Merti Dusun Karakan 2026: Pesta Budaya dan Wujud Syukur Warga Sidomoyo

Sleman — Ribuan warga Padukuhan Karakan 06, Kalurahan Sidomoyo, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, bergotong royong menyukseskan puncak tradisi Merti Dusun Karakan 2026 pada Minggu (30/08/2026). Mengusung tema Saguh Ora Mingkuh, Hambuko Mulyaning Projo, tradisi tahunan ini menjadi ruang kebersamaan lintas generasi untuk mengekspresikan rasa syukur sekaligus merawat warisan budaya lokal.

Puncak perhelatan budaya yang dimulai sejak pukul WIB tersebut dimeriahkan dengan kirab budaya mengelilingi wilayah padukuhan. Kirab menempuh rute mulai dari SPPG Sidomoyo menuju Jalan Forlantas, melintasi Jalan Sidomoyo, hingga berakhir di Jalan Karakan. Berbagai atraksi seni dan kreasi warga ditampilkan dalam pawai ini, seperti gunungan hasil bumi, pasukan bergada, kereta kuda, pertunjukan topeng ireng, ogoh-ogoh, tari jathilan, serta arak-arakan dari kelompok TPA dan sekolah setempat.

Ketua Panitia Merti Dusun Karakan, Risdianto, mengungkapkan bahwa kemeriahan dan kelancaran rangkaian acara dapat terwujud berkat kuatnya semangat kebersamaan di antara seluruh elemen masyarakat Karakan.

“Semangat nyengkuyung dan bahu-membahu menjadi kekuatan utama sehingga Merti Dusun tahun ini dapat dipersiapkan dengan lebih meriah. Persiapan ini melibatkan pemuda-pemudi Ormika, Kelompok Pemuda Minggu Wage, bapak-bapak Selasa Kliwon, ibu-ibu Dawis, serta Kepala Padukuhan Karakan 06 Liling Watiyasita,” ujar Risdianto di sela-sela kegiatan.

Rangkaian perayaan merti dusun tersebut sejatinya telah berlangsung maraton sejak Juli 2026. Berbagai kegiatan pendukung telah digelar untuk menyemarakkan suasana, mulai dari pemutaran film perjuangan, pementasan seni jathilan Kudho Budoyo, pertunjukan musik indie, perlombaan anak-anak, turnamen bola voli, jalan sehat, hingga pertunjukan wayang kulit bersama dalang Ki Yusuf Anshori.

Melalui penyelenggaraan Merti Dusun Karakan 2026, warga Sidomoyo berharap nilai-nilai kebudayaan dan tradisi luhur dapat terus dilestarikan demi mempererat tali silaturahmi serta memperkokoh ikatan sosial masyarakat di tengah perkembangan zaman. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Sekolah Keterampilan PKK Margorejo Perkuat Pemberdayaan Perempuan

Sleman — Tim Penggerak (TP) PKK Kalurahan Margorejo menggelar Sekolah Keterampilan Pokja 2 di Ruang Rapat Kalurahan Margorejo Lama, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pada Senin (31/08/2026). Pelatihan yang berfokus pada pembuatan olahan boga brownies choco lava ini diselenggarakan sebagai ruang belajar untuk mendorong perempuan agar lebih produktif serta berdaya secara ekonomi.

Dalam kegiatan yang menghadirkan Mukhotimah sebagai pemateri dan tutor tersebut, para peserta diberikan praktik langsung pembuatan kue serta pembekalan teknis usaha rumahan. Peserta diajarkan cara mengolah bahan pangan berkualitas, menghitung estimasi biaya produksi, menentukan harga jual yang kompetitif, hingga strategi pemasaran produk di lingkungan masyarakat sekitar.

Ketua Pokja 2 TP PKK Margorejo, Enjang Dwi Retnoningsih, menyampaikan bahwa penguasaan tata boga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi usaha mikro yang mampu menyokong ekonomi keluarga.

“Harapannya, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi bisa dipraktikkan di rumah dan dikembangkan menjadi peluang usaha. Perempuan bukan sekadar penerima manfaat program, melainkan pelaku yang memiliki kemampuan mengembangkan potensi diri dan memberikan kontribusi terhadap ekonomi keluarga,” ujar Enjang Dwi Retnoningsih di sela-sela pelatihan.

