Tingkatkan Literasi Digital, Bhabinkamtibmas Nogotirto Edukasi Warga Cegah Penipuan Online

Sleman – Pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan online menjadi perhatian dalam kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada warga Perumahan Nogotirto IV, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut dilakukan Bhabinkamtibmas Kalurahan Nogotirto bersama mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta untuk memperkuat literasi keamanan digital masyarakat.
Dalam penyuluhan, warga diberikan pemahaman mengenai berbagai modus kejahatan siber yang memanfaatkan komunikasi digital. Penipuan dapat dilakukan melalui pesan singkat, media sosial, aplikasi percakapan, hingga platform transaksi digital dengan mengatasnamakan pihak atau lembaga tertentu untuk mendapatkan kepercayaan calon korban.
Bhabinkamtibmas Nogotirto, Aiptu Eko Yulianto, mengimbau masyarakat agar bersikap kritis ketika menerima informasi atau tawaran yang tidak dikenal melalui internet. Warga diminta tidak memberikan data pribadi, kode OTP (One-Time Password), PIN (Personal Identification Number), kata sandi, maupun informasi perbankan kepada pihak lain.
“Pelaku penipuan kerap memanfaatkan situasi yang membuat korban panik atau tergiur keuntungan. Karena itu, kita perlu membiasakan diri melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan, terutama ketika mendapatkan informasi mengenai hadiah, investasi, pinjaman, pekerjaan, maupun transaksi yang meminta pembayaran,” tegas Eko.
Pembinaan juga menekankan pentingnya menjaga keamanan data pribadi. Informasi seperti NIK, nomor rekening, foto dokumen kependudukan, dan kredensial akun digital perlu dilindungi agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Keterlibatan mahasiswa UNISA Yogyakarta turut memperkuat edukasi mengenai pentingnya literasi digital di masyarakat. Menurut Eko, literasi digital perlu dilakukan secara berkelanjutan agar warga dari berbagai kelompok usia mampu mengenali risiko penggunaan teknologi dan mengambil langkah pencegahan secara tepat.
Warga juga diimbau segera berkoordinasi dengan pihak berwenang apabila menemukan dugaan penipuan. Pelaporan secara cepat diharapkan dapat mencegah kerugian lebih besar sekaligus membantu aparat mengantisipasi modus serupa di lingkungan masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun keamanan lingkungan yang tidak hanya berfokus pada gangguan keamanan konvensional, tetapi juga ancaman yang berkembang di ruang digital.
“Kolaborasi antara Bhabinkamtibmas, masyarakat, dan kalangan akademisi perlu dilakukan untuk membangun kesadaran bersama mengenai keamanan dan etika dalam bermedia digital,” ujar Eko.
Melalui kegiatan tersebut, warga Perumahan Nogotirto IV diharapkan semakin waspada terhadap berbagai modus penipuan online, kritis dalam menyikapi informasi, serta mampu menjaga keamanan data pribadi dan melindungi keluarga dari ancaman kejahatan siber. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)



