Gelar Tikar Puskesmas Depok III Dorong Masyarakat Sadar Risiko PTM

Sleman – Gerakan Tanggulangi dan Sadar Penyakit Tidak Menular atau Gelar Tikar menjadi upaya Puskesmas Depok III dalam meningkatkan kesadaran masyarakat Kalurahan Caturtunggal untuk mencegah dan mengendalikan penyakit tidak menular (PTM) melalui edukasi, deteksi dini, serta pemberdayaan masyarakat.

Penanggungjawab Program Gelar Tikar Puskesmas Depok III, Ardhitya Sejati, menjelaskan bahwa gerakan tersebut dikembangkan sebagai pendekatan berbasis aktivitas masyarakat untuk mengenali faktor risiko PTM dan mendorong perubahan perilaku hidup sehat.

“Gelar Tikar mendorong masyarakat untuk lebih sadar terhadap faktor risiko penyakit tidak menular melalui upaya promotif, preventif, deteksi dini, serta pemberdayaan masyarakat,” jelasnya, dalam Lokakarya Mini Lintas Sektor Tribulanan, di Aula Puskesmas Depok III, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, PTM seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, stroke, kanker, dan penyakit paru obstruktif kronik menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian berkelanjutan. Karena itu, pengendalian PTM tidak cukup hanya dilakukan melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

Ia menjelaskan, Gelar Tikar mengintegrasikan berbagai kegiatan masyarakat dengan tahapan identifikasi, skrining faktor risiko, edukasi, aktivitas fisik, pemantauan, hingga perubahan perilaku. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat dapat mengenali risiko kesehatan lebih awal dan mendapatkan tindak lanjut sesuai kebutuhan.

“Melalui Gelar Tikar, hasil skrining tidak hanya menjadi data, tetapi menjadi dasar edukasi dan tindak lanjut bersama kader serta tenaga kesehatan,” tambahnya.

Ardhitya menyampaikan, pelaksanaan Gelar Tikar melibatkan berbagai unsur, mulai dari tenaga kesehatan, kader kesehatan, masyarakat, dukungan pemerintah kalurahan, hingga lintas sektor. Kader memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam membantu masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat.

Hasil pelaksanaan Gelar Tikar menunjukkan adanya peningkatan capaian kesehatan masyarakat. Indeks Keluarga Sehat (IKS) meningkat dari 34,04 persen menjadi 38,48 persen. Selain itu, capaian skrining usia produktif 15–59 tahun meningkat hingga 101,29 persen pada 2025, pelayanan penderita hipertensi mencapai 100 persen, dan pelayanan penderita diabetes melitus mencapai 100,30 persen.

Selain pengendalian faktor risiko, kegiatan edukasi penyakit tidak menular juga terus diperluas. Jumlah penyuluhan PTM meningkat dari 41 kegiatan pada 2021 menjadi 175 kegiatan pada 2025.

“Melalui inovasi ini kami berharap masyarakat semakin mampu mengenali risiko penyakit tidak menular, menerapkan perilaku hidup sehat, dan bersama-sama mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan berdaya,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)




Polsek Bulaksumur Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Masyarakat

Sleman – Kepolisian Sektor (Polsek) Bulaksumur terus memperkuat kerja sama lintas sektor untuk menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus mendukung kelancaran pelayanan kepada masyarakat di wilayah Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.

Hal itu disampaikan Kapolsek Bulaksumur, AKP Subilal, di Aula Puskesmas Depok III, Kamis (10/9/2026).

AKP Subilal menegaskan, kepolisian siap meningkatkan koordinasi dengan berbagai unsur terkait agar penanganan persoalan di masyarakat berlangsung lebih maksimal dan profesional.

“Kami siap menjalin kerja sama lintas sektoral untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kesehatan masyarakat agar semakin maksimal dan profesional,” katanya.

Ia menjelaskan, kepolisian juga memberikan pendampingan kepada tenaga kesehatan ketika menjalankan pelayanan di lapangan. Kehadiran petugas bertujuan memastikan situasi tetap aman dan kegiatan pelayanan berjalan lancar.

“Polri mendampingi tenaga kesehatan di lapangan guna memastikan keamanan dan kelancaran pelayanan medis,” jelasnya.

Menurutnya, penguatan koordinasi lintas sektor menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam menciptakan situasi yang kondusif sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Melalui sinergi ini kami berharap pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan profesional,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)




Maulid Nabi di Mlangi Hidupkan Tradisi Thanksgiving Ala Santri Mataram Islam

Sleman – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ndalem Mbah Rohmad, Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, Rabu malam (9/9/2026), menjadi momentum untuk menghidupkan pesan sosial agar kebahagiaan kelahiran Rasulullah dapat dirasakan seluruh masyarakat.

Pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi, KH Chasan Abdullah, mengatakan nilai tersebut merupakan bagian dari tradisi Thanksgiving ala santri Mataram Islam yang diwariskan para sesepuh Dusun Mlangi. Tradisi itu diwujudkan melalui kegiatan berkumpul, bersilaturahmi, berdoa, serta berbagi makanan kepada sesama.

“Maulid Nabi tidak hanya ditempatkan sebagai agenda seremonial keagamaan, melainkan sebagai momentum untuk membangun solidaritas dan memastikan tidak ada warga yang terpinggirkan dari suasana kebahagiaan,” jelasnya.

Menurut Chasan, konsep Thanksgiving dalam tradisi tersebut tidak berhenti pada ungkapan syukur, tetapi diwujudkan dalam kepedulian sosial. Kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk berbagi kebahagiaan, terutama dengan masyarakat yang membutuhkan perhatian dan kepedulian.

Peringatan Maulid di Ndalem Mbah Rohmad turut dihadiri Bupati Sleman, Harda Kiswaya didampingi Sekretaris Daerah Sleman, Abu Bakar. Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi ruang perjumpaan antara tradisi keagamaan masyarakat dan upaya menjaga kehidupan sosial yang guyub.

Hadir pula Panewu Gamping Suyanto, Komandan Koramil 17/Gamping Kapten Infanteri Bambang Subyantoro, serta Kapolsek Gamping AKP Bowo Susilo. Kehadiran unsur pemerintah, TNI, dan Polri turut memperkuat kebersamaan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga tradisi dan kehidupan sosial.

Chasan menambahkan, semangat Thanksgiving ala santri Mataram Islam menempatkan kebahagiaan sebagai sesuatu yang perlu dibagikan kepada sesama. Keberhasilan peringatan Maulid tidak hanya diukur dari kemeriahan kegiatan, tetapi juga dari sejauh mana nilai kasih sayang, kepedulian, dan berbagi dapat dirasakan masyarakat.

Nilai tersebut sekaligus menunjukkan bahwa tradisi lokal dapat menjadi bagian dari praktik keagamaan yang memiliki fungsi sosial. Warisan para sesepuh Mlangi menjadi sarana memperkuat hubungan antarwarga sekaligus menerapkan keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Dari Ndalem Mbah Rohmad, pesan Maulid kembali ditegaskan bahwa kelahiran Rasulullah semestinya menghadirkan kebahagiaan bagi semua. Tidak boleh ada yang kelaparan, merasa sendirian, atau dibiarkan dalam kesedihan ketika masyarakat memperingati kelahiran manusia yang membawa rahmat bagi semesta alam.

(Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)




Puskesmas Depok III Perkuat Cakupan Layanan dan Pemenuhan SPM Kesehatan

Sleman –  Puskesmas memfokuskan pelayanan pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui penguatan cakupan layanan dan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Hal itu ditegaskan Kepala Puskesmas Depok III, drg. Erna Sofiana, dalam Lokakarya Mini Lintas Sektor Tribulanan, di Aula Puskesmas Depok III, Kamis (10/9/2026).

“Puskesmas berperan sebagai garda terdepan dan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang memberikan pelayanan kesehatan dasar secara menyeluruh, terjangkau, dan mudah diakses oleh masyarakat di wilayah kerjanya,” katanya.

Erna menjelaskan, pelayanan kesehatan menyasar masyarakat pada setiap tahapan kehidupan, mulai dari ibu hamil, ibu bersalin, bayi, balita, anak usia pendidikan dasar, usia produktif hingga lanjut usia. Pelayanan juga mencakup hipertensi, diabetes melitus, kesehatan jiwa, tuberkulosis, HIV, serta penyakit menular lainnya.

Menurutnya, hasil evaluasi hingga Agustus 2026 menunjukkan beberapa pelayanan kesehatan ibu dan anak masih perlu ditingkatkan. Cakupan pelayanan ibu hamil mencapai 60,40 persen, ibu bersalin 60,63 persen, bayi baru lahir 59,96 persen, dan balita 61,12 persen. Capaian tersebut masih berada di bawah target Agustus sebesar 66,67 persen.

“Kami terus meningkatkan kerja sama dengan fasilitas kesehatan jejaring, melakukan validasi data bersama kader dan jejaring, serta memperkuat pendataan sasaran secara terpadu,” jelasnya.