Selain mengasah keterampilan teknis olahan pangan, program ini juga didesain untuk memperkuat kapasitas organisasi dan kepemimpinan kader melalui sistem pembagian tugas bergiliran antarpadukuhan. Pada kesempatan kali ini, Padukuhan Tegalrejo mendapat kepercayaan untuk bertugas memimpin jalannya acara, mulai dari pembawa acara, dirigen, hingga pendamping tutor.

“Dengan sistem bergiliran, setiap padukuhan memiliki kesempatan untuk mengambil peran. Mereka belajar bekerja sama, berkomunikasi, tampil di depan, sekaligus bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan,” tambah Enjang.

Melalui keberlanjutan Sekolah Keterampilan ini, TP PKK Margorejo berharap para kader dapat menularkan ilmu yang didapat kepada warga di padukuhan masing-masing, sehingga menciptakan multiplier effect bagi kemandirian ekonomi perempuan di wilayah Sleman. (SBD/KIM Tempel)




Margomulyo Jadi Wakil Sleman di Ajang Widya Manggala Praja 2026, Andalkan 9 Inovasi Pelayanan Publik

Sleman — Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, resmi mewakili Kabupaten Sleman dalam ajang Apresiasi Widya Manggala Praja Tahun 2026 untuk kategori Implementasi Pelayanan Publik Prima. Penilaian tahap uji dan observasi lapangan oleh tim juri tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berlangsung di Gedung Serbaguna Kalurahan Margomulyo pada Senin (31/08/2026).

Ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Biro Tata Pemerintahan Setda DIY bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kelurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS) DIY tersebut bertujuan mengukur keberhasilan serta memberikan apresiasi atas tata kelola pemerintahan kalurahan yang responsif dan inklusif.

Tim juri yang terdiri atas perwakilan DPMKKPS DIY, Dinas Sosial DIY, DP3AP2 DIY, DPAD DIY, serta Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY meninjau langsung kebenaran berkas administrasi dengan kondisi fisik, sarana prasarana disabilitas, kelengkapan arsip, hingga kesiapan pamong di ruang pelayanan.

Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto, menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kemudahan akses layanan bagi warga melalui pengembangan berbagai terobosan digital maupun layanan langsung.

“Pemerintah Kalurahan Margomulyo selalu berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya inovasi pelayanan publik. Margomulyo saat ini juga tengah menyempurnakan sejumlah inovasi baru, salah satunya aplikasi Pelayanan Publik Prima yang diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam memperoleh layanan,” ujar Eko Puji Mulyanto di sela-sela verifikasi lapangan.

Sembilan inovasi unggulan yang diandalkan Margomulyo mencakup layanan kependudukan berbasis digital dan jemput bola, seperti Mas Darmin, Pak Sumar, Paket Om, Akurasi, Tape Ketan, Majukiwo, Molaga, La’Dakia, dan La’Dekaka, yang mempermudah pengurusan akta, KK, hingga KIA secara efisien.

Perwakilan tim juri sekaligus Kepala Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil DPMKKPS DIY, Alexander Priyasma, menjelaskan bahwa penilaian difokuskan pada tiga indikator utama, yaitu cakupan kepemilikan dokumen kependudukan, pemenuhan sarana prasarana layanan, serta keberlanjutan inovasi.

“Kegiatan ini untuk mendapatkan standar pelayanan terbaik bagi warga masyarakat. Dari hasil observasi lapangan ini akan diperoleh banyak masukan untuk menyusun program kerja yang akan dilaksanakan ke depannya,” jelas Alexander Priyasma.

Dukungan penuh turut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, Agung Dwi Maryoto. Pihaknya mengapresiasi kesiapan Kalurahan Margomulyo dan berharap praktik pelayanan prima ini dapat direplikasi oleh kalurahan lain di wilayah Kabupaten Sleman. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Satpol PP Sleman Gelar Pembinaan Keamanan Lingkungan di Kapanewon Berbah

Sleman — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman menggelar Pembinaan Keamanan Lingkungan bagi warga masyarakat Kapanewon Berbah pada Minggu (30/08/2026). Kegiatan penguatan sistem ketentraman dan ketertiban masyarakat tersebut berlangsung di Rumah Makan Mbah Wanto, Jalan Berbah–Sampaan, Padukuhan Kuton, Kalurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman.

