Resmikan Masjid Al Hidayah Nogotirto, Panewu Gamping Dorong Pengembangan Dakwah Digital

Sleman – Panewu Gamping, Suyanto, mendorong pengelola masjid di wilayahnya untuk memadukan fungsi rumah ibadah dengan perkembangan teknologi informasi melalui pengembangan dakwah digital. Langkah tersebut dinilai krusial guna memperluas jangkauan syiar keagamaan serta menebar kemanfaatan sosial bagi masyarakat luas.
Pernyataan tersebut disampaikan Suyanto saat meresmikan Masjid Al Hidayah yang berlokasi di Padukuhan Kaingan, Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Minggu (02/08/2026).
Dalam sambutannya, Suyanto menjelaskan bahwa transformasi digital telah mengubah pola komunikasi masyarakat modern, terutama generasi muda. Karena itu, pengelola masjid perlu responsif dengan memanfaatkan berbagai platform media sosial seperti YouTube, TikTok, dan media digital lainnya sebagai sarana penyebaran konten kajian keislaman yang edukatif dan mencerahkan.
“Masjid harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Selain menjadi tempat ibadah, masjid juga dapat menjadi pusat dakwah digital yang menyebarkan nilai-nilai keagamaan dan kebaikan kepada masyarakat secara lebih luas,” ujar Suyanto pada Minggu (02/08/2026).
Ia menambahkan bahwa kehadiran materi dakwah yang sejuk dan mencerahkan di ruang digital sangat penting untuk mengimbangi derasnya arus informasi negatif yang beredar di media sosial.
“Jangan sampai ruang digital justru lebih banyak diisi dengan hal-hal yang tidak memberikan manfaat. Masjid dapat mengambil peran dengan menghadirkan konten yang memberikan pencerahan, memperkuat keimanan, dan mengajak masyarakat untuk berbuat kebaikan,” tutur Suyanto.
Meski mendorong adaptasi teknologi, Suyanto menegaskan bahwa digitalisasi bertujuan memperkuat peran masjid, bukan menggantikan fungsi utamanya sebagai ruang perjumpaan fisik masyarakat. Masjid Al Hidayah diharapkan tetap memelihara kegiatan interaksi sosial, seperti pendidikan keagamaan, pembinaan pemuda, serta aksi pemberdayaan ekonomi dan kebersamaan warga.
Melalui integrasi antara fungsi ibadah, sosial, dan pemanfaatan teknologi secara bijak, Masjid Al Hidayah Nogotirto diharapkan mampu menjadi pusat peradaban umat yang adaptif, relevan, serta membawa dampak positif berkelanjutan bagi masyarakat. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)



