Raih Nilai Tertinggi 883,62, KWT Teratai Mekar Dabag Sabet Juara I Lomba Inovasi Lahan Terbatas DIY 2026

Sleman – Kelompok Wanita Tani (KWT) Teratai Mekar dari Padukuhan Dabag, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman sukses meraih Juara I Lomba Inovasi Pemanfaatan Lahan Terbatas Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026 setelah mengantongi nilai tertinggi 883,62.

Penerimaan penghargaan berupa trofi, plakat, dan uang pembinaan sebesar Rp7 juta diserahkan langsung kepada Ketua KWT Teratai Mekar, Ida Halimah, dalam rangkaian Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 di Jogja Agro Park, Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo pada Jumat (2/10/2026).

Ketua KWT Teratai Mekar, Ida Halimah, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras seluruh anggota serta dukungan dari berbagai pihak selama proses kompetisi berlangsung.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi kebahagiaan sekaligus penyemangat bagi seluruh anggota. Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama. Hasil lomba ini menjadi motivasi untuk menjaga keberlanjutan kegiatan, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas pemasaran,” ujar Ida Halimah.

KWT Teratai Mekar meraih gelar juara usai menyisihkan 15 kelompok tani dari kabupaten/kota se-DIY melalui tiga tahapan seleksi ketat, yakni kampanye media sosial (bobot 10 persen), visitasi lapangan pada 17 September 2026 (bobot 50 persen), dan pameran pada 2–3 Oktober 2026 (bobot 40 persen). Peringkat kedua diraih KWT Laras Asri dari Kota Yogyakarta dengan nilai 852,07, disusul KWT Mayangsari dari Kabupaten Gunungkidul di peringkat ketiga dengan nilai 848,75.

Pelaksana Tugas Lurah Condongcatur, Budi Arto, yang hadir meninjau stan pameran KWT Teratai Mekar mengapresiasi inovasi urban farming berbasis teknologi smart farming dan Internet of Things (IoT) yang diterapkan kelompok tersebut di atas lahan pekarangan seluas 484 meter persegi.

“Saya menyampaikan apresiasi, rasa bangga, dan ucapan selamat kepada KWT Teratai Mekar atas keberhasilannya meraih juara I tingkat DIY. Prestasi ini membuktikan bahwa keterbatasan lahan di kawasan perkotaan dapat diatasi melalui kreativitas, penerapan teknologi, dan kerja sama masyarakat,” kata Budi Arto.

Keberhasilan di tingkat DIY ini semakin memperpanjang deretan prestasi KWT Teratai Mekar yang berdiri sejak 17 Februari 2022 dengan 34 anggota aktif, setelah sebelumnya meraih Juara I Lomba Evaluasi Administrasi Kabupaten Sleman 2023 dan Juara I Lomba Tanam Timun Baby Kabupaten Sleman 2024. (Wasana/KIM Depok)




Bawa 15 Produk Olahan dan Hasil Kebun, KWT Teratai Mekar Dabag Tampil di Jogja Agro Park

Sleman – Kelompok Wanita Tani (KWT) Teratai Mekar dari Padukuhan Dabag, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman unjuk gigi memamerkan aneka produk olahan pangan, hasil panen segar, hingga bibit tanaman dalam Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 di Jogja Agro Park, Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat (2/10/2026) hingga Sabtu (3/10/2026).

Ajang pameran tingkat provinsi yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY melalui dukungan Dana Keistimewaan ini menjadi sarana efektif bagi KWT Teratai Mekar untuk memperkenalkan potensi pertanian perkotaan (urban farming) sekaligus memperluas jangkauan pasar produk lokal hasil pemberdayaan perempuan.

Ketua KWT Teratai Mekar, Ida Halimah, menyampaikan bahwa partisipasi kelompoknya bertujuan membawa semangat pemanfaatan pekarangan serta kemandirian ekonomi anggota KWT ke tingkat yang lebih luas.