Erna menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan karena sasaran masih menggunakan data proyeksi dan dimungkinkan terdapat pelayanan yang belum terlaporkan. Sementara sejumlah indikator telah mencapai target Agustus. Pelayanan usia produktif mencapai 66,81 persen, hipertensi 66,94 persen, diabetes melitus 67,03 persen, ODGJ berat 67,03 persen, dan pelayanan warga berusia di atas 60 tahun mencapai 69,27 persen.

Erna menambahkan, pelayanan penyakit menular juga menunjukkan capaian yang baik. Pelayanan terduga tuberkulosis mencapai 93,39 persen, sedangkan pelayanan HIV mencapai 90,44 persen.

“Pelayanan yang telah mencapai target tetap kami lanjutkan sesuai standar agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara berkesinambungan,” tambahnya.

Penguatan layanan dan ketepatan pendataan diharapkan memperluas jangkauan pelayanan, meningkatkan deteksi dini masalah kesehatan, serta mendukung masyarakat menjalani hidup yang lebih sehat. (Athiful/KIM Depok)




KWT Mekar Lestari Siapkan Eduwisata Pertanian dan Peternakan

Sleman – Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Lestari di Padukuhan Kwarasan, Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, genap memasuki usia ke-8. Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi kelompok untuk mengembangkan potensi baru, salah satunya eduwisata berbasis pertanian dan peternakan.

Hari jadi KWT Mekar Lestari diperingati pada 9 September 2026 di Aula Balai RW 09, Padukuhan Kwarasan. Kegiatan tersebut dihadiri Dukuh Kwarasan Nandar Martolo, Jogoboyo Nogotirto Destiawan Dwi Nugroho, PPL Nogotirto Rinawati, serta Pendamping UMKM BAZNAS Sleman Joko Yugiyanto.

Ketua KWT Mekar Lestari, Riyanti menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota dan pihak yang telah mendukung perjalanan kelompok hingga memasuki tahun kedelapan.

Selama delapan tahun, KWT Mekar Lestari tidak hanya mengembangkan budidaya tanaman, tetapi juga memiliki potensi peternakan berupa lele, ayam petelur, dan kambing. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi ruang belajar bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

Gagasan eduwisata muncul dari aktivitas yang telah berjalan di demplot KWT. Pengunjung nantinya dapat mengenal berbagai jenis tanaman, melihat budidaya lele, memberi pakan ayam dan kambing, hingga mengikuti kegiatan menanam.

Dukuh Kwarasan, Nandar Martolo mendukung pengembangan tersebut. Menurutnya, potensi eduwisata semakin kuat dengan keberadaan Kelompok Tani dan Ternak Waras Barokah yang mengembangkan peternakan kambing.

“Kami berharap eduwisata ini bisa menjadi barometer baru, setidaknya di tingkat kalurahan,” ujarnya, Kamis (10/9/2026).

KWT Mekar Lestari dapat mengembangkan aspek pertanian dan pengolahan, sedangkan Kelompok Tani dan Ternak Waras Barokah memperkuat aspek peternakan. Kolaborasi keduanya diharapkan mampu menghadirkan pengalaman eduwisata yang lebih lengkap.

Sementara itu, Pendamping UMKM BAZNAS Sleman, Joko Yugiyanto mengatakan keberadaan tanaman, lele, ayam petelur, dan kambing merupakan modal awal untuk mengembangkan eduwisata. Namun, pengelolaannya perlu dilakukan secara terencana.

Menurutnya, KWT perlu menyiapkan anggota yang bertanggung jawab khusus mengelola eduwisata, mulai dari menyusun konsep kunjungan, materi pembelajaran, pemandu, hingga paket kegiatan sesuai usia peserta.

“Anak-anak yang datang bukan hanya anak TK, tetapi juga bisa anak SD. Karena itu, kebutuhan dan materi belajarnya harus disesuaikan,” jelasnya.

Joko juga mendorong KWT menyusun tangga produk eduwisata. Untuk anak TK, kegiatan dapat berupa mengenal tanaman, memberi makan ikan atau ternak, serta menanam secara sederhana. Sementara untuk anak SD, materi dapat dikembangkan pada pembibitan, pertumbuhan tanaman, serta pemeliharaan ikan dan ternak.

Dengan konsep tersebut, KWT tidak hanya menawarkan kunjungan, tetapi juga pengalaman belajar yang terstruktur. Jika dikelola secara konsisten, eduwisata berpotensi menjadi sumber aktivitas ekonomi baru bagi KWT Mekar Lestari.

(Joko Yugiyanto/KIM Godean)