Anggota DPRD Sleman Soroti Ketahanan Pangan dan Penguatan Ekonomi Warga Tempel

Sleman — Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Wahyudi Kurniawan, menyoroti pentingnya langkah strategis dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan serta percepatan pertumbuhan ekonomi warga. Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri agenda Sambung Rasa di Balai Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pada Jumat (28/08/2026).
Kegiatan yang mempertemukan pimpinan legislatif DIY dan Kabupaten Sleman dengan unsur masyarakat setempat ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD DIY Nuryadi, anggota Komisi C DPRD DIY Haris Sugiharta, serta Ketua DPRD Kabupaten Sleman Gustan Ganda.
Dalam paparannya, Wahyudi Kurniawan mengutarakan bahwa perubahan cuaca ekstrem dan potensi kekeringan di beberapa padukuhan harus diantisipasi secara cepat melalui optimalisasi pemanfaatan lahan produktif.
“Tantangan ke depan yang pertama adalah bagaimana kita menjaga ketahanan pangan. Dengan adanya fenomena El Nino ekstrem, beberapa padukuhan sudah mengalami kekeringan. Bagaimana lahan-lahan yang ada bisa dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” ujar Wahyudi Kurniawan di sela-sela acara.
Selain masalah pangan, Wahyudi membeberkan kondisi perekonomian di wilayah Kapanewon Tempel yang masih membutuhkan dorongan kuat agar lepas dari daftar lima besar wilayah dengan tingkat perekonomian terendah di Kabupaten Sleman.
“Kapanewon Tempel ini masuk lima besar kapanewon yang secara ekonomi masih perlu kita dorong. Yang bisa menjawab itu siapa? Ya, panjenengan semuanya. Kesempatan yang sangat langka ini bisa panjenengan manfaatkan untuk berinteraksi langsung dengan beliau-beliau dan menyampaikan aspirasi. Menjadi anggota DPRD adalah amanah dan kepercayaan warga masyarakat untuk memilih wakilnya agar bisa memperjuangkan aspirasi panjenengan semuanya,” tegasnya.
Wahyudi mengimbau masyarakat bersama pemerintah kalurahan untuk segera menyusun pemetaan kebutuhan pembangunan berdasarkan skala prioritas agar alokasi anggaran dan usulan kebijakan daerah dapat tepat sasaran. Sinergi antara warga, pemerintah kalurahan, dan pihak legislatif dinilainya menjadi modal vital dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Tempel secara berkelanjutan. (SBD/KIM Tempel)