“Kami membawa produk yang dihasilkan dan dikembangkan oleh anggota KWT Teratai Mekar. Pameran ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi Dabag sekaligus mengajak masyarakat mendukung dan menggunakan produk lokal,” ujar Ida Halimah.

Dalam gelaran tersebut, KWT Teratai Mekar menghadirkan 15 jenis produk olahan pangan seperti seledri krispi, jamur krispi, keripik gesang, keripik kimpul, peyek cabein, daun mint dan jeruk nipis kering, aneka olahan teh telang, manisan, hingga timus dan getuk beku yang dipasarkan pada kisaran harga hingga . Selain olahan, kelompok ini juga menjual sayuran segar hasil panen, telur ayam, tanaman hias, hingga bibit tanaman sayur dengan rentang harga hingga .

Dukuh Dabag, Ahmad Sunaryo, mengapresiasi tinggi kerja keras dan kekompakan 14 anggota tim KWT Teratai Mekar yang bertugas mempromosikan serta melayani pengunjung pameran selama dua hari penuh.

“Kehadiran KWT Teratai Mekar di Jogja Agro Park membawa nama Padukuhan Dabag dan Kalurahan Condongcatur. Kami berharap kegiatan ini memperluas pemasaran produk sekaligus meningkatkan semangat anggota untuk terus berinovasi,” kata Ahmad Sunaryo.

Sejak berdiri pada 17 Februari 2022, KWT Teratai Mekar yang kini beranggotakan 34 orang aktif mengelola lahan pekarangan seluas 484 meter persegi. Dalam operasionalnya, kelompok ini telah mengadaptasi teknologi pertanian cerdas (smart farming) berbasis Internet of Things (IoT) serta fertigasi tetes guna mengoptimalkan budidaya hortikultura di lahan terbatas. (Wasana/KIM Depok)




Enam Kali Juara, Cukesa Ngalangan Buktikan Pembinaan Atlet Muda Menjaga Tradisi Juara

Sleman – Tim bola voli putra Cukesa dari Padukuhan Ngalangan kembali membuktikan dominasinya dalam Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Sardonoharjo 2026 usai menundukkan tim Beldeg 13 dari Padukuhan Ngebel Gede dengan skor 3-1 pada partai final di Blekik Sport Center, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (3/10/2026).

Laga puncak yang disaksikan langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama ribuan penonton tersebut berlangsung sengit lewat adu smash dan pertahanan ketat. Ketenangan permainan yang dipimpin oleh Bintang—yang juga dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen—berhasil membawa Cukesa mengangkat trofi juara Porkal Sardonoharjo untuk keenam kalinya.

Pelatih Cukesa Ngalangan, Didik Kurnianto, menyampaikan bahwa kunci sukses timnya terletak pada ketenangan bermain serta sistem regenerasi atlet yang konsisten melalui Akademi Cukesa Ngalangan.

“Kunci kemenangan ini kami bermain tenang dan sabar. Ini adalah juara keenam kalinya. Kami hanya satu kali kalah di final pada 2024, dan kekalahan tersebut justru memotivasi kami hingga lahirlah Akademi Cukesa Ngalangan untuk membina pemain muda,” ujar Didik Kurnianto.

Dukuh Ngalangan, Indra Gunawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan donatur atas dukungan penuh yang diberikan. Kemenangan tahun ini terasa emosional karena gelar juara didedikasikan secara khusus untuk mengenang mendiang Adnan Aries Wimatama, salah satu pemain Cukesa Ngalangan yang telah berpulang. (Andy Ahmad/KIM DSN Ngaglik)




Parenting School SDIT Jabal Nur: Orang Tua Perlu Pahami Keunikan Anak Demi Optimalkan Potensinya

Sleman – Setiap anak memiliki keunikan, karakter, serta potensi yang berbeda sehingga pola pengasuhan dan pendampingannya tidak dapat diseragamkan. Pemahaman ini krusial agar anak mampu berkembang optimal sesuai kemampuan dan minat pribadinya.

