Peringati HUT ke-21, HIMPAUDI Ngaglik Gelar Senam Bersama dan Perkuat Solidaritas Pendidik PAUD

Sleman — Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kapanewon Ngaglik menggelar senam bersama di Halaman Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (29/08/2026). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 HIMPAUDI sekaligus mempererat tali silaturahmi antarpendidik PAUD se-Kapanewon Ngaglik.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul WIB tersebut diikuti secara antusias oleh puluhan pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. Mengenakan seragam kaus olahraga khas Kapanewon Ngaglik dipadu jilbab berwarna merah muda, para peserta nampak bersemangat mengikuti setiap gerakan senam kebugaran di lokasi acara.

Perwakilan pendidik dari TK KB PAUD Pencarsari, Dwi Lucky Nugrahaningtyas, mengutarakan bahwa momentum peringatan usia dua dekade lebih ini hendaknya menjadi pemicu peningkatan mutu serta kualitas layanan pendidikan anak usia dini di wilayah Ngaglik.

“Dengan bertambahnya usia HIMPAUDI, semoga semakin meningkat pula kualitas layanan pendidikan anak usia dini, baik di Kalurahan Sardonoharjo maupun di seluruh wilayah Kapanewon Ngaglik. Semoga semakin guyub, rukun, dan solid antarpendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini,” ujar Dwi Lucky Nugrahaningtyas di sela-sela kegiatan.

Melalui perhelatan senam bersama ini, HIMPAUDI Kapanewon Ngaglik berkomitmen untuk terus memelihara kebugaran jasmani, memperkuat semangat kebersamaan, serta membangun kolaborasi berkelanjutan guna mendukung tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa. (Egi Prayoga/KIM DSN Ngaglik)




Pentas Seni Antar-RT Warnai Malam Puncak Peringatan HUT ke-81 RI di Sombangan Moyudan

Sleman — Rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Padukuhan Sombangan, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, resmi ditutup. Organisasi pemuda Muda-Mudi Mekar Arum menggelar malam puncak bertajuk Pesta Seni dan Pembagian Hadiah di Lapangan Bola Voli Padukuhan Sombangan pada Jumat (28/08/2026).

Acara puncak tersebut mengangkat tema SERASI yang merupakan akronim dari Semarak Agustusan Sombangan Nyawiji. Agenda ini menjadi penutup dari rangkaian kegiatan perayaan kemerdekaan yang telah berlangsung selama satu bulan penuh, mulai dari berbagai kompetisi olahraga, senam massal, hingga jalan sehat warga.

Kegiatan diawali dengan pemutaran dokumentasi video perjalanan acara selama sebulan, dilanjutkan dengan pertunjukan potensi seni dari perwakilan setiap RT di Padukuhan Sombangan. Ratusan warga memadati area kegiatan bersama jajaran pemerintah setempat, termasuk Lurah Sumbersari Sukadi, Dukuh Sombangan Agus Sartono, serta para pengurus RT dan RW.

Lurah Sumbersari, Sukadi, mengutarakan rasa bangganya atas inisiatif dan peran aktif generasi muda dalam menggerakkan partisipasi masyarakat selama bulan kemerdekaan.

“Atas nama Pemerintah Kalurahan Sumbersari merasa bangga atas inisiatif generasi muda dalam menyemarakkan HUT ke-81 RI. Hal ini membuktikan bahwa pemuda Sombangan merupakan potensi pembangunan yang harus digerakkan dan ditunggu kiprahnya untuk bangsa. Pemuda harus kita dukung dan berdayakan secara optimal. Dengan semangat persatuan kesatuan, untuk mewujudkan gotong royong, golong gilik menyatu dalam kehidupan harus kita pegang,” ujar Sukadi di sela-sela acara.

Senada dengan hal tersebut, Dukuh Sombangan, Agus Sartono, turut mendorong pembentukan komunitas seni lokal guna menampung minat serta potensi bakat seni tari maupun seni lukis yang dimiliki warga.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Rafif Nafis Furqoni, menjelaskan bahwa pementasan seni berbasis RT sengaja dihadirkan untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus memberikan ruang ekspresi bagi warga setempat.

