh kembang anak dan menanamkan minat baca sejak dini.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan hiburan bagi anak, membentuk moral, merangsang imajinasi, serta membangun hubungan sosial dengan lingkungan. Harapannya anak bisa lebih mengenal alam lingkungan serta merangsang perkembangan otak,” ungkap Endang Prihandayani.

Dalam aksinya, Bunda Catur menggunakan beragam media pendukung seperti boneka tangan maskot dan boneka ulat guna menghidupkan alur cerita serta menarik perhatian anak-anak.

“Fungsi lain dari mendongeng adalah melatih anak fokus pada permasalahan dan melatih daya ingat melalui kegiatan menyimak alur cerita. Sarana perlengkapan seperti boneka menjadi piranti untuk mengikat perhatian anak agar lebih fokus,” jelas Catur Hidayati.

Panewu Berbah, Djaka Sumarsono, bersama Ketua TP PKK Kapanewon Berbah yang hadir meninjau lokasi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif edukatif tersebut.

“Imajinasi yang didapat anak ketika mendengarkan dongeng akan membekas sampai dewasa. Ketika dongeng tersebut berisi tentang pendidikan moral yang baik, pesan itu akan terbawa sampai mereka tumbuh dewasa,” ujar Djaka Sumarsono. (Kusnadi/KIM Berbah)