Ketua DPRD Sleman Dorong Penguatan Kelembagaan Masyarakat di Tingkat Kalurahan

Sleman — Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Gustan Ganda, menekankan pentingnya penguatan kelembagaan masyarakat guna memastikan tata kelola pembangunan di tingkat kalurahan berjalan partisipatif, transparan, dan responsif. Penegasan tersebut disampaikan dalam forum Sambung Rasa yang berlangsung di Balai Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pada Jumat (28/08/2026).
Kegiatan yang digagas sebagai wadah penyerap aspirasi warga ini mempertemukan pimpinan legislatif DIY dan Kabupaten Sleman dengan jajaran pamong kalurahan, para dukuh, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), pengurus RT/RW, Satlinmas, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas. Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD DIY Nuryadi, anggota Komisi C DPRD DIY Haris Sugiharta, Ketua DPRD Kabupaten Sleman Gustan Ganda, serta anggota DPRD Kabupaten Sleman Wahyudi Kurniawan.
Dalam pemaparannya, Gustan Ganda mengutarakan bahwa lembaga kemasyarakatan seperti RT, RW, PKK, dan lembaga pemberdayaan desa memiliki fungsi strategis yang saling berkaitan dalam menopang pembangunan wilayah.
“Yang paling penting adalah kita memahami aturan yang menjadi dasar. Jangan sampai lembaga yang ada di masyarakat berjalan, tetapi tidak memahami fungsi, tugas, dan kewenangannya. Lembaga kemasyarakatan harus menjadi kekuatan masyarakat. Ketika kelembagaan berjalan baik, kebutuhan warga lebih mudah dipetakan dan disampaikan dalam proses perencanaan pembangunan,” ujar Gustan Ganda di hadapan para peserta forum.
Gustan juga mendorong agar pengurus kelembagaan terus mencermati perkembangan regulasi terbaru terkait pemerintahan kalurahan. Langkah ini dinilai krusial agar masyarakat tidak sekadar menjadi penerima manfaat pasif, melainkan mampu terlibat aktif dalam menentukan arah kebijakan dan anggaran pembangunan daerah.
Melalui sinergi antarlembaga yang solid, forum Sambung Rasa ini diharapkan mampu memetakan aspirasi dari tingkat RT hingga padukuhan secara sistematis, sehingga usulan dari bawah dapat terakomodasi menjadi program pembangunan yang terarah. (SBD/KIM Tempel)



