Sembilan Bakal Calon Lurah Antar Waktu Caturtunggal Ikuti Seleksi, Tiga Calon Raih Nilai Tertinggi

Sleman — Pemilihan Lurah Pengganti Antar Waktu (PAW) Kalurahan Caturtunggal memasuki babak baru setelah sembilan bakal calon mengikuti tahapan ujian seleksi dan assessment di Gedung Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Kamis (10/09/2026). Dari hasil penilaian akademis tersebut, panitia menetapkan tiga nama dengan perolehan nilai tertinggi untuk melaju ke tahapan musyawarah pemilihan.
Tiga calon lurah yang berhasil meraih nilai terbaik yakni Adib Arifiyanto, Andi Suwarno, dan Setiawan Rineksa. Sebelum pelaksanaan ujian berlangsung, panitia bersama tim penilai UGM menandatangani pakta integritas guna menjamin proses penyaringan berjalan jujur, transparan, objektif, dan terbebas dari segala bentuk intervensi pihak luar.
Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah kalurahan, panitia, dan pihak DPKM UGM yang telah mengawal jalannya seleksi secara independen demi memunculkan pemimpin berkualitas bagi masyarakat Caturtunggal.
“Ini merupakan upaya untuk mendapatkan calon yang akan dimusyawarahkan. Proses ini netral dan tidak ada intervensi. Seluruh peserta diberikan kesempatan yang sama untuk mengikuti tahapan seleksi,” ujar Rakhmat Harinawan.
Pj Lurah Caturtunggal, Feri Ferdian, menambahkan bahwa pelibatan akademisi UGM sebagai tim penilai independen dirancang untuk memastikan kelayakan dan kapasitas para calon secara terukur.
“Harapannya dapat memperoleh pemimpin baru dari Caturtunggal yang mampu membawa kalurahan semakin maju. Kami menyarankan UGM yang merupakan salah satu universitas terbaik di Asia agar bisa mendapatkan yang terbaik,” kata Feri Ferdian.
Ketiga calon yang dinyatakan lolos seleksi nilai tertinggi tersebut selanjutnya akan mengikuti mekanisme musyawarah Pemilihan Lurah Antar Waktu Kalurahan Caturtunggal sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah setempat berharap seluruh rangkaian acara lanjutan dapat terus berjalan kondusif demi terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang responsif dan melayani. (Oktaviana/KIM Depok)



