Pelajar SMP-SMA Pelita Bangsa Cirebon Belajar Mitigasi Krisis Air di Banyu Bening Sleman

Sleman – Sebanyak 77 pelajar dan enam guru SMP-SMA Pelita Bangsa Cirebon mempelajari pemanfaatan air hujan sebagai salah satu upaya menghadapi potensi krisis air. Pembelajaran tersebut dilakukan melalui kunjungan ke Sekolah Air Hujan (SAH) Banyu Bening Sleman, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan tersebut sekaligus mengenalkan upaya pengurangan risiko bencana (PRB) melalui pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Rombongan yang dipimpin Koordinator Acara Sekolah Pelita Bangsa, Mediana Kareem, diterima Founder SAH Banyu Bening Sleman, Sri Wahyuningsih, didampingi Kepala Sekolah Banyu Bening, Kamaludin.
Dalam kunjungan tersebut, para pelajar mendapatkan pembelajaran langsung mengenai penampungan, pengolahan, hingga pemanfaatan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka dikenalkan dengan konsep 5M, yakni menampung, mengolah, minum, menabung, dan mandiri.
Founder SAH Banyu Bening Sleman, Sri Wahyuningsih, mengatakan pemanfaatan air hujan merupakan salah satu upaya membangun ketahanan masyarakat dalam menghadapi perubahan lingkungan dan potensi keterbatasan sumber air.
“Edukasi sejak usia sekolah perlu dilakukan agar generasi muda memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola air secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sri menjelaskan, proses penampungan air hujan perlu dilakukan sesuai prosedur. Salah satunya dengan membuang aliran air pada 5–15 menit pertama untuk membersihkan kotoran dan debu yang terdapat di permukaan atap sebelum air ditampung.
“Air hujan dapat ditampung secara manual maupun melalui Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan (ISLAH),” jelasnya.
Para pelajar juga diperkenalkan dengan metode elektrolisis sebagai salah satu metode pengolahan air. Dalam kegiatan tersebut, pelajar dapat melihat secara langsung proses pengolahan sekaligus memperoleh penjelasan mengenai kualitas air hasil pengolahan.
Selain aspek pemenuhan kebutuhan air, pengelolaan air hujan juga dikaitkan dengan upaya pengurangan risiko bencana. Penampungan air hujan dapat membantu mengurangi limpasan air saat curah hujan tinggi sekaligus menyediakan cadangan air ketika memasuki musim kemarau.
Melalui pembelajaran lapangan tersebut, para pelajar diharapkan memahami pentingnya konservasi air serta menerapkan perilaku hemat dan bijak dalam menggunakan air, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Kunjungan SMP-SMA Pelita Bangsa Cirebon ke SAH Banyu Bening Sleman menjadi bagian dari edukasi untuk mendorong generasi muda memahami pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Pemanfaatan air hujan diharapkan dapat menjadi salah satu upaya pendukung pemenuhan kebutuhan air sekaligus pengurangan risiko bencana di masyarakat. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)



