RS UAD Edukasi Ibu Hamil dalam IMOBY Jogja 2026

Sleman — Rumah Sakit Universitas Ahmad Dahlan (RS UAD) menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan keluarga dengan berpartisipasi aktif pada pameran Indonesia Mom Baby Kids Expo (IMOBY) Jogja 2026. Ajang pameran parenting tahunan yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC), Kabupaten Bantul tersebut diselenggarakan selama tiga hari, mulai Jumat (28/08/2026) hingga Minggu (30/08/2026).

Dalam ajang pameran tersebut, RS UAD menghadirkan serangkaian layanan kesehatan bagi ibu hamil dan pengunjung, seperti kelas yoga ibu hamil, pemeriksaan ultrasonografi (USG), konsultasi kesehatan medis gratis, serta pembagian pregnancy bag. Layanan terpadu ini dihadirkan untuk memberikan kemudahan akses informasi medis serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan kehamilan sejak dini.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS UAD, Dewanto Suryoningrat, menjelaskan bahwa masa kehamilan memerlukan perhatian dan penanganan komprehensif yang disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing ibu hamil.

“Kehamilan membutuhkan perhatian yang menyeluruh, mulai dari kondisi ibu, perkembangan janin, hingga kesehatan reproduksi. Pemeriksaan dan konsultasi secara berkala membantu ibu memahami kondisi kehamilan serta mengambil langkah yang tepat. Setiap ibu memiliki kondisi yang berbeda, karena itu aktivitas maupun pemeriksaan selama kehamilan perlu disesuaikan dan dikonsultasikan bersama tenaga kesehatan,” ujar Dewanto Suryoningrat di sela-sela pemberian edukasi kesehatan pada Minggu (30/08/2026).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Humas, Pemasaran, dan Medikolegal RS UAD, Tata Swastika Ayuningtyas, menyampaikan bahwa keikutsertaan RS UAD dalam ajang pameran ini merupakan strategi mendekatkan edukasi medis langsung ke tengah-tengah keluarga.

“Kami ingin masyarakat memperoleh informasi kesehatan yang mudah dipahami sekaligus memiliki kesempatan berkonsultasi langsung dengan tenaga medis. Edukasi seperti ini penting agar keluarga semakin sadar melakukan pencegahan dan pemeriksaan sejak dini. Harapannya, masyarakat tidak hanya datang ketika mengalami keluhan, tetapi semakin terbiasa melakukan pemeriksaan, mencari informasi yang benar, dan menjaga kesehatan ibu serta anak secara berkelanjutan,” tutur Tata Swastika Ayuningtyas.

Melalui kehadiran stan edukasi dan pemeriksaan medis gratis pada perhelatan IMOBY Jogja 2026 ini, RS UAD berharap kesadaran para orang tua di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya terhadap kesehatan ibu serta tumbuh kembang anak dapat semakin meningkat secara berkesinambungan. (Athiful/KIM Depok)




Pemkab Sleman Perkuat Kinerja Aparatur Lewat Penandatanganan Kontrak Kinerja 2026

Sleman — Pemerintah Kabupaten Sleman mengambil langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta kinerja organisasi dan individu melalui penandatanganan Kontrak Kinerja Tahun 2026. Agenda krusial yang diikuti oleh 153 Pejabat Administrator dan Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Sleman tersebut berlangsung di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman pada Senin (31/08/2026).

Melalui kesepakatan ini, para Pejabat Administrator berkomitmen penuh untuk mewujudkan pencapaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), memenuhi target kinerja fisik dan keuangan Perangkat Daerah, serta mempertahankan kompetensi manajerial. Sementara itu, para Kepala Perangkat Daerah ditugaskan melakukan supervisi serta evaluasi berkala yang dilaporkan secara intensif kepada Bupati.

