Jaga Kondusivitas Porkal Sardonoharjo 2026, 18 Padukuhan Penandatanganan Komitmen Bersama

Sleman – Perwakilan dari 18 padukuhan di Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, resmi menandatangani komitmen bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran pelaksanaan Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Sardonoharjo 2026. Prosesi penandatanganan tersebut berlangsung dalam rangkaian Opening Ceremony Porkal di Lapangan Bola Voli Blekik, Sleman pada Minggu (13/9/2026) malam.

Aksi kesepakatan yang disaksikan langsung oleh Panewu Ngaglik, Lurah Sardonoharjo, serta jajaran pejabat terkait tersebut menjadi pijakan penting agar ajang kompetisi olahraga antarwilayah ini terhindar dari potensi gesekan dan tetap mengedepankan nilai-nilai persaudaraan.

Lurah Sardonoharjo menegaskan bahwa Porkal bukan sekadar panggung untuk merebut medali, melainkan sarana memperkuat tali silaturahmi serta ruang pembinaan karakter bagi para atlet muda di tingkat akar rumput.

“Porkal ini merupakan sarana pembinaan awal atlet sekaligus wadah untuk mempererat tali silaturahmi, menjaga keguyuban, dan memperkuat rasa persaudaraan antarwarga di Kalurahan Sardonoharjo,” ujar Lurah Sardonoharjo.

Langkah kolaboratif ini disambut positif oleh jajaran Pemerintah Kapanewon Ngaglik. Panewu Ngaglik, Edi Wibowo, mengapresiasi kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat dan pengurus padukuhan yang mau terlibat aktif dalam menjamin kondusivitas wilayah selama ajang berlangsung.

“Melalui komitmen bersama ini, kita ingin memastikan bahwa kompetisi olahraga di Sardonoharjo berjalan dengan aman, tertib, dan bernilai sportivitas tinggi, sehingga persaudaraan warga tetap terjaga,” kata Edi Wibowo.

Dengan kesepakatan yang melibatkan seluruh padukuhan ini, rangkaian pertandingan Porkal Sardonoharjo 2026 diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi sekaligus memperkokoh kohesi sosial masyarakat di wilayah Ngaglik. (Egi Prayoga/KIM DSN Ngaglik)




Panggung Baru Talenta Muda, PS Condongcatur Resmi Meluncurkan Skuad untuk Liga Seri A 2026

Sleman – Persatuan Sepak Bola Condongcatur (PSCC) resmi memperkenalkan jajaran pelatih dan skuad pemain yang akan mengarungi kompetisi Liga Seri A Askab PSSI Sleman 2026. Acara peluncuran tim berlangsung penuh antusias di Ruang Wacana Loka, Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman pada Minggu (13/9/2026) sore.

Agenda ini dihadiri sekitar 40 tamu undangan, mencakup Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Condongcatur Budi Arto, jajaran pengurus kalurahan, manajemen, tim pelatih, serta para pemain. Peluncuran ini menjadi penanda kesiapan PS Condongcatur menjelang bergulirnya kompetisi PSSI Sleman pada pertengahan September 2026.

Dalam sambutannya, Plt Lurah Condongcatur Budi Arto menegaskan bahwa peluncuran tim bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting dalam memupuk kedisiplinan dan kebanggaan lokal warga Condongcatur.

Launching ini merupakan momentum untuk membangun semangat sportivitas, persatuan, disiplin, kerja sama, serta kebanggaan masyarakat Condongcatur. Bermainlah dengan hati, berjuang dengan disiplin, junjung tinggi sportivitas, dan jangan pernah takut bermimpi menjadi juara,” kata Budi Arto.

Ia juga berharap PS Condongcatur mampu memposisikan diri sebagai duta wilayah yang tidak hanya memburu kemenangan di lapangan, tetapi juga menjunjung tinggi etika pertandingan.

Manajer PS Condongcatur, Daris Wicaksono, menjelaskan bahwa pembentukan skuad diawali dari seleksi terbuka pada pertengahan Agustus 2026 yang diikuti oleh 95 pendaftar. Dari proses penyaringan ketat tersebut, terpilih 28 pemain dengan komposisi 90 persen dihuni oleh talenta muda. Skuad ini kian solid dengan kehadiran eks penjaga gawang PSS Sleman, Agung Prasetya, serta deretan pemain bertalenta lainnya.

