Sunmor Ledok Asri Diluncurkan, Jadi Etalase Baru UMKM dan Ruang Publik Warga Seyegan

Sleman – Suasana Minggu pagi di kawasan Ledok Asri, Padukuhan Grajegan, Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta kini semakin semarak dengan resmi diluncurkannya gelaran Sunday Morning (Sunmor) Ledok Asri pada Minggu (4/10/2026).

Pasar kaget yang mengusung tagline “Belanja Bersama Warga” ini menghadirkan sedikitnya 20 stan UMKM lokal yang menawarkan aneka jajanan tradisional, makanan kekinian, hasil olahan Kelompok Wanita Tani (KWT) Subur Rejeki, hingga tanaman hias. Kehadiran pasar kaget pertama di wilayah Seyegan ini memanfaatkan modal sosial Padukuhan Grajegan yang sebelumnya telah meraih prestasi sebagai Kampung Hijau tingkat Kabupaten Sleman.

Gagasan pembentukan Sunmor ini diinisiasi oleh Dukuh Grajegan, Slamet Giyanto, yang melihat besarnya potensi lingkungan dan kekompakan warga untuk dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif.

Ketua Sunmor Ledok Asri Grajegan, Jumanto, menjelaskan bahwa keunggulan utama dari kegiatan ini terletak pada lokasinya yang strategis dan berada di rute favorit pesepeda.

“Posisi Ledok Asri sangat diuntungkan karena tempatnya strategis dan biasa digunakan sebagai rute gowes. Sunmor ini tidak sekadar tempat berjualan, tetapi juga sarana rekreasi dan olahraga. Warga bisa jalan pagi, jogging, atau sekadar menikmati udara segar akhir pekan di area terbuka,” kata Jumanto.

Ke depan, pengelola berkomitmen untuk terus menjaga eksistensi Sunmor Ledok Asri melalui berbagai inovasi kegiatan agar tetap menarik minat pengunjung.

“Harapannya, eksistensi Sunmor Ledok Asri ini bisa terus dijaga dan dikembangkan dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya tematik, menyesuaikan event besar yang sedang berlangsung,” pungkas Jumanto. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Dorong Kualitas Layanan PAUD, PC HIMPAUDI Depok Gelar BIMTEK Bedah Tuntas 8 Standar

Sleman – Pengurus Cabang Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (PC HIMPAUDI) Kapanewon Depok menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) “Bedah Tuntas 8 Standar PAUD” di Hotel Grand Tjokro, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (5/10/2026).

Kegiatan yang diikuti puluhan pendidik dan pengelola PAUD se-Kapanewon Depok tersebut dibuka secara resmi oleh Panewu Depok, Rahman Harinawan. Agenda ini bertujuan memperkuat kapasitas pendidik dalam menerapkan Standar Nasional Pendidikan PAUD agar pelayanan pendidikan yang diberikan semakin berkualitas dan terarah.

Dalam arahannya, Panewu Depok, Rahman Harinawan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PC HIMPAUDI Depok sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memajukan pendidikan anak usia dini.

“Pemerintah terus berusaha dan berkomitmen untuk memajukan PAUD, terutama dalam meningkatkan kapasitas serta kesejahteraan para pendidik dan tenaga kependidikan,” tegas Rahman Harinawan.

Senada dengan hal tersebut, Penilik Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Sih Ngatini, memberikan motivasi kepada para peserta mengenai pentingnya penguasaan 8 Standar PAUD sebagai fondasi pembentukan karakter anak sejak dini.

“Tetap semangat untuk seluruh pendidik PAUD di Kapanewon Depok. Penguasaan dan penerapan 8 Standar Nasional PAUD secara tuntas adalah kunci utama agar layanan pendidikan yang kita berikan makin berkualitas, terarah, dan berdampak positif bagi generasi penerus,” ujar Sih Ngatini.

Rangkaian bimbingan teknis yang berlangsung hangat dan interaktif tersebut dilanjutkan dengan pemaparan materi teknis serta ditutup dengan peragaan yel-yel penuh semangat oleh seluruh peserta. (Sri Rahayu/KIM Depok)




Lewat Dongeng, Anak TK Caturtunggal Belajar Cegah Sarang Nyamuk Sejak Dini

Sleman – Pemerintah Kalurahan Caturtunggal bersama TP PKK Kalurahan Caturtunggal menggelar kegiatan “Tanggap Bocah Dongeng Edukasi” tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Pendopo Puspadenta Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat (2/10/2026).

Kegiatan edukatif ini diikuti oleh puluhan murid beserta guru TK binaan TP PKK Kalurahan Caturtunggal dengan menghadirkan pendongeng Kak Wawan Jogja. Agenda ini bertujuan mengenalkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan langkah praktis mencegah berkembang biaknya nyamuk penular penyakit sejak usia dini.

Ketua TP PKK Kalurahan Caturtunggal, Siti Juwariyah, menyampaikan bahwa penyampaian materi kesehatan melalui media cerita interaktif sangat efektif bagi anak-anak.