Sistem evaluasi kinerja ini juga mempertegas penerapan mekanisme penghargaan dan sanksi (reward and punishment) sesuai Peraturan Bupati Sleman Nomor 35 Tahun 2026. Pejabat yang berprestasi akan diprioritaskan dalam program rencana suksesi dan pengembangan kompetensi. Sebaliknya, sanksi tegas menanti pejabat yang gagal memenuhi target, mulai dari pembinaan, pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), uji kompetensi ulang, mutasi, hingga demosi.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menekankan bahwa penandatanganan kontrak kinerja ini merupakan pengingat penting atas amanah jabatan dan tanggung jawab pengelolaan APBD yang harus dijalankan secara profesional.

“Ini adalah bagian dari sistem untuk mengingatkan kita semuanya, ya Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Asisten, hingga Kepala Perangkat Daerah dan ketua tim kerja, berkaitan dengan tanggung jawab menjalankan APBD dengan baik,” tegas Harda Kiswaya dalam sambutannya.

Bupati juga memperingatkan risiko ketatnya evaluasi kinerja ASN dan meminta seluruh jajaran untuk bersikap ksatria apabila dinilai tidak mampu memenuhi komitmen kinerja yang telah ditandatangani.

“Kalau sampai demosi, artinya tidak bisa bekerja. Kalau memang tidak mampu, harus fair dan bisa menerima kenyataan. Mengakui tidak mampu itu membutuhkan jiwa besar,” ujarnya menambahkan.

Penerapan kontrak kinerja ini diharapkan mampu melahirkan birokrasi yang adaptif, akuntabel, dan berintegritas tinggi dalam mengakselerasi program-program pembangunan serta pelayanan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sleman.




Motor Roda Tiga DLH Sleman Percepat Pengangkutan Sampah di Maguwoharjo

Sleman — Operasional armada sepeda motor roda tiga bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman terbukti mempercepat proses pengangkutan sampah di wilayah Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Keberadaan armada tersebut menjadi solusi efektif untuk menjangkau area pemukiman padat warga pada Minggu (30/08/2026).

Dukungan sarana transportasi ini difungsikan untuk mempermudah mobilisasi pengangkutan sampah dari kawasan RT dan RW menuju titik penampungan sementara maupun pusat pengelolaan. Ukuran kendaraan yang ramping dinilai ideal untuk melintasi jalan-jalan sempit di permukiman warga yang sulit dijangkau oleh truk sampah berukuran besar.

Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah (P3S) Kalurahan Maguwoharjo, Sri Rahayu, mengutarakan bahwa armada roda tiga ini secara signifikan meningkatkan efisiensi waktu kerja para petugas di lapangan serta mencegah terjadinya penumpukan sampah.

“Motor roda tiga sangat membantu pekerjaan di lapangan. Ukurannya lebih fleksibel sehingga petugas lebih mudah menjangkau lingkungan warga dan mengangkut sampah dengan lebih cepat. Ketersediaan sarana harus berjalan bersama kedisiplinan pengelolaan. Ketika pengangkutan berjalan lancar, lingkungan juga lebih mudah dijaga tetap bersih,” ujar Sri Rahayu di sela-sela peninjauan lokasi.

Sri menggarisbawahi bahwa efektivitas operasional armada pengangkut tersebut harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah anorganik dan organik langsung dari sumbernya di rumah tangga.

“Armada membantu proses pengangkutan, tetapi masyarakat tetap memegang peran utama. Pemilahan dari sumber akan sangat menentukan keberhasilan pengelolaan sampah. Harapannya, sarana ini dimanfaatkan secara optimal dan diikuti partisipasi warga sehingga upaya penanganan sampah dapat berjalan lebih baik dan berkelanjutan,” tegas Sri Rahayu.

