Kurangi Kecanduan Gadget pada Anak, Permainan Karambol Dikenalkan Kembali di FKY 2026

Sleman – Permainan papan tradisional karambol kembali dikenalkan kepada generasi muda sebagai alternatif aktivitas produktif untuk mengikis ketergantungan anak terhadap gadget. Pengenalan ini dihadirkan oleh Zona Ayo Dolanan bekerja sama dengan Peken Klangenan Kotagede dalam ajang Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 di bekas Pabrik Gula Beran, Kabupaten Sleman pada Minggu (13/9/2026).
Permainan karambol menarik perhatian banyak pengunjung, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Lewat ajang tersebut, anak-anak diajak aktif mencoba secara langsung ketimbang sekadar menjadi penonton, dalam suasana yang menyenangkan dan penuh kebersamaan.
Pengelola sekaligus inisiator Peken Klangenan Kotagede, Awang Kaguna, menyampaikan bahwa pengenalan karambol penting dilakukan guna menyediakan pilihan rekreasi fisik yang edukatif serta mampu mengalihkan perhatian anak dari layar gawai.
“Pengenalan permainan seperti karambol perlu dilakukan karena anak membutuhkan pilihan kegiatan yang mampu mengalihkan perhatian dari layar gadget tanpa kehilangan unsur hiburan. Permainan tradisional dan permainan papan dapat menjadi ruang bagi anak untuk bermain secara aktif sekaligus mengembangkan berbagai keterampilan,” ujar Awang Kaguna.
Ia menambahkan bahwa selain melatih motorik halus, konsentrasi, dan interaksi sosial, karambol secara tidak langsung mengajarkan konsep edukasi dasar kepada anak saat mengatur strategi permainan.
“Dengan memainkan karambol secara tidak langsung, anak akan mengenal konsep matematika dasar. Tanpa sadar anak belajar sudut, pantulan, dan perkiraan jarak,” kata Awang Kaguna.
Inisiatif menghadirkan kembali karambol di FKY 2026 membuktikan bahwa permainan tradisional tetap relevan dan menarik bagi kehidupan anak masa kini jika dikemas dengan baik. Langkah ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan budaya bermain yang sehat, melatih sosialisasi antarteman, serta memperkuat tumbuh kembang anak secara positif di tengah gempuran era digital. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)



