Sardonoharjo Tetapkan Pemberdayaan Masyarakat dan Ketahanan Pangan sebagai Prioritas RKPKal 2027

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, menetapkan pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan, dan penguatan ketahanan pangan sebagai prioritas pembangunan dalam Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKPKal) Tahun Anggaran 2027.

Prioritas tersebut dibahas melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kalurahan (Musrenbangkal) dalam rangka penyusunan RKPKal 2027 yang digelar di Aula Kalurahan Sardonoharjo, Rabu (30/9/2026).

Musrenbangkal dihadiri Panewu Ngaglik Edi Wibowo, Forkopim Kapanewon Ngaglik, perwakilan Puskesmas dan UPT, Lurah dan Pamong Kalurahan Sardonoharjo, lembaga kalurahan, BUMKal, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta tokoh masyarakat.

Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho mengatakan, Musrenbangkal menjadi forum strategis untuk menyusun prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat sekaligus menindaklanjuti arah kebijakan dalam RPJMKal.

“Musrenbangkal menjadi forum penting untuk menentukan prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan arah kebijakan dalam RPJMKal,” ujar Harjuno.

Ia menjelaskan, pada 2027 Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo akan mengarahkan pembangunan pada pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan melalui bantuan dan pengembangan usaha, serta penguatan ketahanan pangan.

Menurutnya, program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga mendorong kemandirian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Panewu Ngaglik, Edi Wibowo menyampaikan bahwa penyusunan RKPKal merupakan tahapan lanjutan dari perencanaan pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMKal. Karena itu, penyusunannya perlu dilakukan secara terarah, berkesinambungan, dan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat.

“Penyusunan RKPKal merupakan bagian dari tahapan perencanaan pembangunan yang harus selaras dengan kebutuhan masyarakat,” kata Edi.

Dalam forum tersebut, rancangan RKPKal Sardonoharjo Tahun Anggaran 2027 dipaparkan oleh Ulu-Ulu Anang Setiawan. Paparan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pembahasan bersama peserta Musrenbangkal.

Forum tersebut menjadi ruang bagi berbagai unsur masyarakat dan lembaga kalurahan untuk memberikan masukan terhadap rancangan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada 2027.

Hasil pembahasan menyepakati arah dan prioritas pembangunan Kalurahan Sardonoharjo Tahun Anggaran 2027, terutama pada aspek pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan melalui penguatan usaha masyarakat, dan ketahanan pangan.

Berbagai usulan yang disampaikan dalam forum menjadi bahan penyempurnaan rancangan RKPKal. Hasil Musrenbangkal dan berita acara selanjutnya menjadi bagian dari tahapan penyusunan hingga penetapan RKPKal sesuai mekanisme perencanaan pembangunan kalurahan.

Setelah memperoleh persetujuan Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Sardonoharjo, kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara Musrenbangkal.

Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo selanjutnya menindaklanjuti hasil kesepakatan melalui tahapan penyusunan dan penetapan dokumen RKPKal Tahun Anggaran 2027.

Melalui perencanaan yang partisipatif, RKPKal 2027 diharapkan menjadi pedoman pembangunan yang lebih terarah dan tepat sasaran, sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mendorong kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan di Kalurahan Sardonoharjo. (Egi Prayoga – KIM DSN Ngaglik)




MAN 4 Sleman Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Nilai Persatuan dan Kebangsaan

Sleman – MAN 4 Sleman menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026), di halaman madrasah. Kegiatan tersebut diikuti seluruh guru, pegawai, dan peserta didik dengan berlangsung tertib dan khidmat.

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf, bertindak sebagai pembina upacara. Sementara itu, Pengurus OSIS MAN 4 Sleman bertugas dalam rangkaian upacara sebagai bagian dari pembelajaran kepemimpinan dan tanggung jawab bagi peserta didik.