Melalui optimalisasi moda pengangkut roda tiga ini, Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo optimistis pengelolaan sampah kawasan setempat dapat berlangsung tertib, bersih, dan konsisten guna mendukung program kelestarian lingkungan di Kabupaten Sleman. (Sri Rahayu/KIM Depok)




SMP Muhammadiyah 1 Depok Meriahkan Parade Drumband Kaliurang 2026

Sleman — Tim drumband Genderang Jendral Sudirman dari SMP Muhammadiyah 1 Depok tampil memukau dalam gelaran Parade Drumband Kaliurang 2026 yang berlangsung di Kawasan Wisata Kaliurang, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, pada Minggu (30/08/2026). Penampilan apik para siswa tersebut menjadi ajang untuk menunjukkan bakat bermusik sekaligus mengasah kedisiplinan dan kekompakan di ruang publik.

Keikutsertaan sekolah ini menyedot perhatian wisatawan dan warga setempat. Berpadu dengan deretan kontestan lain dari kalangan pelajar hingga komunitas drumband se-Kabupaten Sleman, tim Genderang Jendral Sudirman menunjukkan harmoni nada dan formasi yang terstruktur.

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Depok, Abidin Fuadi, mengutarakan bahwa partisipasi dalam ajang seni ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk membangun karakter serta rasa percaya diri siswa di luar proses belajar mengajar harian.

“Drumband melatih siswa untuk disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, dan menghargai proses. Nilai-nilai tersebut penting dalam membentuk karakter sekaligus mendukung perkembangan potensi mereka. Kami ingin siswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama. Pengalaman seperti ini menjadi bagian penting dalam proses pendidikan mereka,” ujar Abidin Fuadi di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan aktif para pelajar dalam kegiatan kesenian daerah turut memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif di Kabupaten Sleman. Pihak sekolah berharap pengalaman tampil di tempat umum ini dapat memicu semangat para siswa untuk terus mengasah minat, bakat, serta meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan. (Athiful/KIM Depok)




Sajikan Lakon Ramadesa, Seniman Muda Sawahan Lor Sukses Gelar Perdana Sendratari Ramayana di Amfiteater Bulak Sawah

Sleman — Ratusan penonton terpukau menyaksikan pementasan perdana Sendratari Ramayana bertajuk lakon Ramadesa yang digelar di Amfiteater Desa Wisata Bulak Sawah, Padukuhan Sawahan Lor, Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (29/08/2026) malam. Pertunjukan seni tradisi yang dibawakan secara apik oleh puluhan seniman anak-anak hingga remaja tersebut sukses menuai riuh tepuk tangan warga.

Pagelaran seni ini mengangkat kisah epik Ramayana yang terinspirasi dari relief Candi Prambanan. Lakon Ramadesa menceritakan perjuangan Rama bersama Laksmana dan pasukan Wanara yang dipimpin Hanoman dalam menyelamatkan Dewi Shinta dari penculikan Raja Alengka, Rahwana. Pertunjukan ini mengombinasikan tarian, iringan musik gamelan, serta nilai-nilai luhur budaya Jawa.

Dukuh Sawahan Lor, Budi Winarno, menyampaikan bahwa pementasan budaya ini membawa pesan moral yang mendalam bagi kehidupan bermasyarakat.

“Epos ini menyampaikan pesan nilai-nilai luhur tentang kesetiaan, keberanian, serta kemenangan dharma atau kebenaran atas adharma atau kejahatan,” ujar Budi Winarno di sela-sela pertunjukan.

Pementasan perdana tersebut dihadiri langsung oleh jajaran anggota DPRD DIY, perwakilan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY dan Sleman, Dinas Pariwisata, Tim Monev, serta Forkopimkam Ngemplak. Suksesnya agenda ini tidak lepas dari kolaborasi intensif antara pelaku seni tingkat TK, SD, hingga dewasa dengan komunitas Loka Bestari, Sanggar Seni Sekar Ngrayung, Sanggar Seni Urip Urub, dan SMA Negeri 1 Pakem. Melalui inisiasi Ramadesa, Desa Wisata Bulak Sawah diharapkan mampu menjadi magnet wisata budaya baru sekaligus sarana regenerasi seniman di Kabupaten Sleman. (Tri Joko S/KIM Kalasan Bersahabat)