Peran Mulia Pramurukti, Menjaga Manula Tetap Ceria dan Memperjuangkan Hak Pekerja

Sleman — Serikat Pekerja Pramurukti Yogyakarta (SPPY) Wilayah Sleman menggelar pertemuan rutin untuk memperkuat solidaritas serta konsolidasi organisasi di Pemancingan Moro Seneng pada Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi para tenaga perawat lansia untuk menyatukan visi dalam menjalankan profesi yang sarat pengabdian.
Indra, salah satu pengurus SPPY Sleman sekaligus inisiator kegiatan, menyampaikan bahwa profesi pramurukti menuntut keterampilan khusus serta ketulusan hati dalam merawat para manula. Pertemuan ini tidak hanya berfungsi memperkuat roda organisasi, tetapi juga mengasah rasa kesetiakawanan antaranggota.
“Pada pertemuan tersebut diharapkan mendapatkan pemahaman yang utuh dalam wadah SPPY,” ujar Indra.
Dalam kesempatan yang sama, pengamat sosial Nono Karsono hadir sebagai narasumber untuk membedah dinamika dan tantangan yang dihadapi para pramurukti. Menurutnya, pramurukti memegang peran penting, namun masih dihadapkan pada berbagai persoalan pelik, mulai dari rendahnya posisi tawar pekerja, belum adanya standarisasi upah, ketiadaan perlindungan hukum, sosial, dan kesehatan, hingga bayang-bayang praktik penyaluran tenaga kerja yang tidak sehat.
Selain itu, profesi ini kerap disamakan dengan pekerja rumah tangga biasa sehingga rentan mengalami ketidakpastian jam kerja, pemutusan hubungan kerja sepihak menjelang hari raya untuk menghindari Tunjangan Hari Raya (THR), serta minimnya pengakuan sosial.
“SPPY hadir menjadi potret ikhtiar wadah profesi untuk berjuang untuk adanya pengakuan hukum dan sosial yang berkeselarasan dan berkeadilan,” tegas Nono.
Senada dengan hal tersebut, pengurus SPPY DIY, Helmiyati, menegaskan bahwa pramurukti merupakan profesi yang mulia dan bukan sekadar pembantu. Mereka hadir sebagai mitra bagi keluarga untuk mendampingi individu yang membutuhkan perawatan khusus, baik karena faktor usia lanjut maupun kondisi kesehatan tertentu.
“Dalam upaya menjadikan SPPY berdaya, bermartabat, dan sejahtera, para petugas SPPY itu harus santun, smart, dan semangat,” pesan Helmiyati.
Melalui pertemuan ini, SPPY Sleman berharap pemerintah, lembaga penyalur, serikat buruh, dan masyarakat luas dapat lebih mengenal serta memberikan perlindungan yang adil bagi profesi pramurukti, sehingga kesejahteraan dan martabat para pekerja dapat terus meningkat. (Kusnadi/KIM Berbah)