“Ini bukti kita benar-benar nyawiji dalam bingkai persaudaraan. Kapan lagi kita berkreasi dan membuktikan potensi yang tersimpan kalau bukan sekarang,” tutur Rafif Nafis Furqoni.

Malam puncak perayaan kemerdekaan di Padukuhan Sombangan tersebut diakhiri dengan pembagian hadiah bagi para pemenang berbagai perlombaan dalam suasana kebersamaan dan penuh kemeriahan. (Giek/KIM Moyudan)




Tampilkan Wayang Kulit Semar Mbangun Kayangan, Warga Kutu Dukuh Sinduadi Gelar Adat Merti Dusun

Sleman — Padukuhan Kutu Dukuh, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, menggelar puncak perhelatan adat Merti Dusun di halaman Balai Padukuhan Kutu Dukuh pada Jumat (28/08/2026). Perhelatan budaya ini disiagakan sebagai wujud rasa syukur atas ketenteraman hidup warga sekaligus sarana melestarikan tradisi Jawa.

Puncak acara Merti Dusun ditandai dengan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk membawakan lakon “Semar Mbangun Kayangan” yang didalangi oleh Gading Pawukir Seno Saputro. Rangkaian malam puncak dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, penampilan musik angklung kelompok ibu-ibu RW 28 binaan Ibu Bowo, serta penyerahan hadiah perlombaan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat hadir dalam agenda tersebut, di antaranya anggota DPR RI Danang Wicaksono, Ketua DPRD Sleman Gustan Ganda, anggota DPRD DIY Anton Prabu, Sri Muslimatun, dan Puja Kusuma, Panewu Mlati Dyah Purwanti, serta Lurah Sinduadi Senen Haryanto.

Dukuh Kutu Dukuh sekaligus Ketua Panitia, Ponimin, mengutarakan bahwa Merti Dusun menjadi momentum strategis untuk memperkuat rasa memiliki dan persatuan antarwarga. Rangkaian kegiatan sendiri telah diawali dengan Kirab Budaya Kutu Dukuh pada Minggu (02/08/2026) sebelum akhirnya ditutup dengan pentas wayang kulit.

Lurah Sinduadi, Senen Haryanto, menyampaikan apresiasi atas soliditas warga Kutu Dukuh yang dinilainya mampu menjadi percontohan bagi 18 padukuhan lain di wilayah Kalurahan Sinduadi. Senada dengan hal itu, anggota DPR RI Danang Wicaksono mendorong agar tradisi Merti Dusun dan pentas wayang kulit terus dipertahankan sebagai agenda tahunan masyarakat.

“Persatuan dan kebersamaan warga Kutu Dukuh luar biasa. Tradisi ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, menjaga kebersamaan, serta melestarikan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman,” ujar Danang Wicaksono di sela-sela kegiatan.

Melalui perhelatan ini, warga Kutu Dukuh menegaskan komitmen gotong royong sesuai semboyan wilayah setempat, yakni Kutu Dukuh Pengkuh, Sinduadi Gumregah Gayeng Regeng, Mlati Nyawiji Dadi Siji. (Y. Edy Setyoharjo/KIM Pijar Mlati)




Perkuat Garda Depan, Kalurahan Merdikorejo Gembleng Anggota Linmas Demi Ketentraman Warga

Sleman — Pemerintah Kalurahan Merdikorejo menyelenggarakan Pembinaan Anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Ruang Rapat Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pada Jumat (28/08/2026). Langkah ini dilakukan guna memperkuat kapasitas serta meningkatkan kesiapsiagaan Linmas sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tingkat padukuhan.

Agenda pembinaan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Program Bidang Pembinaan Masyarakat Sub Bidang Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat Kalurahan Merdikorejo. Pertemuan ini menghadirkan Panewu Tempel Rasyid Ratnadi Sosiawan sebagai narasumber utama, didampingi Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Tempel Heni Ristiawan, serta disambut langsung oleh Lurah Merdikorejo Agus Prasetyo.

