Pasar Jadul Embung Mororejo Hidupkan Lagi Jajanan Tradisional dan UMKM

Sleman — Kawasan Embung Mororejo di Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, diramaikan oleh kehangatan aroma kuliner nusantara melalui gelaran Pasar Jadul Mororejo pada Minggu (06/09/2026) pagi. Diisiasi oleh Forum UMKM setempat, perhelatan yang mengusung konsep back to vintage ini dijadwalkan berlangsung rutin setiap Minggu pertama tiap bulannya guna melestarikan pangan lokal sekaligus menggerakkan ekonomi warga.
Seusai mengikuti senam massal di area embung, ratusan pengunjung dari berbagai tingkatan usia tampak memadati deretan lapak pedagang. Beragam kudapan tradisional seperti klepon, jenang, lemper, nagasari, kue cucur, wajik, hingga lumpia tersaji hangat dan menjadi daya tarik utama bagi warga yang ingin bernostalgia sekaligus menikmati suasana akhir pekan bersama keluarga.
Lurah Mororejo, Jaka Ristanta, mengapresiasi inovasi pengemasan tradisi lokal tersebut sebagai langkah efektif dalam membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa.
“Dengan konsep tradisi lokal dan jajanan jadul ternyata bisa dikemas secara seru dan relevan. Semoga kegiatan ini dapat membangkitkan roda perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah Mororejo,” ujar Jaka Ristanta sembari bertransaksi di lapak pedagang.
Kesan positif turut disampaikan oleh salah seorang pengunjung asal Dusun Kemiri, Margorejo, Wijiyanto. Pihaknya menilai perpaduan antara olahraga ringan dan Pasar Jadul memberi nilai tambah tersendiri bagi kawasan Embung Mororejo.
“Bagus konsepnya. Kalau saya memang rutin olahraga jalan kaki dan senam, dan ini saya sengaja berkunjung ke Pasar Jadul Embung Mororejo,” tutur Wijiyanto.
Melalui keberlanjutan program Pasar Jadul ini, Pemerintah Kalurahan Mororejo dan Forum UMKM Tempel berharap jajanan tradisional tidak sekadar menjadi kenangan masa lalu, melainkan terus eksis, digemari generasi muda, serta menjadi penopang kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal. (SBD/KIM Tempel)



