Guyub Rukun dalam Gotong Royong, Warga RW 45 Kayen Bangun Jalan dan Rawat Sumur Resapan

Sleman — Semangat guyub rukun dan gotong royong tetap terpelihara kuat di tengah pesatnya modernisasi wilayah perkotaan. Warga RW 45 Padukuhan Kayen, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, bahu-membahu menyiapkan penataan jalan Gang Tulip 2 sekaligus melakukan pemeliharaan rutin sumur resapan air hujan pada Minggu (30/08/2026).

Kegiatan kerja bakti yang dimulai sejak pukul WIB tersebut membagi konsentrasi warga di dua lokasi utama. Warga RT 08 berfokus meratakan dan membersihkan lahan Gang Tulip 2 sepanjang 195 meter persegi yang bersumber dari bantuan Dana Desa Kalurahan Condongcatur, ditambah swadaya warga seluas 18 meter persegi. Sementara itu, warga RT 07 disiagakan untuk menguras endapan lumpur serta memperbaiki palka dari 32 titik sumur resapan di kawasan permukiman setempat.

Ketua Panitia Pembangunan RW 45 Kayen, Agus Sumanto, menjelaskan bahwa persiapan lokasi secara swadaya dilakukan agar proses pemasangan sekitar buah konblok berjalan lebih cepat dan efisien.

“Kerja bakti ini untuk menyiapkan lokasi agar ketika pekerja mulai memasang konblok, badan jalan dan material sudah siap. Konblok juga kami tata di dekat area pemasangan sehingga pekerjaan lebih efektif dan lancar,” ujar Agus Sumanto di sela-sela kegiatan.

Di lokasi pemeliharaan drainase, Ketua Sub Unit 45 Padukuhan Kayen, Jindarto, mengutarakan pentingnya pengerukan berkala terhadap puluhan sumur resapan air guna mengantisipasi banjir dan menjaga daya tampung air hujan saat musim penghujan tiba.

“Sumur resapan selalu kami cek secara berkala. Kalau sudah mulai dangkal atau dipenuhi endapan lumpur dan pasir, segera dilakukan pemeliharaan dengan mengangkat endapannya agar kedalamannya kembali mendekati ukuran awal, sekitar empat meter atau delapan bis. Untuk program pembangunan 2027, RW 43 dan RW 45 direncanakan berupa saluran drainase di Gang Kenanga. Ini menjadi kolaborasi kedua RW karena lokasinya menyambung,” kata Jindarto.

Langkah swadaya dan kepedulian lingkungan tersebut mendapat apresiasi dari Dukuh Kayen, Ade Hermawan Susilo, yang hadir memantau langsung jalannya kerja bakti bersama Ketua RW 45 Kayen, Untung Maryanto.

“Kami mengapresiasi keguyuban warga RW 45. Semangat gotong royong seperti ini perlu terus dijaga karena pembangunan lingkungan akan semakin kuat ketika masyarakat ikut terlibat, memiliki kepedulian, serta bersama-sama menjaga hasil pembangunan,” tutur Ade Hermawan Susilo.

Rangkaian kerja bakti lintas generasi yang melibatkan pemuda hingga kelompok ibu-ibu penyedia konsumsi ini diakhiri dengan santap siang bersama. Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa keterpaduan antara dana pembangunan pemerintah dan swadaya masyarakat mampu merawat infrastruktur sekaligus mempererat ikatan sosial warga di kawasan “desa rasa kota”. (Wasana/KIM Depok)




Peringati Maulid Nabi, Gus Azka Ingatkan Umat Muslim Pentingnya Menjaga Harmoni di Tengah Perbedaan

Sleman — Umat Islam diajak untuk menjadikan momentum Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah sebagai sarana memperkuat kerukunan dan sikap saling menghormati antarumat beragama. Pesan kedamaian tersebut disampaikan oleh pengasuh Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Sleman, Azka Sya’bana, dalam tausiyah yang berlangsung di Masjid Al Huda Bedog, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (29/08/2026) malam.

