Pesta Tujuh Gol, PS Condongcatur Jaga Tren Kemenangan di Liga Seri A Sleman

Sleman – PS Condongcatur (PS CC) melanjutkan tren kemenangan pada Kompetisi Seri A Askab PSSI Sleman 2026 setelah menundukkan PS TGP dengan skor 7-1 di Lapangan Nogotirto, Rabu (30/9/2026).

Kemenangan tersebut menjadi kemenangan kedua secara beruntun bagi PS CC. Enam gol tercipta pada babak kedua, setelah sebelumnya Muhammad Sakha Altaffarid membuka keunggulan pada menit ke-17. Hasil ini sekaligus menjadi modal bagi PS CC untuk menghadapi PS Pemda pada pertandingan berikutnya.

Muhammad Sakha Altaffarid membawa PS CC unggul 1-0 pada menit ke-17. Keunggulan tersebut bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, PS CC semakin dominan. Gol bunuh diri David Ri’fan Maulana pada menit ke-51 membuat PS CC unggul 2-0. Lima menit berselang, Farhan Arif Musthofa menambah keunggulan menjadi 3-0, disusul Allan Aters pada menit ke-63.

PS CC kembali mencetak tiga gol dalam rentang menit ke-75 hingga ke-78. Ghifari Azhar mencetak gol pada menit ke-75, kemudian Oktama Ditya Okizana mencatatkan namanya di papan skor melalui dua gol beruntun pada menit ke-77 dan ke-78. Skor berubah menjadi 7-0.

PS TGP baru mampu memperkecil ketertinggalan pada masa tambahan waktu. Wasit menunjuk titik putih setelah kapten PS Condongcatur, Ahmad Safi’i, melakukan pelanggaran terhadap pemain PS TGP di dalam kotak penalti.

Riflan Arfri Anhar yang menjadi eksekutor berhasil menjalankan tugasnya. Ia menaklukkan penjaga gawang PS CC, Agung Prasetyo, pada menit ke-90+5 untuk mengubah skor menjadi 7-1 sekaligus menutup pertandingan.

Hasil tersebut memperpanjang catatan kemenangan PS CC setelah sebelumnya mengalahkan PS Porab dengan skor 2-1 pada laga pembuka di Lapangan Jangkang, Selasa (22/9/2026). Dari dua pertandingan, PS CC telah mencetak sembilan gol dan kebobolan dua gol dengan selisih gol surplus tujuh.

Produktivitas pada babak kedua menjadi salah satu faktor penting dalam kemenangan atas PS TGP. Lima pemain PS CC turut menyumbangkan gol, menunjukkan kontribusi mencetak gol yang tersebar di sejumlah pemain.

Meski meraih kemenangan telak, PS CC masih perlu menjaga konsistensi permainan. Dalam dua laga awal, PS CC tercatat kebobolan melalui tendangan penalti. Catatan tersebut menjadi perhatian bagi tim untuk meningkatkan kedisiplinan bertahan hingga pertandingan berakhir.

Sebelumnya, seusai laga menghadapi PS Porab, pelatih PS Condongcatur Fajar Subekti menyoroti kondisi fisik, komunikasi, dan koordinasi antarlini. Pembenahan pada aspek tersebut diperlukan agar para pemain dapat menjalankan skema permainan secara lebih maksimal.

Manajer PS Condongcatur, Daris Wicaksono, juga mengingatkan pentingnya menjaga fokus dan kekompakan tim sejak masa persiapan.

“Para pemain harus tetap fokus, disiplin, menjaga kekompakan, dan menjalankan strategi tim dengan baik,” ujar Daris.