“Agung Prasetya diharapkan mampu mengangkat mental bertanding sekaligus membagikan pengalaman dan memberikan tuntunan kepada para pemain muda. Kami akan berusaha tampil maksimal agar dapat memberikan prestasi yang membanggakan bagi warga Condongcatur,” ujar Daris Wicaksono.

Di bawah komando pelatih kepala Fajar Subekti, PS Condongcatur siap bersaing dengan delapan klub peserta Liga Seri A Askab PSSI Sleman 2026 lainnya, di antaranya PS MKJ, PS Tunas Ngaglik, Porab Balecatur, PS Pemda, PS Palma, CMB Berbah, TGP Godean, dan AMS Seyegan.

Ketua PS Condongcatur, Sahid Fahrudin, mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur serta jajaran sponsor. Ia menekankan bahwa fokus utama klub tetap pada pembinaan pemain muda asli wilayah agar dapat menembus kompetisi sepak bola di tingkat daerah hingga nasional.

“Tahun demi tahun telah dilewati PSCC. Tahun ini mari kita persembahkan yang terbaik bagi masyarakat Condongcatur, terutama melalui pembinaan sepak bola dan pengembangan talenta pemain muda,” tutur Sahid Fahrudin. (Wasana/KIM Depok)




Diikuti 641 Atlet, Porkal Sardonoharjo 2026 Resmi Dibuka untuk Jaring Bibit Berprestasi

Sleman – Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Sardonoharjo 2026 resmi dibuka di Lapangan Bola Voli Blekik, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman pada Minggu (13/9/2026) malam. Pembukaan diawali dengan prosesi pemukulan gong oleh Panewu Ngaglik Edi Wibowo pada pukul WIB yang menandai dimulainya ajang olah raga tahunan tingkat kalurahan tersebut.

Porkal Sardonoharjo 2026 disambut antusias oleh warga setempat dengan melibatkan sebanyak 641 atlet yang berasal dari berbagai wilayah padukuhan se-Kalurahan Sardonoharjo. Para atlet tersebut siap berlaga dalam berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan.

Dalam sambutannya, Lurah Sardonoharjo menyampaikan selamat datang dan mengapresiasi keikutsertaan seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa ajang Porkal difungsikan sebagai fondasi awal pembinaan atlet muda berprestasi sekaligus wadah mempererat tali silaturahmi antarwarga.

“Olahraga Porkal ini salah satu untuk pembinaan awal atlet, selain sebagai sarana silaturahmi, guyub rukun, dan mempererat persaudaraan,” ujar Lurah Sardonoharjo.

Penyelenggaraan Porkal diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara, melainkan juga ruang pengembangan potensi generasi muda dari tingkat lokal menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi. Nilai-nilai sportivitas, persaudaraan, dan nilai kebersamaan menjadi fokus utama selama kompetisi berlangsung.

Rangkaian pertandingan Porkal Sardonoharjo 2026 dijadwalkan akan terus bergulir memadukan semangat kompetisi di lapangan dengan penguatan kohesi sosial masyarakat di tingkat kalurahan. (Egi Prayoga/KIM DSN Ngaglik)




Eksis Selama 47 Tahun, Grup Seni Reyog Campur Eko Budoyo Unjuk Gigi di Panggung Budaya Lumbungrejo

Sleman – Kelompok kesenian tradisional Reyog Campur Eko Budoyo asal Padukuhan Gesikan, Merdikorejo, Tempel sukses memukau ratusan penonton di Lapangan Serbaguna Dusun Panggung, Lumbungrejo, Tempel, Sleman pada Minggu (13/9/2026). Pertunjukan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pentas seni terbuka tersebut sekaligus menjadi bukti ketahanan grup Eko Budoyo yang telah berdiri sejak 1 September 1979 dan genap berusia 47 tahun. Melalui panggung pertunjukan ini, proses regenerasi pemain muda dapat terus berjalan agar tradisi tidak tergerus oleh zaman.

Ketua Grup Seni Reyog Campur Eko Budoyo, Agus Margono, mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya komitmen anak muda di wilayahnya untuk menjaga warisan leluhur. Pria yang telah memimpin Eko Budoyo sejak 2006 tersebut menegaskan akan terus mengawal keberlangsungan kelompok seni ini.

