Warga Pasekan Kidul Lepas Mahasiswa KKN UNISA Kelompok 46

Sleman — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 46 Angkatan 2026 Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta resmi berpamitan kepada warga Padukuhan Pasekan Kidul, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Minggu (30/08/2026). Perpisahan yang digelar di kediaman Dukuh Pasekan Kidul tersebut menandai berakhirnya masa pengabdian masyarakat yang telah berlangsung selama sebulan penuh.

Acara pelepasan dihadiri langsung oleh Lurah Balecatur Andri Septiyanto, Jagabaya Balecatur Susanto, Kepala Padukuhan Pasekan Kidul Agus Munarna, serta jajaran ketua RT dan RW setempat. Selama satu bulan, sebanyak sepuluh mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja akademis, melainkan juga aktif berbaur dalam kehidupan sosial kemasyarakatan warga.

Dukuh Pasekan Kidul, Agus Munarna, mengapresiasi kontribusi dan partisipasi aktif para mahasiswa yang dinilai telah memberikan dampak positif bagi keharmonisan serta dinamika warga di padukuhan.

“Kehadiran mahasiswa memberikan warna tersendiri bagi warga, terutama melalui berbagai kegiatan dan interaksi yang terjalin selama berada di padukuhan ini,” tutur Agus Munarna.

Pada kesempatan yang sama, Ketua KKN UNISA Kelompok 46, I Made Rinto Adi Darma Saputra, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas penerimaan hangat seluruh elemen masyarakat Balecatur. Ia menegaskan bahwa pengalaman terjun langsung di tengah warga menjadi sarana pembelajaran sosial yang sangat berharga bagi mahasiswa.

“Kegiatan KKN menjadi salah satu bentuk pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami persoalan dan potensi masyarakat di tingkat lokal. Dengan terlibat dalam kehidupan warga, kami mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh di kampus, sekaligus belajar mengenai gotong royong, komunikasi sosial, serta pentingnya membangun kolaborasi,” tandas I Made Rinto Adi Darma Saputra.

Melalui pelepasan KKN ini, Pemerintah Kalurahan Balecatur dan masyarakat Padukuhan Pasekan Kidul diharapkan dapat meneruskan berbagai inisiatif positif yang telah dirintis, sekaligus menjaga tali silaturahmi dan kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dengan masyarakat. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Semarak Kemerdekaan, Ratusan Warga Padukuhan Joho Antusias Ikuti Lomba Mancing 3 Kuintal Ikan

Sleman — Ratusan warga Kolombo, Padukuhan Joho, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, memadati area kolam pemancingan setempat untuk mengikuti lomba mancing pada Minggu (30/08/2026). Kegiatan rekreasi ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Sebanyak 150 peserta dari berbagai kelompok usia bersiap di tepi kolam sejak pagi hari dengan membawa joran serta umpan andalan masing-masing. Perlombaan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban ini menghadirkan hiburan rakyat yang menyatukan seluruh elemen masyarakat Kolombo Padukuhan Joho.

Sekretaris Panitia, Dafa Barnaditya Malik Ibrahim, menjelaskan bahwa tingginya partisipasi warga pada tahun ini menunjukkan besarnya semangat kebersamaan di tingkat padukuhan. Pihaknya merancang kompetisi ini secara inklusif agar dapat dinikmati oleh seluruh kalangan.

“Lomba ini terbagi menjadi tiga kategori, yaitu kategori bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak. Nantinya, pada tiap-tiap kategori akan diambil empat orang juara. Total ikan yang dipancing jumlahnya mencapai lebih dari 300 kilogram atau 3 kuintal,” ujar Dafa Barnaditya Malik Ibrahim di sela-sela perlombaan.

Pelepasan ratusan kilogram ikan ke dalam kolam membuat jalannya persaingan berlangsung semakin seru. Canda tawa serta riuh sorak penonton yang hadir di sekitar lokasi turut menyemarakkan jalannya lomba hingga pengumuman pemenang di akhir acara.

Melalui kemeriahan lomba mancing ini, panitia dan pengurus padukuhan berharap semangat persatuan, kebersamaan, serta kepedulian antarwarga Kolombo Padukuhan Joho dapat terus terjaga secara berkesinambungan pasca-perayaan hari kemerdekaan. (Lidya/KIM Depok)




RS UAD Edukasi Ibu Hamil dalam IMOBY Jogja 2026

Sleman — Rumah Sakit Universitas Ahmad Dahlan (RS UAD) menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan keluarga dengan berpartisipasi aktif pada pameran Indonesia Mom Baby Kids Expo (IMOBY) Jogja 2026. Ajang pameran parenting tahunan yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC), Kabupaten Bantul tersebut diselenggarakan selama tiga hari, mulai Jumat (28/08/2026) hingga Minggu (30/08/2026).

