Bupati Sleman Buka Pesparawi 2026, Perkuat Kerukunan Antarumat Lewat Seni Paduan Suara

Sleman — Bupati Sleman Harda Kiswaya secara resmi membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Kabupaten Sleman Tahun 2026 di The Grace Pakuwon Mall pada Sabtu (31/10/2026). Ajang ini menjadi wadah bagi umat Kristiani untuk menyalurkan bakat seni sekaligus mempererat persaudaraan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Pesparawi 2026 ini diikuti oleh 34 peserta solo, 4 peserta remaja/pemuda, dan 6 kelompok paduan suara campuran.

Dalam sambutannya, Harda Kiswaya mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut dan berharap seni paduan suara dapat menjadi sarana memperkuat nilai toleransi serta kebersamaan.

“Saya berharap melalui Pesparawi mampu memperkuat nilai kebersamaan dan kerukunan melalui seni paduan suara,” ujar Harda.

Menurutnya, keberagaman di Kabupaten Sleman merupakan kekuatan yang harus senantiasa dijaga bersama melalui komunikasi dan kegiatan positif seperti ini. Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang mendorong keharmonisan sosial.

“Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen mendukung berbagai kegiatan yang mendorong terciptanya kerukunan, toleransi, dan keharmonisan sosial. Selain itu, juga diharapkan lahir bakat-bakat paduan suara yang ke depan mampu mewakili Sleman di tingkat nasional,” pungkas Harda.




Wisata Pancuran Tuk Bulus di Bimomartani Resmi Dibuka

Sleman — Destinasi wisata baru Pancuran Tuk Bulus yang terletak di Padukuhan Tegal Balong, Kalurahan Bimomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, resmi dibuka untuk umum. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penanaman bibit pohon pada Sabtu (31/10/2026).

Dalam sambutannya, Harda Kiswaya mengapresiasi kerja keras dan semangat gotong royong warga setempat dalam membangun potensi desa. Ia berharap kehadiran destinasi wisata ini dapat menjadi penggerak perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kalurahan Bimomartani.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Sleman mengapresiasi dan meminta agar kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat terus dibangun tanpa sekat demi kemajuan bersama,” ujar Harda.

Harda menegaskan, Pemkab Sleman berkomitmen untuk terus mendukung dan mendampingi pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat melalui sinergi program bersama kapanewon dan kalurahan.

Sementara itu, Lurah Bimomartani Tutik Wahyuningsih mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan warga Tegal Balong menyulap kawasan yang sebelumnya berfungsi untuk pengairan tersebut menjadi destinasi wisata unggulan.

“Kami juga mohon dukungan Bapak Bupati agar ke depannya Tuk Bulus tidak hanya menjadi ikon baru bagi Bimomartani, tetapi juga mampu terintegrasi dengan wilayah sekitar seperti Dusun Tegal Balong, RT 5, hingga Pondok Suruh, sehingga membentuk rangkaian kawasan wisata yang menarik bagi wisatawan,” pungkas Tutik.




BPIP Tanamkan Nilai Pancasila di SRMA 20 Sleman, Siapkan Generasi Berkarakter

Sleman — Sekretaris Utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI Tonny Agung Arifianto memberikan pembinaan ideologi Pancasila kepada para siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 20 Sleman di Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Senin (02/11/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Asta Cita Presiden dalam menghadirkan pendidikan bermutu berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Acara yang turut dihadiri jajaran Forkopimda Sleman ini berlangsung khidmat dan dimeriahkan dengan penampilan musik akustik serta menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza oleh para siswa.

Kepala Sekolah SRMA 20 Sleman Retri Sudarsih dalam sambutannya menyambut baik kunjungan tersebut dan memperkenalkan sejumlah siswa berprestasi yang membuktikan bahwa Sekolah Rakyat mampu melahirkan generasi kreatif serta percaya diri.

Dalam pemaparannya, Tonny Agung Arifianto menegaskan bahwa Pancasila tidak cukup hanya dipelajari atau dihafalkan, melainkan harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari demi membangun karakter bangsa.

“Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diamalkan dan menjadi ruh dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Salah satu tujuan bernegara sebagaimana tertuang dalam cita-cita bangsa adalah mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Tonny di hadapan para siswa.

Tonny juga memotivasi para siswa agar tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita. Ia mengingatkan bahwa latar belakang pendidikan tidak menjadi batasan untuk mengukir prestasi, bahkan membuka peluang bagi siswa Sekolah Rakyat untuk berkiprah di tingkat nasional, seperti menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat pusat.