PS Condongcatur selanjutnya dijadwalkan menghadapi PS Pemda pada Rabu (7/10/2026) di Lapangan Jangkang, mulai pukul WIB. Laga ketiga tersebut akan menjadi kesempatan bagi PS CC untuk melanjutkan catatan positif sekaligus menjaga konsistensi permainan. (Wasana/KIM Depok)




Tiga Kalurahan di Sleman Ikuti Sosialisasi Pembentukan Kampung Redam di Semarang

Sleman – Upaya membangun perdamaian, mencegah konflik, dan memperkuat penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM) perlu dimulai dari lingkungan terdekat dengan kehidupan masyarakat, yakni kampung.

Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Rencana Pembentukan Calon Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian (Redam) se-Indonesia yang digelar di Menara Syahbandar, Jalan Kampung Sleko, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Rabu (30/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, tiga kalurahan dari Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yakni Kalurahan Sardonoharjo, Sendangadi, dan Banyuraden, turut mengikuti sosialisasi dan koordinasi rencana pembentukan Kampung Redam.

Keterlibatan ketiga kalurahan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dan masyarakat di tingkat lokal dalam membangun lingkungan yang mampu mengelola keberagaman, menjaga kerukunan, serta mencegah potensi konflik sejak dini.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah unsur pemerintah dan tokoh masyarakat, antara lain perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Tengah. Dari DIY, kegiatan diwakili Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik, Ana Windyawati. Sementara dari Kabupaten Sleman hadir Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Tina Hastani.

Menteri HAM RI, Natalius Pigai menyampaikan bahwa pembentukan Kampung Redam merupakan salah satu langkah pemerintah dalam membangun sistem pencegahan konflik sekaligus memperkuat integrasi sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, keberagaman suku, budaya, agama, dan karakter masyarakat Indonesia membutuhkan kemampuan bersama untuk mengelola perbedaan secara damai. Karena itu, masyarakat perlu memiliki mekanisme penyelesaian persoalan sejak dini agar perbedaan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

“Kampung merupakan titik terkecil dalam kehidupan masyarakat. Maka dari titik inilah harus kita hadirkan Kampung Redam untuk menjaga persatuan, kesatuan, dan integrasi sosial,” ujar Pigai.

Ia menegaskan, Kampung Redam tidak hanya dimaksudkan sebagai simbol perdamaian, tetapi juga diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh akses terhadap keadilan dan pelayanan yang berkaitan dengan HAM.

Melalui pendekatan tersebut, berbagai persoalan di masyarakat diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi, dialog, dan musyawarah sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Kementerian HAM ikut serta menghadirkan keadilan bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan dan pelayanan hak asasi manusia,” kata Pigai.

Keterlibatan Kalurahan Sardonoharjo, Sendangadi, dan Banyuraden dalam kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang menjunjung perdamaian, toleransi, penyelesaian masalah secara dialogis, serta penghormatan terhadap HAM.

Program Kampung Redam diharapkan tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam praktik di tingkat kampung sehingga masyarakat memiliki ruang yang aman untuk menyelesaikan persoalan, menjaga kerukunan, dan memperkuat persatuan.

(ESK – KIM DSN NGAGLIK)




Kapanewon Depok Perkuat Pembinaan KIM Depok Raya

Sleman – Pemerintah Kapanewon Depok memperkuat pembinaan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Depok Raya Kabupaten Sleman, Rabu (30/9/2026).

Pembinaan tersebut mendorong KIM meningkatkan kualitas penyebarluasan informasi sekaligus memperkuat peran sebagai penggerak informasi masyarakat.

Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Depok, Fransiskus Suhyadi mengapresiasi keberadaan KIM Depok Raya yang aktif memberitakan berbagai kegiatan di wilayah Kapanewon Depok.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas keberadaan KIM Depok Raya yang selalu terdepan dalam memberitakan berbagai kegiatan di wilayah Kapanewon Depok,” ujarnya.

Suhyadi juga berpesan agar pengelola KIM selalu berhati-hati dan teliti dalam menulis berita sebelum memublikasikannya melalui kanal media daring.

