BUMKal BOS Sardonoharjo Mulai Kembangkan Bisnis Wisata Wellness Berkelas Internasional

Sleman — Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Oerip Soemohardjo (BOS) Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, resmi memulai pengembangan lini bisnis pariwisata berbasis kebugaran dan kesehatan (wellness tourism). Langkah ini diambil untuk menangkap peluang tingginya tren minat wisatawan terhadap pengalaman pemulihan kesehatan fisik maupun mental di wilayah Yogyakarta.
Inisiasi tersebut dimatangkan dalam agenda Forum Kolaborasi dan Promosi World Tourism Network (WTN) Indonesia Chapter bersama Indonesia Health Tourism Promotion Board (IHTPB) dan Kalurahan Sardonoharjo. Acara tersebut berlangsung di Sasjiwa Wellness Space, Dusun Mrisen, Kalurahan Sardonoharjo, pada Minggu (30/08/2026).
Direktur BUMKal BOS Sardonoharjo, Cahyo Binarto, mengutarakan bahwa pengembangan wellness tourism merupakan langkah konkret untuk memperluas portofolio destinasi yang sebelumnya berfokus pada wisata edukasi.
“Harapan kami pintu masuk pariwisata wellness di Jogja dimulai dari Sardonoharjo. Karena itu kami perlu mempersiapkan diri dengan bekerja sama dengan berbagai pihak. Sardonoharjo sudah mulai berjalan wisata tentang edukasi, kali ini kami akan mengembangkan wisata wellness. Minggu depan ada rombongan 50 orang dari Malaysia yang akan berkunjung, minggu lalu ada tamu dari Thailand. Mereka sadar bahwa manusia ini membutuhkan fasilitas untuk menjadi manusia yang baik secara fisik dan batin,” ujar Cahyo Binarto di sela-sela kegiatan.
Pengembangan bisnis ini memanfaatkan potensi lokasi seperti Sasjiwa Wellness Space serta keterhubungan dengan atraksi lokal lainnya, termasuk Sekolah Air Hujan Banyu Bening. Keberadaan potensi tersebut dinilai memperkuat daya tarik kawasan Sardonoharjo bagi pasar domestik maupun mancanegara.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan World Tourism Network (WTN) Indonesia Chapter, Mudi Astuti, menyampaikan kesiapan organisasinya untuk mengintegrasikan potensi lokal Kalurahan Sardonoharjo ke dalam ekosistem pariwisata global.
“Kami sangat berharap bisa bekerja sama dengan pihak-pihak dari Kalurahan Sardonoharjo seperti BUMKal, Forkom UMKM, dan potensi-potensi wisata di Kalurahan Sardonoharjo,” tutur Mudi Astuti.
Sinergi antara BUMKal BOS, pelaku UMKM, dan jejaring pariwisata internasional ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem rantai ekonomi baru di tingkat kalurahan. Melalui penguatan promosi tersebut, Sardonoharjo diposisikan bukan sekadar wilayah penyangga, melainkan destinasi utama wisata wellness yang kompetitif di Daerah Istimewa Yogyakarta. (Andy Ahmad/KIM DSN Ngaglik)