Pelaksanaan upacara mengacu pada Pedoman Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang dikeluarkan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor B/668/MK/

Salah satu agenda dalam upacara tersebut adalah pembacaan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila oleh Kepala Madrasah selaku pembina upacara. Ikrar tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali kedudukan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Sejak kemerdekaan Indonesia diproklamasikan 17 Agustus 1945, berbagai ancaman terhadap NKRI terus terjadi, baik dari dalam maupun luar negeri. Karena itu, kewaspadaan dan semangat kebersamaan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila perlu terus dijaga untuk memperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Arif.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi momentum bagi warga madrasah untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi peserta didik, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran untuk memahami pentingnya menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan madrasah maupun masyarakat.

Keterlibatan Pengurus OSIS sebagai petugas upacara memberikan pengalaman bagi peserta didik dalam mengembangkan kedisiplinan, kepemimpinan, dan tanggung jawab. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik belajar mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan resmi secara tertib dan bertanggung jawab.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di MAN 4 Sleman diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh warga madrasah untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

(Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




PMI Sleman Salurkan 20.000 Liter Air Bersih ke Sejumlah Wilayah

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kemarau. Pada Rabu (30/9/2026), Tim Penanggulangan Bencana PMI Sleman mendistribusikan sebanyak liter air bersih ke sejumlah wilayah di Kalurahan Sumberarum, Kapanewon Moyudan, serta Sumberahayu dan Margodadi, Kapanewon Seyegan.

Penyaluran tersebut merupakan kegiatan kedua yang dilakukan PMI Sleman di wilayah Kalurahan Sumberarum. Sebelumnya, distribusi air bersih dilakukan pada Jumat (18/9/2026).

Dengan menggunakan truk tangki yang dikemudikan oleh Risqi Aji dan Safriyandi, bantuan air bersih pada Rabu (30/9/2026) didistribusikan ke sejumlah titik. Di Kalurahan Sumberarum, bantuan disalurkan ke Jitar Ngemplak sebanyak liter untuk 138 KK atau 375 jiwa, Pakelan RT 1 sebanyak liter untuk 44 KK atau 126 jiwa, serta Pakelan RT 2 sebanyak liter untuk 57 KK atau 171 jiwa.

Sementara itu, bantuan juga disalurkan ke Nglempis, Kalurahan Sumberahayu, sebanyak liter dengan penerima manfaat 96 jiwa. Sebanyak liter lainnya disalurkan ke SD Muhammadiyah Gamplong dengan penerima manfaat 141 jiwa. Adapun di Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, tepatnya di Pendekan, bantuan yang disalurkan sebanyak liter untuk 54 jiwa.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Sleman, Arif Pramana, mengatakan kegiatan distribusi air bersih merupakan bagian dari program kerja PMI. Pelaksanaannya dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman dan tim penanggulangan bencana tingkat kabupaten.

“Assessment dan rencana operasional dilaksanakan melalui satu pintu, demikian pula dengan jadwal kegiatan distribusi oleh masing-masing tim,” ujar Arif.

Menurutnya, penyaluran bantuan air bersih oleh PMI tidak terpusat pada satu lokasi atau wilayah tertentu, tetapi disesuaikan dengan hasil koordinasi dan penjadwalan bersama. Sebelumnya, Tim Penanggulangan Bencana PMI Sleman juga telah menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah Kapanewon Turi dan Tempel.

Selain melalui program PMI, dukungan bantuan air bersih juga berasal dari masyarakat dan kelompok yang melaksanakan kegiatan sosial kemanusiaan. Di antaranya alumni SMA Negeri Kalasan serta ASN yang pernah dan sedang bertugas di Kapanewon Depok yang menyalurkan bantuan sosial melalui PMI Kabupaten Sleman. (Tri Joko S/KIM Kalasan Bersahabat)




Keterbatasan Bukan Halangan, Trimah Berkarya Lewat Batik

Sleman — Bagi sebagian orang, membatik membutuhkan kedua tangan yang terampil. Namun, bagi Trimah, keterbatasan fisik sejak lahir bukan alasan untuk berhenti berkarya. Di rumahnya di Jalan Gabus 8 Nomor 19, Yogyakarta, Rabu (30/9/2026), Trimah ditemani putra semata wayangnya, Afnan, menyambut kedatangan KIM Senyum Tempel. Di tempat inilah ia menjalankan kegiatan membatik yang dinamainya Batik Samparan.

