PKK Sonoharjo Gandeng Karang Taruna Siapkan KPSM untuk Jawab Tantangan Sampah

Sleman — Pengelolaan sampah di tingkat padukuhan membutuhkan kolaborasi lintas generasi. Menyadari pentingnya keterlibatan generasi muda, PKK Padukuhan Sonoharjo, Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan, berencana menggandeng Karang Taruna dalam pembentukan Komunitas Pengelola Sampah Mandiri (KPSM).
Gagasan tersebut mengemuka dalam sosialisasi Surat Edaran (SE) Bupati Sleman Nomor 0516 Tahun 2026 tentang Pembentukan KPSM pada setiap padukuhan yang digelar P3S Kapanewon Seyegan di rumah Dukuh Sonoharjo, Senin (7/9/2026). Kegiatan diikuti sekitar 25 perwakilan PKK Padukuhan Sonoharjo.
Sutarto Agus selaku narasumber pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa keterlibatan generasi muda penting dalam pengelolaan sampah karena dibutuhkan tenaga yang lincah, sigap, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan sistem pengelolaan sampah.
“Semangat saja tidak cukup. Dalam pengelolaan sampah juga diperlukan kelincahan dan kesigapan. Karena itu, generasi muda seperti Karang Taruna perlu dilibatkan,” ujarnya.
Ia juga mengajak kader PKK mengambil peran dalam mengurangi timbulan sampah yang dibawa ke tempat pengolahan. Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat hanya mengandalkan fasilitas pengolahan di tingkat kabupaten sehingga diperlukan pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Lebih lanjut, Sutarto menjelaskan bahwa terdapat dua kegiatan utama dalam pengelolaan sampah, yakni pengurangan sampah dan penanganan sampah. Pada aspek pengurangan, masyarakat dapat menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Sementara dalam penanganan sampah, salah satu langkah penting yang harus dilakukan adalah pemilahan sejak dari sumbernya.
Perwakilan P3S Kalurahan Margokaton, Farida Handayani pada kesempatan yang sama menjelaskan bahwa sampah anorganik yang dipilah dengan baik masih memiliki nilai ekonomi. Pengelolaannya dapat dilakukan melalui kelembagaan seperti bank sampah maupun sedekah sampah.
Farida juga memperkenalkan Sistem Operasional Pengelolaan Sampah Terpadu (SIOSESTU) yang diharapkan dapat diterapkan PKK Sonoharjo bersama Karang Taruna. Sistem berbasis web tersebut diharapkan membuat pengelolaan sampah lebih tertata sekaligus membuka ruang keterlibatan generasi muda.
“Harapannya, kelompok PKK Sonoharjo dapat bekerja sama dengan Karang Taruna Padukuhan untuk menjalankan SIOSESTU yang berbasis web, sehingga pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih tertata dan melibatkan generasi muda,” jelas Farida.
Kolaborasi PKK dan Karang Taruna diharapkan menjadi langkah awal pembentukan KPSM Sonoharjo. Dengan memadukan pengalaman kader PKK dan energi generasi muda, pengelolaan sampah di tingkat padukuhan diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama untuk mengurangi sampah dari sumbernya sekaligus mendorong masyarakat melihat sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi. ( Sutarto Agus/KIM Seyegan)