“Alhamdulillah dari generasi muda masih komitmen untuk melanjutkan dan melestarikan kesenian tradisional tinggalan nenek moyang kita. Saya sudah memimpin grup seni Reyog Campur Eko Budoyo ini sejak tahun 2006 sampai sekarang. Alhamdulillah saya juga berkomitmen untuk terus melestarikan kesenian supaya bisa lestari selama-lamanya,” ujar Agus Margono.

Dukungan terhadap penyelenggaraan pentas budaya ini juga datang dari pemerintah setempat. Lurah Lumbungrejo, Misbah Al Hakim, menilai kehadiran panggung kesenian di ruang publik memiliki dampak ganda, yakni memperkuat wadah ekspresi generasi muda sekaligus menggerakkan roda perekonomian warga.

“Harapannya masyarakat ekonominya bisa menggeliat. UMKM ini kan juga salah satu bagian dari masyarakat, bisa berkembang dengan adanya kesenian ini. Khususnya untuk kesenian-kesenian yang ada di Lumbungrejo itu juga nanti akan menggeliat. Jadi lebih baik untuk wadah anak-anak muda,” kata Misbah Al Hakim.

Perpaduan antara penampilan seni tradisional, pergerakan UMKM lokal, serta antusiasme warga yang hadir mempertegas bahwa kebudayaan dapat terus hidup dan relevan ketika masyarakat bersama pemerintah setempat aktif menyediakan ruang apresiasi. (SBD/KIM Tempel)




Perkuat Pendampingan Keluarga dan Pengurusan Jenazah, PCM dan PCA Tempel Resmi Lantik Dua Lembaga Sosial

Sleman – Biro Konsultasi Keluarga Sakinah (BIKKSA) Aisyiyah dan Tim Pangrukti Jenazah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tempel resmi dilantik di Balai Kalurahan Tambakrejo, Kapanewon Tempel, Sleman pada Minggu (13/9/2026). Pelantikan dua lembaga pelayanan sosial ini diselenggarakan bersamaan dengan agenda Pengajian Ahad Pon Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Tempel.

Langkah ini bertujuan untuk memperkuat layanan sosial di tingkat masyarakat, khususnya dalam pembinaan ketahanan keluarga melalui BIKKSA serta pemberian bantuan pemulasaraan jenazah saat warga mengalami kedukaan melalui Tim Pangrukti Jenazah.

Ketua PCM Tempel, Supardi, menegaskan pentingnya keberadaan BIKKSA sebagai sarana pendampingan bagi masyarakat, terutama dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.

“Keluarga adalah benteng terakhir peradaban. Kalau keluarga sakinah kuat, bangsa ini akan kuat. BIKKSA kami harapkan menjadi sahabat bagi keluarga-keluarga muda dalam membina rumah tangga yang bahagia, berkeadilan, dan berkemajuan,” ujar Supardi.

Apresiasi atas pembentukan dua lembaga ini juga disampaikan oleh Panewu Tempel, Rasyid Ratnadi Sosiawan. Menurutnya, inisiatif kelompok masyarakat dalam menyediakan layanan sosial merupakan bentuk nyata dari kepedulian antarwarga.

“Kebermanfaatan sosial menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Ketika ada kelompok yang bersedia membantu warga, termasuk dalam pengurusan jenazah, itu merupakan wujud gotong royong yang manfaatnya bisa langsung dirasakan,” kata Rasyid.

Rangkaian acara yang dihadiri pengurus dan anggota PCA Tempel dari berbagai wilayah se-Kapanewon Tempel tersebut turut diisi dengan tausyiah dari Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sleman, Sri Sumiyarsih. Ia mengingatkan pentingnya evaluasi diri melalui empat sikap utama, yakni taubat, muroqobah, muhasabah, dan mujahadah dalam kehidupan berkeluarga.

“Kalau mau sukses dunia akhirat, harus mau berubah menjadi lebih baik. Mulai dari hal-hal kecil. Ketika masuk rumah, misalnya, biasakan mengucapkan salam,” kata Sri Sumiyarsih.

Kegiatan pelantikan dan pengajian rutin tersebut juga disemarakkan oleh penampilan kesenian musik dari kelompok HANNA Angklung yang berada di bawah naungan Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga PCA Tempel. (SBD/KIM Tempel)