Puskesmas Ngaglik 2 Validasi Data Pertumbuhan Balita Donoharjo

Sleman – Puskesmas Ngaglik 2 melakukan penimbangan dan pengukuran ulang balita di Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, untuk memvalidasi data pertumbuhan anak yang diperoleh dari laporan rutin Posyandu. Kegiatan berlangsung di Aula Kalurahan Donoharjo, Rabu (30/9/2026).

Validasi dilakukan setelah hasil penimbangan Posyandu dilaporkan ke sistem Puskesmas. Data tersebut digunakan untuk memantau pertumbuhan balita, termasuk mengidentifikasi anak yang berdasarkan laporan tercatat memiliki berat badan atau tinggi badan yang perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Kamituwa Donoharjo, Dani Prasetyo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara Kalurahan Donoharjo dan Puskesmas Ngaglik 2 untuk memfasilitasi penimbangan serta pengukuran ulang balita sekaligus memastikan validitas data pertumbuhan.

“Ini murni dari Puskesmas. Tujuannya untuk memvalidasi data. Semoga kalau ada data yang belum sesuai hanya karena kesalahan penimbangan,” ujarnya.

Dani menegaskan, kegiatan tersebut tidak berkaitan dengan pemberian makanan tambahan (PMT) untuk penanganan stunting. Penimbangan dan pengukuran ulang merupakan bagian dari upaya Puskesmas melakukan verifikasi terhadap data pertumbuhan balita yang dilaporkan Posyandu.

Sementara itu, Nutrisionis Puskesmas Ngaglik 2, Siti Aminah, menjelaskan validasi dilakukan berdasarkan hasil penimbangan rutin Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Ngaglik 2.

Menurutnya, hasil penimbangan Posyandu tercatat dalam aplikasi pemantauan pertumbuhan balita. Sistem tersebut memberikan penanda apabila terdapat data berat badan atau tinggi badan yang perlu diperiksa lebih lanjut.

“Karena itu, kami melakukan pengukuran ulang untuk mengecek sekaligus memperoleh data yang lebih valid,” jelasnya.

Siti mengatakan, pihaknya meyakini pelaksanaan penimbangan di Posyandu telah dilakukan secara optimal. Namun, pengukuran ulang diperlukan untuk memastikan akurasi data.

“Kami percaya pelaksanaan penimbangan di Posyandu sudah optimal. Namun, kami mohon izin untuk melakukan pengukuran ulang agar mendapatkan data yang lebih valid,” katanya.

Ia menambahkan, proses pengukuran dilakukan sesuai prosedur. Apabila terdapat balita yang menangis atau merasa kurang nyaman selama proses pengukuran, pihaknya meminta pengertian dan kerja sama dari orang tua serta kader Posyandu.

Siti juga menegaskan, apabila hasil pengukuran ulang menunjukkan kondisi yang belum sesuai standar, hal tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya kesalahan dalam pelaksanaan penimbangan di Posyandu.

“Kalau ada yang belum standar, bukan berarti kesalahan bapak dan ibu. Mungkin ada hal yang belum kami lakukan secara optimal. Mari kita sama-sama berbenah,” ujarnya.

Hasil pengukuran ulang selanjutnya digunakan untuk kepentingan pemantauan pertumbuhan balita. Siti pun memastikan data tersebut menjadi bagian dari pemantauan rutin Puskesmas dan tidak disebarluaskan secara sembarangan.

Ia mengimbau masyarakat tetap aktif mengikuti kegiatan Posyandu dan melakukan pemantauan pertumbuhan anak secara berkala. Dengan pemantauan rutin, kondisi pertumbuhan anak dapat diketahui lebih dini dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.

“Kegiatan seperti ini kami lakukan setiap tahun karena data dilaporkan setiap tahun,” katanya.

Siti berharap validasi data tahun ini dapat memastikan kondisi pertumbuhan balita di Donoharjo terpantau dengan baik, sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat sesuai standar.

“Semoga tahun depan tidak diundang lagi. Semoga semua anak Donoharjo sehat, berat badan dan tinggi badannya standar, serta siap menjadi generasi penerus bangsa,” pungkasnya.

(Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)




Lima Lurah Hasil PAW Dilantik, Bupati Sleman Tekankan Pengabdian Nyata untuk Masyarakat

Sleman – Bupati Sleman, Harda Kiswaya, memimpin Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Lurah Hasil Pemilihan Lurah Antar Waktu (PAW) Kabupaten Sleman Tahun 2026 di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (08/10/2026).