Trimah berasal dari Magelang dan mulai belajar membatik sejak 2010. Hal yang membuat aktivitas membatiknya berbeda adalah cara ia menggunakan kedua kakinya untuk bekerja. Ia tidak ingin peralatan membatiknya dimodifikasi. Korek api, kompor, minyak, canting, hingga peralatan lainnya tetap menggunakan peralatan yang lazim digunakan pembatik pada umumnya.

Trimah bahkan mampu menyalakan korek dan kompor, mengisi minyak, hingga mengganti sumbu kompor secara mandiri. Tekadnya sederhana, sebisa mungkin seluruh kebutuhan membatik dapat ia lakukan sendiri.

“Kalau saya bisa mengerjakan dengan kaki, mengapa harus dimodifikasi?” ujar Trimah, menggambarkan prinsip yang dipegangnya dalam berkarya.

Sebelum menekuni batik, Trimah sempat belajar menjahit menggunakan mesin. Ia bahkan telah memiliki sertifikat keterampilan menjahit. Namun, bidang tersebut ternyata tidak menarik minatnya. Rasa penasaran justru membawanya mengenal dunia batik.

Pilihan itu tidak terlepas dari nasihat sang ibu. Menurut Trimah, ibunya selalu mendorong agar, meskipun memiliki keterbatasan fisik, ia tetap memiliki keterampilan. Dengan keterampilan tersebut, ia tidak harus bergantung pada jenis pekerjaan yang umumnya tersedia bagi orang lain.

Pesan tersebut tampaknya melekat kuat hingga kini. Keterampilan membatik menjadi bagian penting dalam kehidupan Trimah. Perjalanannya tentu tidak selalu mudah. Sebagai seorang ibu, konsentrasinya ketika membatik juga dipengaruhi aktivitas Afnan yang masih membutuhkan perhatian.

Trimah mengaku lebih tenang membatik ketika suaminya telah pulang bekerja dan dapat bergantian mengasuh Afnan. Waktu ketika Afnan bersekolah juga menjadi kesempatan baginya untuk menyelesaikan pekerjaan.

Ada kalanya suasana hati tidak mendukung untuk membatik. Namun, ketika pesanan harus diselesaikan, Trimah tetap berusaha bekerja. Dukungan suami menjadi salah satu kekuatan baginya untuk terus menjalankan aktivitas tersebut.

Afnan sendiri mulai menunjukkan ketertarikan terhadap kegiatan membatik yang dilakukan ibunya. Jika kelak sang anak benar-benar berminat, Trimah tidak keberatan untuk mengajarinya membatik.

Lebih dari sekadar berkarya, Trimah ingin keterampilannya dapat diteruskan kepada generasi berikutnya. Ia berharap anak-anak muda tertarik mempelajari batik. Karena itu, rumahnya terbuka bagi siapa saja, khususnya anak-anak muda yang ingin belajar membatik.

Bagi Trimah, karya yang dikerjakan dengan kaki bukan sekadar menghasilkan kain batik. Ada pesan yang ingin disampaikan kepada orang lain bahwa keterbatasan bukan berarti seseorang tidak dapat berkarya dan memberikan manfaat.

“Harapan saya, karya dengan kaki, kalau dikerjakan bersama hati, bisa memotivasi banyak orang,” katanya.

Pada akhirnya, Trimah tidak menempatkan kemampuan membatiknya semata-mata sebagai pekerjaan atau keterampilan. Baginya, ada sesuatu yang lebih mendasar yang ingin dipertahankan melalui aktivitas tersebut.

