PKK Margorejo Bekali Perempuan Keterampilan Kerajinan untuk Dukung Ekonomi Keluarga

Sleman — Pemberdayaan perempuan tidak hanya dilakukan melalui peningkatan pengetahuan, tetapi juga dengan membekali keterampilan yang dapat menjadi peluang usaha. Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan pendidikan keterampilan yang diselenggarakan Pokja II PKK Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, di Ruang Rapat Kalurahan Margorejo, Selasa (28/7/2026).
Mengusung tema pembuatan aksesori gantungan handphone, pelatihan ini diikuti anggota PKK sebagai upaya meningkatkan kreativitas sekaligus membuka peluang usaha rumahan berbasis kerajinan tangan.
Mewakili Pemerintah Kalurahan Margorejo, Kamituwa Anwar Ihsani mengatakan pelatihan keterampilan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kemandirian masyarakat, khususnya kaum perempuan.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat dipraktikkan di rumah, dikembangkan menjadi produk kreatif, bahkan menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga,” ujarnya.
Ketua Pokja II PKK Margorejo, Enjang Dwi Retno Ningsih, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan keluarga melalui peningkatan keterampilan dan pengembangan jiwa kewirausahaan.
“Kami ingin anggota PKK semakin percaya diri mengembangkan kreativitas. Keterampilan sederhana pun dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi jika ditekuni dan terus berinovasi,” katanya.
Pada sesi praktik, peserta mendapat bimbingan langsung dari Laila Kholidah yang memandu proses pembuatan aksesori gantungan handphone, mulai dari pemilihan bahan hingga teknik perakitan agar menghasilkan produk yang menarik dan memiliki nilai jual.
Menurut Laila, kreativitas dan ketekunan menjadi modal utama dalam mengembangkan usaha kerajinan. “Produk sederhana dapat diminati pasar apabila memiliki kualitas yang baik, dikemas menarik, dan mengikuti tren,” tuturnya.
Kegiatan ini menjadi contoh bagaimana organisasi kemasyarakatan dapat berperan dalam meningkatkan kapasitas perempuan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga. Melalui pelatihan yang berkelanjutan, keterampilan sederhana diharapkan mampu berkembang menjadi usaha produktif yang mendukung kesejahteraan masyarakat. (SBD / KIM Tempel)