Dalam ajang pameran tersebut, RS UAD menghadirkan serangkaian layanan kesehatan bagi ibu hamil dan pengunjung, seperti kelas yoga ibu hamil, pemeriksaan ultrasonografi (USG), konsultasi kesehatan medis gratis, serta pembagian pregnancy bag. Layanan terpadu ini dihadirkan untuk memberikan kemudahan akses informasi medis serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan kehamilan sejak dini.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS UAD, Dewanto Suryoningrat, menjelaskan bahwa masa kehamilan memerlukan perhatian dan penanganan komprehensif yang disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing ibu hamil.

“Kehamilan membutuhkan perhatian yang menyeluruh, mulai dari kondisi ibu, perkembangan janin, hingga kesehatan reproduksi. Pemeriksaan dan konsultasi secara berkala membantu ibu memahami kondisi kehamilan serta mengambil langkah yang tepat. Setiap ibu memiliki kondisi yang berbeda, karena itu aktivitas maupun pemeriksaan selama kehamilan perlu disesuaikan dan dikonsultasikan bersama tenaga kesehatan,” ujar Dewanto Suryoningrat di sela-sela pemberian edukasi kesehatan pada Minggu (30/08/2026).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Humas, Pemasaran, dan Medikolegal RS UAD, Tata Swastika Ayuningtyas, menyampaikan bahwa keikutsertaan RS UAD dalam ajang pameran ini merupakan strategi mendekatkan edukasi medis langsung ke tengah-tengah keluarga.

“Kami ingin masyarakat memperoleh informasi kesehatan yang mudah dipahami sekaligus memiliki kesempatan berkonsultasi langsung dengan tenaga medis. Edukasi seperti ini penting agar keluarga semakin sadar melakukan pencegahan dan pemeriksaan sejak dini. Harapannya, masyarakat tidak hanya datang ketika mengalami keluhan, tetapi semakin terbiasa melakukan pemeriksaan, mencari informasi yang benar, dan menjaga kesehatan ibu serta anak secara berkelanjutan,” tutur Tata Swastika Ayuningtyas.

Melalui kehadiran stan edukasi dan pemeriksaan medis gratis pada perhelatan IMOBY Jogja 2026 ini, RS UAD berharap kesadaran para orang tua di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya terhadap kesehatan ibu serta tumbuh kembang anak dapat semakin meningkat secara berkesinambungan. (Athiful/KIM Depok)




Pemkab Sleman Perkuat Kinerja Aparatur Lewat Penandatanganan Kontrak Kinerja 2026

Sleman — Pemerintah Kabupaten Sleman mengambil langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta kinerja organisasi dan individu melalui penandatanganan Kontrak Kinerja Tahun 2026. Agenda krusial yang diikuti oleh 153 Pejabat Administrator dan Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Sleman tersebut berlangsung di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman pada Senin (31/08/2026).

Melalui kesepakatan ini, para Pejabat Administrator berkomitmen penuh untuk mewujudkan pencapaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), memenuhi target kinerja fisik dan keuangan Perangkat Daerah, serta mempertahankan kompetensi manajerial. Sementara itu, para Kepala Perangkat Daerah ditugaskan melakukan supervisi serta evaluasi berkala yang dilaporkan secara intensif kepada Bupati.

Sistem evaluasi kinerja ini juga mempertegas penerapan mekanisme penghargaan dan sanksi (reward and punishment) sesuai Peraturan Bupati Sleman Nomor 35 Tahun 2026. Pejabat yang berprestasi akan diprioritaskan dalam program rencana suksesi dan pengembangan kompetensi. Sebaliknya, sanksi tegas menanti pejabat yang gagal memenuhi target, mulai dari pembinaan, pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), uji kompetensi ulang, mutasi, hingga demosi.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menekankan bahwa penandatanganan kontrak kinerja ini merupakan pengingat penting atas amanah jabatan dan tanggung jawab pengelolaan APBD yang harus dijalankan secara profesional.

“Ini adalah bagian dari sistem untuk mengingatkan kita semuanya, ya Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Asisten, hingga Kepala Perangkat Daerah dan ketua tim kerja, berkaitan dengan tanggung jawab menjalankan APBD dengan baik,” tegas Harda Kiswaya dalam sambutannya.

Bupati juga memperingatkan risiko ketatnya evaluasi kinerja ASN dan meminta seluruh jajaran untuk bersikap ksatria apabila dinilai tidak mampu memenuhi komitmen kinerja yang telah ditandatangani.

“Kalau sampai demosi, artinya tidak bisa bekerja. Kalau memang tidak mampu, harus fair dan bisa menerima kenyataan. Mengakui tidak mampu itu membutuhkan jiwa besar,” ujarnya menambahkan.

Penerapan kontrak kinerja ini diharapkan mampu melahirkan birokrasi yang adaptif, akuntabel, dan berintegritas tinggi dalam mengakselerasi program-program pembangunan serta pelayanan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sleman.