Acara yang bersumber dari program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Kabupaten Sleman Fraksi PKB, Mbah Wanto, ini menyasar penguatan kesadaran kolektif warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Melalui pembinaan ini, masyarakat didorong untuk aktif menggalakkan kembali kegiatan Pos Keamanan Lingkungan (Siskamling) serta mengoptimalkan peran kelompok Jaga Warga di wilayah masing-masing.

Kepala Seksi Pembinaan Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP Kabupaten Sleman, Surono, menegaskan bahwa perlindungan lingkungan harus dimulai dari prinsip kewaspadaan mandiri di tingkat keluarga.

“Dengan melaksanakan kegiatan jaga diri, jaga keluarga, dan jaga lingkungan masyarakat, kita sekaligus berperan aktif dalam menjaga ketertiban serta keamanan negara dan bangsa Indonesia. Kami berharap para orang tua selalu menjaga putra-putrinya dari perilaku negatif, seperti kejahatan jalanan, minuman keras, dan penyalahgunaan obat-obatan,” ujar Surono di hadapan peserta.

Ia juga mengimbau para orang tua agar mengawasi anak-anak usia sekolah untuk mematuhi aturan jam malam anak, yakni berada di dalam rumah mulai pukul WIB hingga WIB guna menekan risiko menjadi korban maupun pelaku tindak kejahatan jalanan.

Dukungan senada disampaikan Kaur Bin Ops Satbinmas Polresta Sleman, Muji Sukamto. Pihaknya menyoroti fenomena kenakalan remaja di jalanan yang membutuhkan penanganan sinergis dari pelbagai elemen masyarakat.

“Permasalahan kenakalan remaja merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, orang tua, tenaga pendidik, dan lingkungan. Mari bersama-sama menjaga anak-anak kita sebagai masa depan bangsa agar tidak melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri, orang tua, maupun masyarakat,” pungkas Muji Sukamto.

Melalui pembinaan keamanan lingkungan ini, Satpol PP Sleman bersama instansi kepolisian berharap angka kriminalitas jalanan di wilayah Kapanewon Berbah dapat ditekan serta tercipta kondisi lingkungan yang aman dan tertib secara berkelanjutan. (Kusnadi/KIM Berbah)




Pengelolaan Masjid Jadi Kunci, Dorong Masjid Makmur dan Memakmurkan di Mlati

Sleman — Lebih dari 600 jamaah memadati Masjid Al Hanif, Padukuhan Warak Kidul, Kalurahan Sumberadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, untuk mengikuti Pengajian Ahad Wage Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Mlati pada Minggu (30/08/2026). Perhelatan keagamaan yang diselenggarakan Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Sumberadi ini menjadi momentum penting untuk menguatkan kembali peran masjid sebagai pusat peradaban dan solusi sosial umat.

Mengangkat tema Masjid Makmur Memakmurkan, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang pengajian rutin, melainkan juga menghadirkan pemberdayaan ekonomi dan pelayanan sosial. Panitia memfasilitasi 13 pelaku UMKM lokal, menyediakan layanan potong rambut gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pentasyarufan dana zakat dan infak melalui Lazismu Mlati kepada anak-anak yatim di wilayah Sumberadi.

Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, M. Jamaluddin Ahmad, dalam tausiyahnya menegaskan bahwa tantangan utama umat Islam saat ini adalah bagaimana mengelola keberadaan masjid agar hidup dan bermanfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

“Makmur memakmurkan, dari masjid kita bangkit, dan apa pun masalahnya masjid solusinya. Jadi masjid itu dipenuhi jamaah untuk melakukan salat. Masjid juga harus bisa menampung keinginan anak-anak muda,” ujar M. Jamaluddin Ahmad di hadapan ratusan jamaah.

Ia menambahkan, pengelolaan masjid modern tidak boleh hanya fokus pada kemegahan fisik bangunan, melainkan harus diimbangi dengan program pembinaan keagamaan yang kreatif, ramah anak, serta responsif terhadap kebutuhan pemuda. Di samping itu, tata kelola dana infak dan sedekah harus dikelola secara profesional dan transparan guna membantu perekonomian warga serta menguatkan ketahanan keluarga di lingkungan setempat.

Melalui integrasi kegiatan ibadah, pembinaan generasi muda, dan aksi sosial kemasyarakatan ini, PCM dan PCA Mlati berharap seluruh masjid di wilayah Sleman dapat bertransformasi menjadi pusat penguatan akidah sekaligus penggerak kesejahteraan warga. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri)