Hari Kunjung Perpustakaan, SPS Asparagus Kentungan Ajak Anak Kenal Literasi dan Kesiapsiagaan Bencana

Sleman – Memperingati Hari Kunjung Perpustakaan 2026, Satuan PAUD Sejenis (SPS) Asparagus Kentungan mengajak anak-anak mengikuti pembelajaran luar kelas di Kompleks Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, Senin (14/9/2026).

Kegiatan tidak hanya berlangsung di Perpustakaan Pustaka Loka. Anak-anak juga diajak mengenal fasilitas Desa Tangguh Bencana (Destana), ambulans, GOR, taman, pendopo, hingga aktivitas pelayanan pemerintahan kalurahan.

Kepala SPS Asparagus Kentungan, Reni Lestari mengatakan kegiatan tersebut menjadi pembelajaran kontekstual untuk mengenalkan fasilitas publik, menumbuhkan budaya literasi, serta membangun kesadaran keselamatan dan kesiapsiagaan bencana sejak dini.

“Belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Lingkungan sekitar, termasuk kantor pemerintahan, fasilitas kebencanaan, dan perpustakaan, dapat menjadi sumber belajar yang nyata, menarik, dan menyenangkan,” kata Reni.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke fasilitas Destana Condongcatur. Anak-anak dikenalkan dengan sarana penanganan keadaan darurat, termasuk ambulans dan perlengkapannya. Pengenalan tersebut menjadi bagian dari implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

“Pengenalan kebencanaan tidak harus disampaikan dengan cara yang menakutkan. Anak-anak dapat dikenalkan melalui benda konkret, cerita sederhana, dan pengalaman langsung,” jelas Reni.

Setelah itu, anak-anak berkeliling GOR, taman, dan pendopo kalurahan serta melihat aktivitas pelayanan administrasi kepada masyarakat. Mereka juga dikenalkan dengan berbagai perangkat perkantoran dan pentingnya menggunakan perangkat elektronik secara bijak dengan pendampingan orang tua.

Puncak kegiatan berlangsung di Perpustakaan Pustaka Loka. Anak-anak mengikuti senam ceria, membaca buku, mendengarkan dongeng, serta bermain dengan permainan edukatif. Suasana dibuat menyenangkan agar anak-anak semakin dekat dengan buku dan perpustakaan.

Kaur Tata Laksana Kalurahan Condongcatur, Andree Setiawan menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pengenalan perpustakaan sejak dini dapat mendekatkan anak dengan buku dan membentuk kebiasaan membaca.

“Harapannya, perpustakaan menjadi tempat yang menyenangkan, nyaman, dan selalu dirindukan oleh anak-anak,” ujar Andree.

Hari Kunjung Perpustakaan diperingati setiap 14 September dan menjadi momentum untuk menumbuhkan budaya membaca sejak dini. Melalui kegiatan tersebut, SPS Asparagus Kentungan bersama Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Destana, dan Perpustakaan Pustaka Loka memadukan literasi, pengenalan fasilitas publik, edukasi teknologi, dan kesiapsiagaan bencana dalam pembelajaran yang menyenangkan. (Wasana/KIM Depok)




Bimtek BUMKal Nyawiji Dorong Pengembangan Potensi Ekonomi Condongcatur

Sleman— Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Bimbingan Teknis BUMKal Nyawiji di Ruang Sasana Wicara, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Senin (14/9/2026). Kegiatan yang didukung Pokok Pikiran (Pokir) anggota Komisi A DPRD Kabupaten Sleman, Budi Sanyoto, ini membahas penggalian potensi, arah kerja sama, dan pemasaran digital.

Bimtek diikuti unsur Pemerintah Kalurahan Condongcatur, BPKal, pengawas dan pengelola BUMKal Nyawiji, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pendamping desa, Forum UMKM, Gapoktan, serta Kelompok Wanita Tani (KWT).

Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Sleman, Agung Margandhi menjelaskan pengembangan usaha BUMKal harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, potensi wilayah, kemampuan sumber daya manusia, peluang pasar, keberlanjutan usaha, dan ketersediaan mitra.

Menurutnya, pemetaan potensi dapat dilakukan melalui observasi, wawancara, penelaahan data kalurahan, dan diskusi kelompok. Hasil pemetaan selanjutnya dianalisis untuk menentukan usaha prioritas.

“Usaha yang dipilih harus dibutuhkan masyarakat, memiliki pasar, mampu dijalankan sumber daya manusia lokal, menghasilkan keuntungan, dan berpeluang dikembangkan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Salah satu potensi yang dikembangkan BUMKal Nyawiji adalah greenhouse budi daya melon. Perwakilan BUMKal Nyawiji, Kuwat, mengatakan pengembangan tersebut menjadi salah satu upaya memanfaatkan lahan secara produktif di tengah keterbatasan lahan Condongcatur sebagai kawasan perkotaan.

“Condongcatur saat ini termasuk wilayah perkotaan dengan lahan yang semakin terbatas. Karena itu, BUMKal sedang mengembangkan greenhouse untuk penanaman buah melon,” kata Agung.

Ketua BPKal Condongcatur, Sunarto berharap bimtek mendorong BUMKal mengoptimalkan seluruh unit usaha. Ia juga menilai perlu adanya inovasi dan kerja sama untuk menekan biaya produksi usaha masyarakat, termasuk peternak yang masih bergantung pada pakan pabrikan.

Sementara itu, Ketua KDMP Condongcatur, Siswantoro menyampaikan pihaknya siap membuka peluang kerja sama dengan BUMKal, KWT, Gapoktan, dan pelaku UMKM. Salah satunya melalui penampungan dan pemasaran produk masyarakat.

Selain penggalian potensi, peserta mendapatkan materi pemasaran digital melalui media sosial, situs web, lokapasar, QRIS, live shopping, serta pemanfaatan kecerdasan buatan untuk promosi.

Perwakilan Dinas PMK Kabupaten Sleman, Siska Wulandari, mengatakan pemetaan potensi menjadi langkah awal untuk menentukan bentuk kerja sama yang sesuai dengan karakter wilayah.

“Karakter Condongcatur sebagai kawasan desa rasa kota membuat kebutuhan dan peluang ekonominya berbeda. Karena itu, pengembangan usaha perlu disesuaikan dengan karakter pasar, kebutuhan masyarakat, dan kemampuan masing-masing lembaga ekonomi,” katanya.

Bimtek tersebut diharapkan ditindaklanjuti dengan penyusunan rencana aksi, penetapan usaha prioritas, pemetaan calon mitra, dan penjajakan kerja sama sehingga potensi ekonomi Condongcatur dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Wasana/KIM Depok)




Sasar 94 Balita, Kalurahan Condongcatur Gelar Validasi Data Gizi dan Pemantauan PMT

Sleman – Puskesmas Depok II bekerja sama dengan Tim Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) Condongcatur menyelenggarakan kegiatan validasi data status gizi balita di Ruang Wacana Loka, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman pada Sabtu (12/9/2026). Kegiatan ini menyasar 94 balita penerima manfaat program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal.

Validasi tersebut ditujukan bagi balita dengan kategori gizi stunting, wasting, dan underweight yang selama ini rutin mendapatkan asupan makanan tambahan serta pendampingan harian. Proses validasi dilakukan melalui penimbangan berat badan dan pengukuran ulang tinggi serta panjang badan untuk memastikan keakuratan data antropometri anak secara riil.

Pengampu Gizi Puskesmas Depok II, Winariyanti, menjelaskan bahwa presisi dalam pengukuran awal menjadi kunci utama dalam merumuskan intervensi gizi serta menentukan evaluasi kesehatan balita di tingkat dinas.

“Penimbangan dan pengukuran ulang dilakukan untuk memvalidasi hasil pengukuran sebelumnya. Hasilnya digunakan sebagai bagian dari data status gizi tahunan yang dilaporkan kepada dinas kesehatan,” ujar Winariyanti.

Selain pemantauan fisik, tim tenaga kesehatan bersama ahli gizi Dwi Anisa Purnamasari turut memberikan edukasi langsung kepada para orang tua. Langkah ini penting mengingat keberhasilan penanganan masalah gizi balita sangat bergantung pada pola pengasuhan serta pemberian nutrisi seimbang di lingkungan rumah tangga.

Upaya intensif yang mengolaborasikan 40 Posyandu, Puskesmas Depok II, dan Rumah Sakit Condong Catur ini mencatatkan tren positif. Data Pemerintah Kalurahan Condongcatur menunjukkan penurunan angka kasus stunting dari 59 kasus pada 2024 menjadi 51 kasus pada 2025.

Melalui keakuratan data hasil validasi ini, Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama Puskesmas Depok II berharap dapat mengambil langkah intervensi medis maupun pendampingan gizi yang lebih terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan. (Wasana/KIM Depok)




Tingkatkan Transparansi Pengelolaan Anggaran, Aparatur Margorejo Ikuti Bimtek Siskeudes

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, memperkuat kapasitas dan kesiapan aparaturnya dalam mengoperasikan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes). Penguatan teknis tersebut diwujudkan melalui bimbingan teknis (bimtek) yang digelar di ruang rapat Kalurahan Margorejo, Sleman pada Senin (14/9/2026).

Kegiatan bimtek ini diikuti oleh jajaran perwakilan lurah, carik, kepala seksi (kasi), kepala urusan (kaur), hingga staf administrasi keuangan. Pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kecakapan serta pemahaman aparatur terhadap seluruh tahapan tata kelola keuangan berbasis digital sesuai regulasi yang berlaku.

Carik Margorejo, Ariyanto Wibowo, yang hadir memberikan sambutan mewakili Lurah Margorejo, menegaskan pentingnya ketelitian dan persepsi yang seragam antar-aparatur dalam mengelola anggaran kalurahan.

“Pengelolaan keuangan membutuhkan ketelitian dan pemahaman yang sama di antara aparatur. Karena itu, bimtek seperti ini penting agar setiap proses dapat dilaksanakan sesuai ketentuan,” kata Ariyanto Wibowo.

Materi bimbingan teknis dipandu langsung oleh Prasetya Noor Handoyo, Tenaga Administrasi Keuangan Kalurahan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman. Dalam pemaparannya, Prasetya mengulas secara mendalam prosedur penggunaan fitur Siskeudes, penyusunan tahapan administrasi, hingga solusi atas berbagai kendala teknis di lapangan.

Melalui pembekalan intensif ini, para peserta memperoleh kejelasan acuan teknis dalam menyelesaikan tugas penatausahaan keuangan sesuai peran masing-masing. Langkah ini diharapkan dapat mewujudkan tata kelola keuangan Pemerintah Kalurahan Margorejo yang akuntabel, transparan, dan tertib administrasi. (SBD/KIM Tempel)




Latih Mental Bertanding, 33 Pecatur Cilik Ikuti Kompetisi Catur Usia Dini Kabupaten Sleman

Sleman – Sebanyak 33 pecatur cilik jenjang SD/MI sederajat mengikuti Kompetisi Catur Klub Olahraga Usia Dini Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2026. Ajang pembinan atlet muda ini berlangsung di Ruang Pangripta Bappeda Sleman pada Senin (14/9/2026) hingga Selasa (15/9/2026) mulai pukul WIB.

Para peserta merupakan siswa kelas 1 hingga kelas 6 SD yang mewakili berbagai klub catur dan kapanewon di Kabupaten Sleman. Kompetisi diselenggarakan berdasarkan jadwal resmi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman melalui surat dispensasi Nomor guna menjaring bakat-bakat muda secara terarah dan berjenjang.

Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kabupaten Sleman, Nuradi Indrawijaya, menegaskan bahwa kejuaraan tingkat usia dini ini menjadi investasi jangka panjang untuk mengasah mentalitas, tingkat konsentrasi, serta kemampuan analisis anak.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar bermain catur, tetapi juga belajar bagaimana berpikir, mengambil keputusan, berkonsentrasi, mengendalikan emosi, dan menghargai lawan. Karena itu, kompetisi usia dini seperti ini sangat penting sebagai bagian dari proses pembentukan karakter sekaligus pembinaan atlet. Hari ini kita tidak sedang hanya mencari siapa yang menjadi juara, tetapi melihat proses tumbuhnya pecatur-pecatur muda Sleman,” ujar Nuradi Indrawijaya.

Ia menambahkan bahwa jam terbang melalui pengalaman bertanding langsung menjadi faktor penentu kematangan atlet di masa depan agar mampu membawa nama harum Sleman dan DIY di level nasional maupun internasional.

Dukungan serupa disampaikan perwakilan Kepala Dispora Kabupaten Sleman, Agustin Eni. Pihaknya mengapresiasi penyelenggaraan kompetisi ini sebagai bagian penting dari penguatan ekosistem olahraga daerah yang berkesinambungan.

Melalui sinergi antara PERCASI dan Pemkab Sleman, kompetisi catur usia dini ini diharapkan dapat terus mencetak bibit unggul yang siap dibina secara konsisten menuju jenjang prestasi yang lebih tinggi. (Kusnadi/KIM Berbah)