Prosesi pelantikan lima lurah baru tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, jajaran Forkopimda, serta tamu undangan. Adapun lima wilayah yang dilantik meliputi Lurah Caturtunggal, Sendangadi, Candibinangun, Maguwoharjo, dan Trihanggo, setelah sebelumnya melewati tahap Musyawarah Kalurahan PAW pada 27 September 2026.

Dalam arahannya, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan ucapan selamat dan menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan awal dari pengabdian nyata serta peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat kalurahan.

“Pelantikan hari ini bukanlah sekadar acara seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menyelenggarakan pemerintahan, melaksanakan pembangunan, serta memberdayakan masyarakat,” ujar Harda Kiswaya.

Harda meminta agar pascapemilihan, seluruh elemen masyarakat kembali bersatu tanpa ada sekat maupun kubu pendukung yang memecah belah kerukunan warga.

“Saya ingin mengingatkan bahwa setelah proses pemilihan berakhir, maka berakhir pula perbedaan pilihan. Tidak ada lagi kelompok yang memilih dan kelompok yang tidak memilih. Saudara adalah lurah bagi seluruh masyarakat kalurahan,” tambah Harda Kiswaya.

Ia juga mengajak para lurah terpilih untuk memegang prinsip manjing ajur ajer, yakni menyatu, mendengar, dan hadir di tengah persoalan warga.

“Pemimpin itu di depan. Jangan menjadi pemimpin yang hanya hadir di ruang kantor, tetapi jadilah pemimpin yang hadir ketika masyarakat membutuhkan. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan integritas,” tegasnya.




Sleman Siap Hadapi Musim Hujan

Sleman – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kabupaten Sleman menggelar Apel Besar Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan di halaman Kantor Dinas PUPKP Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (08/10/2026) pagi.

Apel yang dipimpin langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, ini diikuti oleh jajaran pejabat hingga seluruh petugas teknis lapangan Dinas PUPKP Sleman guna mengantisipasi potensi genangan air dan banjir menjelang puncak musim penghujan.

Dalam arahannya, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengapresiasi kerja keras jajaran Dinas PUPKP yang terus meningkatkan kualitas layanan infrastruktur publik. Ia meminta tim lapangan bergerak cepat membersihkan pendangkalan drainase serta memperbaiki jaringan irigasi dan Sumber Daya Air (SDA) yang rusak.

“Pelayanan di Kabupaten Sleman saat ini alhamdulillah membaik berkat kerja keras panjenengan. Peran PU betul-betul harus tanggap. Bagaimana caranya besok kalau hujan deras, tidak ada banjir di Sleman,” tegas Harda Kiswaya.

Harda juga mengingatkan pentingnya integritas pegawainya dalam melayani masyarakat tanpa pungutan liar, sekaligus mengimbau warga agar tidak membuang sampah ke saluran air.

“Saya mengingatkan kita semuanya untuk hati-hati menghadapi musim hujan yang akan datang, sehingga segala infrastruktur berkaitan dengan alirnya air hujan ini betul-betul kita persiapkan dengan baik untuk mengantisipasi adanya banjir. Ojo buang sampah sembarangan, lebih-lebih di tempat-tempat drainase,” ujar Harda Kiswaya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPKP Kabupaten Sleman, Sukarmin, memaparkan perkiraan BMKG terkait awal musim hujan di Sleman, yakni wilayah utara pada akhir November serta wilayah tengah dan selatan pada awal Desember.

Sukarmin menginstruksikan seluruh ketua tim dan pengawas bidang untuk rutin memantau titik-titik saluran air yang rawan mengalami sedimentasi tinggi maupun sumbatan sampah demi mencegah luapan air saat hujan deras turun.




Sardonoharjo Tetapkan Pemberdayaan Masyarakat dan Ketahanan Pangan sebagai Prioritas RKPKal 2027

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, menetapkan pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan, dan penguatan ketahanan pangan sebagai prioritas pembangunan dalam Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKPKal) Tahun Anggaran 2027.

Prioritas tersebut dibahas melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kalurahan (Musrenbangkal) dalam rangka penyusunan RKPKal 2027 yang digelar di Aula Kalurahan Sardonoharjo, Rabu (30/9/2026).