“Kemampuan membatik, bagi saya juga sebagai usaha untuk tetap menjaga harga diri,” pungkasnya. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)




FORKOM UMKM Donoharjo Siapkan Katalog Produk untuk Perkuat Promosi dan Pemasaran

Sleman – Forum Komunikasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (FORKOM UMKM) Kalurahan Donoharjo mulai menyiapkan katalog produk UMKM sebagai upaya memperkuat promosi dan memperluas akses pemasaran. Katalog tersebut sekaligus disiapkan sebagai database untuk memetakan potensi usaha yang ada di wilayah Donoharjo.

Persiapan katalog dibahas dalam pertemuan kader pendata yang digelar di Pendapa Embung Jetis Suruh, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Rabu (30/9/2026).

Ketua FORKOM UMKM Donoharjo, Upik Wahyuni, mengatakan katalog produk diharapkan dapat menjadi etalase bersama yang memperkenalkan berbagai produk UMKM Donoharjo kepada masyarakat secara lebih luas. Selain itu, katalog akan menjadi database yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan pengembangan usaha.

“Katalog ini bukan sekadar daftar produk. Kami ingin menjadikannya sebagai etalase bersama UMKM Donoharjo sekaligus database yang memudahkan masyarakat maupun calon mitra menemukan produk dan pelaku usaha yang mereka butuhkan,” kata Upik.

Menurutnya, berbagai produk UMKM Donoharjo memiliki potensi untuk dikembangkan, tetapi belum seluruhnya terdata dan dipromosikan secara terintegrasi. Melalui katalog tersebut, informasi seperti nama usaha, jenis produk, harga, lokasi, kontak, dan cara pemesanan dapat dihimpun dalam satu media.

Pertemuan kader pendata menjadi bagian penting dalam proses penyusunan katalog. Para kader akan membantu mendata pelaku usaha dan produk UMKM di wilayah Donoharjo sehingga informasi yang dihimpun dapat lebih lengkap dan akurat.

Upik menjelaskan, pendataan juga dapat membantu FORKOM memetakan jenis usaha yang berkembang di masyarakat. Data tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar dalam menentukan program pembinaan, pelatihan, promosi, bazar, pameran, maupun peluang kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.

“Kami ingin data yang dikumpulkan tidak berhenti sebagai administrasi. Data ini nantinya bisa menjadi dasar untuk mengembangkan program FORKOM, termasuk mencari peluang promosi dan kerja sama bagi anggota,” ujarnya.

Katalog tersebut direncanakan dikembangkan dalam bentuk digital. Proses pendataan dapat dilakukan melalui Google Form, kemudian dihimpun dalam database yang dapat diperbarui secara berkala.

Katalog digital akan memuat informasi pendukung, antara lain foto produk, nama usaha, kategori usaha, produk yang ditawarkan, harga, alamat, nomor WhatsApp, serta informasi legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, dan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Dengan sistem digital, katalog diharapkan mudah dibagikan melalui WhatsApp maupun media sosial. FORKOM juga akan menyediakan tautan atau QR Code sehingga masyarakat dapat mengakses informasi berbagai produk UMKM Donoharjo dengan lebih mudah.

Keberadaan katalog tidak hanya ditujukan untuk membantu pelaku usaha dalam promosi, tetapi juga memudahkan masyarakat sebagai konsumen. Calon pembeli dapat menemukan berbagai produk dalam satu media, mengetahui informasi produk dan harga, serta menghubungi penjual secara langsung.

Upik menambahkan, katalog juga diharapkan membuka peluang kolaborasi antarpelaku UMKM. Produk dari satu pelaku usaha dapat menjadi bahan, pelengkap, maupun bagian dari produk usaha lainnya.

“Harapannya, katalog ini bisa menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar UMKM Donoharjo. Bukan hanya dikenal di lingkungan sendiri, tetapi bisa menjangkau wilayah yang lebih luas dan membuka peluang kerja sama baru,” pungkasnya.

Melalui pendataan yang dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan, FORKOM UMKM Donoharjo berharap katalog produk dapat menjadi salah satu instrumen penguatan UMKM sekaligus mendorong masyarakat untuk semakin mengenal dan menggunakan produk lokal. (Upik Wahyuni, KIM Donoharjo Ngaglik)