Kegiatan pembinaan yang berlangsung interaktif ini ditutup dengan penampilan musik akustik dan lantunan lagu Padamu Negeri secara bersama-sama. Melalui pembinaan ini, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas, berintegritas, serta memiliki jati diri bangsa yang kuat. (Andy Ahmad/KIM DSN Ngaglik)




Subuh Keliling, Polsek Gamping Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Jaga Kamtibmas

Sleman – Membangun kedekatan dengan masyarakat menjadi salah satu langkah strategis kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Melalui kegiatan Subuh Keliling, Kepolisian Sektor (Polsek) Gamping berupaya memperkuat kemitraan dengan warga sekaligus membangun komunikasi langsung guna menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.

Komitmen tersebut diwujudkan Kepala Polsek Gamping, AKP Rusdiyanto, didampingi Bhabinkamtibmas Balecatur, Aiptu Jauzan Arifin, dengan melaksanakan kegiatan Subuh Keliling di Masjid Al Hidayah Sumber, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (1/11/2026). Kegiatan diawali dengan mengikuti salat Subuh berjamaah bersama pengurus takmir dan jamaah masjid.

Menurut AKP Rusdiyanto, kehadiran jajaran kepolisian di tengah masyarakat melalui kegiatan keagamaan tersebut tidak sekadar menjadi sarana ibadah bersama, melainkan sebagai bentuk pendekatan humanis untuk membangun hubungan emosional dan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Interaksi dalam suasana yang akrab diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan,” tandasnya.

Usai pelaksanaan salat Subuh, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi dan dialog bersama Ikatan Persaudaraan Haji Umroh Indonesia serta jamaah Masjid Al Hidayah. Dalam kesempatan tersebut, Rusdiyanto menyampaikan pesan-pesan kamtibmas sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Dialog tersebut menjadi ruang komunikasi terbuka antara kepolisian dan masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi, saran, serta masukan. Melalui komunikasi langsung, jajaran Polsek Gamping dapat mengetahui perkembangan situasi maupun berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

“Pendekatan dialogis seperti ini perlu dilakukan karena upaya menjaga kamtibmas tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada kepolisian. Partisipasi masyarakat, kepedulian terhadap lingkungan, serta kesediaan untuk saling mengingatkan menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya gangguan keamanan dan tindak kriminalitas,” terang Rusdiyanto.

Sementara itu, Jauzan Arifin selaku Bhabinkamtibmas Balecatur menambahkan, kegiatan Subuh Keliling bisa dijadikan sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan secara langsung kepada aparat kepolisian. Dengan demikian, berbagai informasi yang berkembang di lingkungan warga dapat diketahui lebih awal sehingga memungkinkan dilakukan langkah antisipasi dan penanganan secara tepat.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara berkesinambungan, Polsek Gamping berharap terbangun kemitraan yang semakin kuat dengan seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara kepolisian, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan warga menjadi modal sosial penting dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kapanewon Gamping.

Kegiatan Subuh Keliling sekaligus menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta komunikasi yang humanis. Melalui silaturahmi dan dialog yang berkesinambungan, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian semakin meningkat dan tercipta lingkungan yang aman serta harmonis. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Bangun Budaya Tertib Berlalu Lintas, Polsek Gamping Kedepankan Edukasi Humanis

Sleman — Jajaran Unit Lalu Lintas Kepolisian Sektor (Polsek) Gamping yang dipimpin Iptu Albertus Firdiyanto bersama Aiptu Miftachudin dan Aipda Paulus menggelar peneguran dan imbauan secara humanis kepada pengguna jalan di Simpang Empat Pelemgurih, Gamping, Kabupaten Sleman, Senin (02/11/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Patuh Progo 2026 untuk menekan risiko kecelakaan dan membangun kesadaran tertib berlalu lintas.

Dalam pelaksanaannya, Firdiyanto memberikan teguran persuasif kepada pengendara yang kedapatan kurang memperhatikan ketentuan berkendara. Petugas juga mengingatkan pentingnya menggunakan helm berstandar, melengkapi surat-surat dan kelengkapan kendaraan, mematuhi marka jalan, serta menghindari tindakan berbahaya seperti melawan arus atau menggunakan ponsel saat berkendara.

Menurut Firdiyanto, pendekatan persuasif sangat penting karena kesadaran berlalu lintas tidak cukup dibangun hanya melalui ketakutan terhadap sanksi hukum.

“Dengan demikian, kepatuhan terhadap aturan diharapkan tumbuh sebagai kebutuhan dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Miftachudin menambahkan bahwa Simpang Empat Pelemgurih sebagai titik pertemuan arus kendaraan yang padat membutuhkan perhatian dan kedisiplinan tinggi dari seluruh pengguna jalan.

“Lewat peneguran dan imbauan humanis ini, kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab kolektif. Sikap saling menghormati dan toleransi antarpengguna jalan juga perlu terus ditumbuhkan agar tercipta lingkungan lalu lintas yang aman dan tertib,” imbuhnya.

Melalui edukasi langsung di lapangan, kepolisian berharap komunikasi yang santun ini mampu mendorong perubahan perilaku berkendara masyarakat ke arah yang lebih baik dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap perjalanan. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)