“Ketelitian diperlukan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Selain pembinaan pengelolaan informasi, Suhyadi pun mendukung KIM Depok Raya berpartisipasi dalam Pertunjukan Rakyat (Petunra) Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran KIM dalam menyampaikan informasi sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan komunikasi publik. (Athiful/KIM Depok)




Jemput Bola IKD dan Pendaftaran Perlinsos, Kalurahan Sinduadi Dekatkan Layanan kepada Warga

Sleman – Kalurahan Sinduadi terus meningkatkan pelayanan administrasi kepada masyarakat melalui layanan jemput bola aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos). Kegiatan tersebut dilaksanakan Rabu (30/9/2026) di Aula Kalurahan Sinduadi.

Layanan jemput bola menjadi salah satu upaya Kalurahan Sinduadi untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Selain di kantor kalurahan, pelayanan dapat dilakukan dengan menyambangi padukuhan maupun komunitas sesuai permohonan masyarakat.

Penanggung jawab kegiatan sekaligus Kaur Tata Laksana Kalurahan Sinduadi, Zenis Ahmad Kiswara, mengatakan layanan tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat mengikuti perkembangan administrasi kependudukan di era digital.

“Dari pusat memang ada peralihan dari dokumen kependudukan yang selama ini berbentuk cetak menuju era digital. IKD merupakan administrasi kependudukan secara digital dan sah sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk ketentuan dari Kementerian Dalam Negeri,” jelasnya.

Menurut Zenis, IKD memberikan kemudahan dan efisiensi bagi masyarakat. Kalurahan Sinduadi memiliki sekitar jiwa, dengan sekitar jiwa di antaranya telah memiliki KTP. Sementara itu, berdasarkan informasi dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, warga Sinduadi yang telah mengaktifkan IKD baru sekitar orang.

“Karena itu kami terus melakukan sosialisasi dan pelayanan jemput bola. Dalam satu tahun, kegiatan seperti ini dilaksanakan sebanyak empat kali,” tandasnya.

Pelayanan jemput bola juga dapat dilaksanakan dengan menyambangi padukuhan. Padukuhan dapat mengajukan permohonan sehingga petugas Kalurahan Sinduadi dapat memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat.

Informasi mengenai layanan tersebut sebelumnya telah disampaikan melalui berbagai kanal komunikasi Kalurahan Sinduadi, antara lain media sosial Instagram dan YouTube, serta melalui pertemuan dan koordinasi dengan para dukuh.

Selain aktivasi IKD, kegiatan tersebut juga menyediakan layanan dan informasi mengenai pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos). Sistem Perlinsos saat ini semakin terintegrasi dengan berbagai data administrasi pemerintah.

Zenis menjelaskan, keterkaitan data kependudukan dengan Perlinsos menjadi penting karena data tersebut menjadi bagian dari proses pendataan masyarakat yang membutuhkan perlindungan dan bantuan sosial.

“Sistem Perlinsos sekarang sudah terkoneksi dengan berbagai data, termasuk Dukcapil, pertanahan, dan perbankan. Data tersebut digunakan untuk melihat kondisi masyarakat sehingga bantuan dapat diberikan secara lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Penentuan kelayakan penerima bantuan dilakukan berdasarkan sistem dan kewenangan pemerintah pusat, termasuk pengelompokan masyarakat berdasarkan desil kesejahteraan. Dengan semakin terintegrasinya data, diharapkan penyaluran bantuan sosial dapat menyasar masyarakat yang memenuhi kriteria.

Aktivasi IKD juga memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan administrasi. Saat tidak membawa KTP fisik, identitas kependudukan dalam bentuk digital dapat digunakan untuk keperluan tertentu sesuai dengan layanan yang tersedia.

Melalui pelayanan jemput bola ini, Kalurahan Sinduadi berharap semakin banyak masyarakat yang mengaktifkan IKD sekaligus memastikan data Perlinsos tercatat dengan benar.

(Y. Edy Setyoharjo – KIM Pijar Mlati)