Musrenbangkal dihadiri Panewu Ngaglik Edi Wibowo, Forkopim Kapanewon Ngaglik, perwakilan Puskesmas dan UPT, Lurah dan Pamong Kalurahan Sardonoharjo, lembaga kalurahan, BUMKal, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta tokoh masyarakat.

Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho mengatakan, Musrenbangkal menjadi forum strategis untuk menyusun prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat sekaligus menindaklanjuti arah kebijakan dalam RPJMKal.

“Musrenbangkal menjadi forum penting untuk menentukan prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan arah kebijakan dalam RPJMKal,” ujar Harjuno.

Ia menjelaskan, pada 2027 Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo akan mengarahkan pembangunan pada pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan melalui bantuan dan pengembangan usaha, serta penguatan ketahanan pangan.

Menurutnya, program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga mendorong kemandirian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Panewu Ngaglik, Edi Wibowo menyampaikan bahwa penyusunan RKPKal merupakan tahapan lanjutan dari perencanaan pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMKal. Karena itu, penyusunannya perlu dilakukan secara terarah, berkesinambungan, dan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat.

“Penyusunan RKPKal merupakan bagian dari tahapan perencanaan pembangunan yang harus selaras dengan kebutuhan masyarakat,” kata Edi.

Dalam forum tersebut, rancangan RKPKal Sardonoharjo Tahun Anggaran 2027 dipaparkan oleh Ulu-Ulu Anang Setiawan. Paparan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pembahasan bersama peserta Musrenbangkal.

Forum tersebut menjadi ruang bagi berbagai unsur masyarakat dan lembaga kalurahan untuk memberikan masukan terhadap rancangan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada 2027.

Hasil pembahasan menyepakati arah dan prioritas pembangunan Kalurahan Sardonoharjo Tahun Anggaran 2027, terutama pada aspek pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan melalui penguatan usaha masyarakat, dan ketahanan pangan.

Berbagai usulan yang disampaikan dalam forum menjadi bahan penyempurnaan rancangan RKPKal. Hasil Musrenbangkal dan berita acara selanjutnya menjadi bagian dari tahapan penyusunan hingga penetapan RKPKal sesuai mekanisme perencanaan pembangunan kalurahan.

Setelah memperoleh persetujuan Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Sardonoharjo, kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara Musrenbangkal.

Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo selanjutnya menindaklanjuti hasil kesepakatan melalui tahapan penyusunan dan penetapan dokumen RKPKal Tahun Anggaran 2027.

Melalui perencanaan yang partisipatif, RKPKal 2027 diharapkan menjadi pedoman pembangunan yang lebih terarah dan tepat sasaran, sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mendorong kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan di Kalurahan Sardonoharjo. (Egi Prayoga – KIM DSN Ngaglik)




MAN 4 Sleman Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Nilai Persatuan dan Kebangsaan

Sleman – MAN 4 Sleman menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026), di halaman madrasah. Kegiatan tersebut diikuti seluruh guru, pegawai, dan peserta didik dengan berlangsung tertib dan khidmat.

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf, bertindak sebagai pembina upacara. Sementara itu, Pengurus OSIS MAN 4 Sleman bertugas dalam rangkaian upacara sebagai bagian dari pembelajaran kepemimpinan dan tanggung jawab bagi peserta didik.

Pelaksanaan upacara mengacu pada Pedoman Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang dikeluarkan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor B/668/MK/

Salah satu agenda dalam upacara tersebut adalah pembacaan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila oleh Kepala Madrasah selaku pembina upacara. Ikrar tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali kedudukan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Sejak kemerdekaan Indonesia diproklamasikan 17 Agustus 1945, berbagai ancaman terhadap NKRI terus terjadi, baik dari dalam maupun luar negeri. Karena itu, kewaspadaan dan semangat kebersamaan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila perlu terus dijaga untuk memperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Arif.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi momentum bagi warga madrasah untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi peserta didik, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran untuk memahami pentingnya menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan madrasah maupun masyarakat.

Keterlibatan Pengurus OSIS sebagai petugas upacara memberikan pengalaman bagi peserta didik dalam mengembangkan kedisiplinan, kepemimpinan, dan tanggung jawab. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik belajar mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan resmi secara tertib dan bertanggung jawab.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di MAN 4 Sleman diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh warga madrasah untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

(Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)