Di hadapan para jamaah, Azka Sya’bana menegaskan bahwa keberagaman agama maupun keyakinan merupakan realitas kehidupan sosial yang harus disikapi secara bijaksana. Menurutnya, perbedaan yang ada tidak sepatutnya menjadi alasan untuk memunculkan permusuhan atau membangun jarak di tengah masyarakat. Umat Islam diimbau meneladani akhlak Rasulullah SAW yang senantiasa mengedepankan kesantunan dan persaudaraan.

“Menjaga kerukunan bukan berarti kita harus menyamakan keyakinan, tetapi bagaimana kita bisa saling menghormati dan hidup berdampingan dengan baik,” ujar Azka Sya’bana.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga pola komunikasi, bijak dalam menyaring informasi di media sosial, serta mengutamakan musyawarah guna mencegah potensi konflik. Tokoh muda yang akrab disapa Gus Azka ini juga meminta generasi muda untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu sensitif yang berpotensi memecah belah persatuan.

“Jangan mudah terprovokasi oleh isu yang mempertentangkan kelompok agama, maupun keyakinan dalam beribadah di kehidupan bermasyarakat. Semangat persaudaraan dan kepedulian sosial harus terus diperkuat agar perbedaan tidak dimanfaatkan menjadi sumber perpecahan,” tegasnya.

Melalui pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW ini, warga Padukuhan Bedog dan sekitarnya diharapkan dapat mengimplementasikan keteladanan Nabi dalam kehidupan sehari-hari guna mewujudkan lingkungan bermasyarakat yang aman, damai, dan harmonis. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Meriahkan HUT ke-81 RI, Warga Jatisawit Gelar Jalan Sehat hingga Pelantikan Ketua RT dan RW

Sleman — Ratusan warga Padukuhan Jatisawit, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, memadati halaman rumah Ketua RW 26 Slamet Dwi Haryono pada Minggu (30/08/2026). Kehadiran warga tersebut untuk mengikuti rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang diselenggarakan secara semarak.

Kegiatan yang melibatkan 13 RW dan 27 RT se-Padukuhan Jatisawit ini diawali dengan jalan sehat yang diikuti sekitar 700 peserta. Pembagian doorprize berupa satu unit sepeda gunung sumbangan Bupati Sleman diraih oleh Widyaningsih dari RT 03 RW 26, sementara hadiah utama satu ekor kambing berhasil dimenangkan oleh Puji Astuti warga RT 01 RW 25. Acara tersebut juga dimeriahkan oleh panggung pentas seni dari potensi warga setempat.

Di tempat yang sama, dilaksanakan pula prosesi pelantikan pengurus RT dan RW terpilih se-Padukuhan Jatisawit untuk masa bakti 2026–2031. Upacara pelantikan dipimpin langsung oleh Lurah Balecatur, Andri Septianto, serta disaksikan oleh Carik, Ulu-Ulu, Jogoboyo Balecatur, dan Dukuh Jatisawit, Saryo.

Dalam sambutannya, Lurah Balecatur, Andri Septianto, menyampaikan apresiasi atas guyub rukun warga sekaligus berpesan agar para pengurus RT dan RW yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh.

“Selamat kepada pengurus RT dan RW yang baru saja dilantik, semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik untuk kemajuan Padukuhan Jatisawit. Menjadi pengurus RT dan RW harus bisa menjadi contoh suri teladan yang baik bagi masyarakat di wilayahnya masing-masing,” ujar Andri Septianto.

Rangkaian acara peringatan kemerdekaan dan pelantikan lembaga kemasyarakatan desa ini berlangsung lancar, aman, serta penuh dengan suasana keakraban dan kekeluargaan antarwarga. (Antok/KIM Pararta Guna Gamping)




Perkuat Kapasitas Jurnalis Komunitas, Forum KIM Sembada Sleman Pelajari Adopsi AI Generatif dan Formulasi Prompt

Sleman — Puluhan jurnalis komunitas yang tergabung dalam Forum Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sembada Kabupaten Sleman mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bertema “Adopsi AI Generatif oleh Content Creator” di Hotel Prime Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Sabtu (29/08/2026). Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pembuat konten berbasis teks maupun audio-visual di era digital.

Hadir sebagai narasumber utama, dosen Sistem Informasi Fakultas Teknik Universitas Galuh Ciamis, Luffi Septian, memaparkan beragam instrumen Artificial Intelligence (AI) generatif seperti ChatGPT, Gemini, Claude, hingga Perplexity. Teknologi ini dinilai mampu membantu pembuat konten dalam menggali ide, menguji judul, menyunting tata bahasa, hingga mematangkan alur tulisan.