“Melalui kegiatan dongeng ini, kami berharap anak-anak dapat mengenal pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak dini. Pesan tentang pemberantasan sarang nyamuk disampaikan dengan cara yang menyenangkan sehingga anak-anak dapat memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Siti Juwariyah.

Dalam sesi pertunjukan, Kak Wawan Jogja membawakan dongeng interaktif yang mengajak anak-anak mengenali bahaya genangan air serta membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan rumah maupun sekolah.

Melalui edukasi usia dini yang menyenangkan ini, Pemerintah Kalurahan Caturtunggal berharap tumbuhnya kesadaran dan kepedulian anak-anak dalam menjaga kebersihan lingkungan keluarga demi mencegah munculnya potensi penyakit menular. (Oktaviana/KIM Depok)




Pj. Lurah Tegaltirto Resmi Dilantik, Pemilihan Lurah PAW Segera Disiapkan

Sleman – Syukri Tanjung resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya sebagai Penjabat (Pj.) Lurah Tegaltirto oleh Panewu Berbah, Djaka Sumarsono, di Balai Kalurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (5/10/2026).

Pelantikan yang berlangsung pukul WIB ini dirangkai dengan serah terima jabatan dari Pelaksana Tugas (Plt.) Lurah Tegaltirto, Yustina Dwi Rahayu, kepada Syukri Tanjung. Selain bertugas menjaga keberlanjutan roda pemerintahan dan pelayanan publik, Syukri diemban amanah khusus untuk mempersiapkan proses pemilihan lurah Pengganti Antarwaktu (PAW).

Syukri diangkat berdasarkan Keputusan Bupati Sleman Nomor 75.2/ Sebelum memangku jabatan sebagai Pj. Lurah Tegaltirto, ia menjabat sebagai Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Berbah. Pengangkatan ini merujuk pada Peraturan Daerah Kabupaten Sleman tentang pengisian kekosongan jabatan lurah dengan sisa masa jabatan lebih dari satu tahun.

Dalam awal masa tugasnya, Syukri memohon dukungan dari seluruh elemen pamong dan warga masyarakat demi menjaga kondusivitas wilayah selama masa transisi.

“Saya mohon doa restu, bimbingan, serta dukungan agar dapat menjalankan amanah ini dengan baik. Kami berkomitmen untuk melanjutkan program-program Kalurahan Tegaltirto yang telah berjalan sekaligus membangun kerja sama demi kelancaran pelayanan masyarakat hingga terpilih lurah definitif,” ujar Syukri Tanjung.

Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Wildan Solichin, saat membacakan sambutan Bupati Sleman meminta agar Pj. Lurah segera melakukan konsolidasi internal serta memfasilitasi pembentukan panitia pemilihan lurah PAW.

“Pemerintah Kabupaten Sleman meminta Pj. Lurah Tegaltirto segera melakukan konsolidasi dan mempersiapkan pembentukan kepanitiaan pemilihan lurah PAW sesuai ketentuan yang berlaku secara tertib dan transparan,” tegas Wildan Solichin.

Prosesi pelantikan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Kabupaten Sleman Alhalik, jajaran anggota DPRD Kabupaten Sleman, unsur Forkopim Kapanewon Berbah, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), serta tokoh masyarakat setempat. (Wasana/KIM Depok)




Porkal Jadi Berkah, UMKM Laris Manis di Sumbersari

Sleman – Gelaran Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Sumbersari 2026 tidak hanya menjadi panggung adu ketangkasan olahraga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Ajang turnamen yang dibuka secara resmi oleh Panewu Moyudan, Muhammad Arif Rahman, di Lapangan Bola Voli Bendosari, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (3/10/2026) ini memadukan kompetisi bola voli antar-13 padukuhan dengan pemberdayaan ekonomi warga.

Panitia pelaksana bersama Karang Taruna Bakti Sari dan warga Padukuhan Bendosari sengaja menyediakan area khusus bagi belasan UMKM untuk memasarkan produk olahan kuliner tradisional, makanan ringan, minuman segar, hingga kerajinan tangan selama 26 hari masa turnamen.

Lurah Sumbersari, Sukadi, menegaskan bahwa Porkal diselenggarakan tidak sekadar sebagai ajang olahraga dan hiburan rakyat, tetapi juga momentum penggerak roda ekonomi tingkat kalurahan.

“Harapan kami kehadiran UMKM ini menjadi sarana memperkenalkan makanan olahan lokal dan produk lokal, sehingga bisa dikenal oleh masyarakat luas,” ujar Sukadi.

Dampak positif perputaran ekonomi tersebut dirasakan langsung oleh para pedagang yang menangguk untung dari melimpahnya penonton setiap malam.

“Alhamdulillah semenjak Porkal dibuka, dagangan habis terus. Harapannya Porkal tahun depan lapak UMKM diperbanyak lagi,” ungkap Utik Sumardi, salah satu pelaku usaha dari lapak UMKM PKK Bendosari pada Minggu (4/10/2026).

Sinergi antara kegiatan olahraga dan pemberdayaan ekonomi masyarakat ini diharapkan dapat terus dipertahankan serta menjadi tradisi khas dalam setiap penyelenggaraan Porkal Sumbersari pada tahun-tahun mendatang. (Giek/KIM Moyudan)