Lewat Film Pendek, Mahasiswa UII Angkat Isu Kemanusiaan di Balik Pengelolaan Sampah

Sleman – Kesadaran generasi muda terhadap isu lingkungan terus berkembang, tidak hanya diwujudkan melalui aksi bersih-bersih atau kampanye di media sosial, tetapi juga melalui karya audio visual yang mampu menggugah kepedulian masyarakat.
Hal tersebut ditunjukkan oleh Wistara, kelompok mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) yang beranggotakan Eidhar Khalifa Taqiyya, Daffa Izza Muhammad, Ala Fauziah Latif, dan Fatimah Salma Nuha. Mereka menghadirkan sebuah video bertema pengelolaan sampah yang menyoroti pentingnya keselamatan kerja bagi para pemulung.
Saat ditemui pada Rabu (29/7/2026), Eidhar Khalifa Taqiyya menjelaskan bahwa video tersebut mengisahkan Abid, seorang pemulung muda yang setiap hari bekerja di kawasan berisiko tinggi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD).
“Video yang kami garap mengangkat kisah Abid, seorang pemulung muda yang setiap hari bekerja di zona berbahaya di TPA tanpa menggunakan APD. Paparan debu, gas beracun, serta lingkungan kerja yang tidak layak membuat kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia akibat kerusakan paru-paru kronis,” ujarnya.
Menurut Eidhar, kisah Abid merupakan representasi dari realitas yang masih dialami banyak pekerja informal di sektor persampahan. Meski memiliki peran penting dalam mendukung ekonomi sirkular melalui kegiatan memilah dan mengumpulkan material daur ulang, para pemulung masih menghadapi berbagai risiko pekerjaan tanpa perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang memadai.
Melalui pendekatan visual yang menyentuh, Eidhar bersama tim berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat memandang persoalan sampah dari perspektif yang lebih luas. Sampah bukan hanya persoalan kebersihan lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan aspek kemanusiaan, kesehatan, dan penghargaan terhadap para pekerja yang berada di ujung rantai pengelolaan sampah.
Video tersebut juga menyampaikan pentingnya langkah nyata dari pemerintah daerah untuk meningkatkan perlindungan terhadap para pemulung, di antaranya melalui penataan lokasi kerja yang lebih aman, seperti di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) maupun TPS 3R. Dengan sistem pengelolaan yang lebih baik, para pekerja diharapkan memperoleh lingkungan kerja yang lebih aman, akses terhadap penggunaan APD, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja.
Video ini juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mengurangi risiko yang dihadapi para pemulung melalui kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah organik dan anorganik, membungkus benda tajam sebelum dibuang, serta memisahkan limbah berbahaya dari sampah rumah tangga.
Pesan yang diangkat dalam video tersebut sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Melalui karya kreatif ini, para mahasiswa UII menunjukkan bahwa film dan media digital tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat berfungsi sebagai media edukasi dan advokasi sosial. Kisah Abid mengajak masyarakat untuk tidak hanya peduli terhadap lingkungan, tetapi juga menghargai para pekerja yang selama ini berkontribusi dalam pengelolaan sampah. (Arief Hartanto KIM kertomandiri Turi)