Meski demikian, Luffi menekankan bahwa kecerdasan buatan hanyalah alat bantu, sedangkan akurasi data dan etika jurnalistik tetap berada di tangan penulis.

“Masing-masing tools memiliki keunggulan tersendiri. Kita harus pandai-pandai memilih program yang sesuai dengan jenis konten yang sedang kita kerjakan. Namun, AI sebaiknya ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti kemampuan dan tanggung jawab pembuat konten,” ujar Luffi Septian di hadapan para peserta.

Selain mengenalkan lebih dari 20 perangkat AI untuk pembuatan gambar, audio, dan penyuntingan video seperti CapCut, Luffi secara khusus membekali para jurnalis komunitas dengan teknik penyusunan instruksi (prompt) yang presisi menggunakan rumus “PTKGBO”.

“Dalam pemanfaatan AI generatif, pembuatan prompt atau instruksi menjadi tahapan yang sangat penting. Instruksi yang sederhana akan menghasilkan keluaran yang umum. Sebaliknya, instruksi yang tepat dan rinci akan menghasilkan produk yang lebih sesuai dengan yang kita inginkan,” jelas Luffi.

Ia merincikan bahwa rumus “PTKGBO” mencakup penentuan Peran (P), Tujuan (T), Konteks (K), Gaya (G), Batasan (B), serta bentuk Output (O) yang diharapkan. Melalui penguasaan formulasi prompt dan pemanfaatan analitik digital seperti Meta Insights maupun YouTube Studio, pengelola media komunitas di Kabupaten Sleman diharapkan mampu memproduksi berita dan konten publik yang lebih adaptif, cepat, serta relevan bagi masyarakat. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)




Yogyakarta Bidik Pasar Wisata Wellness, Desa Jadi Basis Ekonomi Pariwisata Baru

Sleman — Tren pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta mulai mengalami pergeseran ke arah wisata berbasis kebugaran dan kesehatan (wellness tourism). Konsep ini dinilai menjadi arah baru pengembangan pariwisata daerah yang mampu memutar roda perekonomian hingga ke tingkat pedesaan.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Forum Kolaborasi dan Promosi World Tourism Network (WTN) Indonesia Chapter bersama Indonesia Health Tourism Promotion Board (IHTPB) dan Kalurahan Sardonoharjo yang diselenggarakan di Sasjiwa Wellness Space, Dusun Mrisen, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Minggu (30/08/2026).

Perwakilan World Tourism Network (WTN), Mudi Astuti, mengutarakan bahwa wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta kini tidak lagi sekadar mencari destinasi kuliner atau berswafoto, melainkan mencari pengalaman pemulihan pikiran, tubuh, dan jiwa di lingkungan yang tenang.

“Wellness akan menjadi kebutuhan di masa depan. Tren wisatawan ke Jogja sebenarnya mereka mencari agar menjadi manusia yang baik—pikiran, tubuh, dan jiwa. Bukan hanya kuliner, tetapi bagaimana mereka ingin menghilangkan stres. Potensi pasar yang ada harus distribusi ekonominya menyebar ke destinasi-destinasi yang dikembangkan untuk pariwisata,” ujar Mudi Astuti di sela-sela acara.

Mudi membeberkan bahwa Yogyakarta memiliki kekuatan budaya dan suasana pedesaan yang sepadan dengan Bali untuk menggarap pasar wellness. Selain itu, produk budaya lokal seperti jamu warisan tradisional (heritage) memiliki daya tarik tinggi bagi wisatawan mancanegara apabila dikemas secara modern melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta.

Sebagai langkah awal, kawasan Sardonoharjo siap menerima kunjungan rombongan wisatawan asal Malaysia dalam waktu dekat untuk menguji kesiapan destinasi berbasis wellness di tingkat lokal. Penguatan ekosistem pariwisata kesehatan di tingkat kalurahan ini diharapkan mampu melibatkan pelaku UMKM dan komunitas lokal, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di pusat kota, tetapi bergerak hingga ke desa-desa. (Andy Ahmad/KIM DSN Ngaglik)