Hal tersebut ditegaskan oleh dosen sekaligus praktisi pendidikan, Rizki Erdiantoro, dalam acara Parenting School SDIT Jabal Nur Gamping di Masjid Walidah Dahlan Universitas ‘Aisyiyah, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (3/10/2026). Kegiatan ini dihadiri 443 siswa kelas I–VI beserta orang tua mereka.

Dalam pemaparannya, Rizki mengingatkan agar para orang tua tidak membandingkan perkembangan anak dengan pencapaian anak lainnya.

“Orang tua diharapkan tidak menjadikan pencapaian anak lain sebagai tolok ukur utama. Membandingkan anak secara terus-menerus berpotensi membuat anak merasa kurang dihargai dan menghambat kepercayaan dirinya,” ujar Rizki Erdiantoro.

Ia menambahkan bahwa tugas orang tua adalah membantu menemukan serta mengasah potensi anak di pelbagai bidang, baik akademik, seni, olahraga, maupun sosial, lewat komunikasi yang intensif dan kehadiran emosional.

“Orang tua tidak cukup hanya memastikan anak mengikuti pembelajaran di sekolah, melainkan perlu hadir sebagai pendengar, pendamping, sekaligus pemberi motivasi tanpa memaksakan standar keberhasilan yang sama,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDIT Jabal Nur, Teguh Kwatno, menekankan pentingnya sinergi antara lingkungan sekolah dan pola pengasuhan keluarga di rumah demi keberhasilan pendidikan karakter anak.

“Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga oleh pola pengasuhan, komunikasi, dan perhatian yang diberikan keluarga di rumah,” kata Teguh Kwatno.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Komite Sekolah SDIT Jabal Nur, Anita Chomsatun, mengapresiasi Parenting School sebagai sarana menyelaraskan pemahaman antara orang tua dan pihak sekolah dalam membentuk kebiasaan serta rasa percaya diri siswa secara konsisten. (Adnan Nurtjahjo/KIM Parartaguna Gamping)




Resmi Dibuka Panewu Gamping, Porkal Balecatur 2026 Pertandingkan Voli dan Catur

Sleman – Panewu Gamping, Suyanto, resmi membuka gelaran Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Balecatur 2026 di Lapangan Bola Voli Padukuhan Pereng Dawe, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (3/10/2026).

Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh Lurah Balecatur Andri Septianto beserta jajaran pamong kalurahan, perwakilan lembaga kalurahan, unsur Koramil dan Polsek Gamping, serta para tokoh masyarakat setempat.

Ketua Panitia Porkal Balecatur 2026, Nanang Haryanto, melaporkan bahwa kompetisi tahun ini mempertandingkan dua cabang olahraga utama, yakni bola voli dan catur.

“Porkal tahun 2026 ini mempertandingkan dua cabang olahraga, yaitu bola voli putra-putri dan catur. Untuk cabang voli putra diikuti 14 tim dan putri 7 tim, sedangkan untuk cabang catur diikuti oleh 63 peserta,” ujar Nanang Haryanto.

Panewu Gamping, Suyanto, mengapresiasi tinggi kerja keras panitia penyelenggara dan berharap ajang ini dapat menjadi wadah silaturahmi yang mempererat tali persaudaraan antarwarga di wilayah Balecatur.

“Dengan diadakannya Porkal ini, semoga persaudaraan antarwarga Balecatur tetap terjalin dengan baik dan kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi,” tutur Suyanto.

Senada dengan hal tersebut, Lurah Balecatur, Andri Septianto, menegaskan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas selama kompetisi berlangsung agar seluruh rangkaian acara berjalan aman dan lancar.

“Porkal bukan hanya tentang kompetisi, tetapi diadakan agar ajang silaturahmi tetap terjaga dengan baik. Mari jaga sportivitas antarpenampil dan semoga Porkal tahun 2026 ini berjalan lancar,” tambah Andri Septianto.

Pembukaan ajang Porkal Balecatur 2026 ditandai secara simbolis melalui servis pertama bola voli oleh Panewu Gamping yang disambut meriah oleh warga masyarakat yang hadir. (Antok/KIM Parartaguna Gamping)