Lurah Merdikorejo, Agus Prasetyo, menegaskan bahwa Linmas memegang peranan krusial sebagai representasi aparatur terdepan yang berinteraksi langsung dengan warga dalam berbagai situasi.

“Linmas adalah orang pertama yang dipanggil warga saat ada masalah. Bukan hanya saat ada hajatan atau ronda, tapi saat ada bencana, konflik sosial, hingga pengamanan pemilu. Karena itu kapasitasnya harus terus diperkuat,” ujar Agus Prasetyo di sela-sela pembukaan kegiatan.

Senada dengan hal tersebut, Panewu Tempel, Rasyid Ratnadi Sosiawan, menyampaikan bahwa tantangan Linmas di era modern telah berkembang pesat dan tidak terbatas pada gangguan ketertiban secara fisik.

“Di era digital ini, gangguan ketentraman tidak hanya soal fisik. Hoaks, provokasi di media sosial, hingga potensi gesekan sosial harus bisa dibaca dan diredam oleh Linmas. Linmas harus humanis, sigap, dan berwawasan,” tegas Rasyid Ratnadi Sosiawan.

Sementara itu, Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Tempel, Heni Ristiawan, memberikan pembekalan teknis mengenai tugas pokok dan fungsi Linmas, teknik deteksi dini potensi gangguan keamanan, penanganan awal bencana alam, serta etika pelayanan publik. Melalui pembinaan yang dialogis ini, seluruh anggota Linmas Kalurahan Merdikorejo berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme dan soliditas dalam mengayomi masyarakat. (SBD/KIM Tempel)




Anggota DPRD Sleman Soroti Ketahanan Pangan dan Penguatan Ekonomi Warga Tempel

Sleman — Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Wahyudi Kurniawan, menyoroti pentingnya langkah strategis dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan serta percepatan pertumbuhan ekonomi warga. Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri agenda Sambung Rasa di Balai Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pada Jumat (28/08/2026).

Kegiatan yang mempertemukan pimpinan legislatif DIY dan Kabupaten Sleman dengan unsur masyarakat setempat ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD DIY Nuryadi, anggota Komisi C DPRD DIY Haris Sugiharta, serta Ketua DPRD Kabupaten Sleman Gustan Ganda.

Dalam paparannya, Wahyudi Kurniawan mengutarakan bahwa perubahan cuaca ekstrem dan potensi kekeringan di beberapa padukuhan harus diantisipasi secara cepat melalui optimalisasi pemanfaatan lahan produktif.

“Tantangan ke depan yang pertama adalah bagaimana kita menjaga ketahanan pangan. Dengan adanya fenomena El Nino ekstrem, beberapa padukuhan sudah mengalami kekeringan. Bagaimana lahan-lahan yang ada bisa dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” ujar Wahyudi Kurniawan di sela-sela acara.

Selain masalah pangan, Wahyudi membeberkan kondisi perekonomian di wilayah Kapanewon Tempel yang masih membutuhkan dorongan kuat agar lepas dari daftar lima besar wilayah dengan tingkat perekonomian terendah di Kabupaten Sleman.

“Kapanewon Tempel ini masuk lima besar kapanewon yang secara ekonomi masih perlu kita dorong. Yang bisa menjawab itu siapa? Ya, panjenengan semuanya. Kesempatan yang sangat langka ini bisa panjenengan manfaatkan untuk berinteraksi langsung dengan beliau-beliau dan menyampaikan aspirasi. Menjadi anggota DPRD adalah amanah dan kepercayaan warga masyarakat untuk memilih wakilnya agar bisa memperjuangkan aspirasi panjenengan semuanya,” tegasnya.

Wahyudi mengimbau masyarakat bersama pemerintah kalurahan untuk segera menyusun pemetaan kebutuhan pembangunan berdasarkan skala prioritas agar alokasi anggaran dan usulan kebijakan daerah dapat tepat sasaran. Sinergi antara warga, pemerintah kalurahan, dan pihak legislatif dinilainya menjadi modal vital dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Tempel secara berkelanjutan. (SBD/KIM Tempel)