Gladi Lapang Satlinmas Tempel Perkuat Kesiapan Pengaturan Lalu Lintas

Sleman — Satlinmas Inti Kapanewon Tempel memperkuat kesiapan dalam pengaturan lalu lintas melalui gladi lapang yang memadukan pembekalan teori dan praktik di Pendopo Kapanewon Tempel, Selasa (8/9/2026). Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan keterampilan personel dalam mendukung kelancaran dan keselamatan lalu lintas pada berbagai kegiatan masyarakat.

Kegiatan diikuti anggota Linmas Inti Kapanewon Tempel dengan menghadirkan PS Panit Lantas Polsek Tempel, Aiptu Ahmad Zubaidi, sebagai narasumber. Peserta mendapatkan pembekalan dasar pengaturan lalu lintas yang dilanjutkan dengan simulasi penerapan di lapangan.

Materi meliputi pengaturan arus kendaraan, posisi petugas, gerakan tangan, komunikasi dengan pengguna jalan, serta aspek keselamatan. Melalui simulasi, peserta juga dilatih mengenali kondisi yang berpotensi menghambat pergerakan kendaraan maupun pejalan kaki saat kegiatan berlangsung.

Panewu Tempel, Rasyid Ratnadi Sosiawan, mengatakan pembinaan secara berkala diperlukan agar anggota Linmas mampu menjalankan tugas dengan baik dan bertanggung jawab.

“Jangan hanya memahami tugas secara teori. Keterampilan harus dilatih supaya ketika berada di lapangan, anggota Linmas mampu bertindak dengan tenang, tepat, dan bertanggung jawab,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Menurut Rasyid, Linmas memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam berbagai situasi. Personel yang memahami prosedur diharapkan dapat membantu menciptakan kondisi yang tertib dan aman, terutama saat berlangsung kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Sementara itu, PS Panit Lantas Polsek Tempel, Aiptu Ahmad Zubaidi menekankan pentingnya ketelitian, komunikasi, koordinasi, dan keselamatan dalam pengaturan lalu lintas. Petugas dituntut mampu membaca situasi dan memberikan arahan yang jelas kepada pengguna jalan.

“Pengaturan lalu lintas membutuhkan ketelitian, keberanian, komunikasi, dan terutama keselamatan. Karena itu, teori harus langsung dipraktikkan agar mereka terbiasa menghadapi kondisi di lapangan,” katanya.

Kegiatan turut didampingi Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Tempel, Heni Ristiawan. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi antara unsur pemerintahan kewilayahan dan kepolisian dalam pembinaan Satlinmas.

Melalui gladi lapang ini, Satlinmas diharapkan semakin siap memberikan dukungan dalam berbagai kegiatan masyarakat serta turut menjaga ketertiban, keamanan, dan keselamatan warga. (SBD/KIM Tempel)




Pelatihan Batik Tulis Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Ekonomi Kreatif Banyuraden

Sleman — Sejumlah perempuan pelaku usaha ekonomi produktif mengikuti pelatihan membatik tulis dalam rangka peningkatan kapasitas kelompok UMKM Potro Arum Banyuraden di Sanggar Seni Among Siwi, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Senin (7/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan perempuan sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi kalurahan.

Pelatihan berlangsung interaktif dengan peserta mempraktikkan teknik membatik tulis secara langsung menggunakan kain yang dibentangkan pada bingkai sederhana. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk meningkatkan keterampilan sekaligus mengenal proses kreatif pembuatan batik.

Kegiatan dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Suryana, didampingi Carik Banyuraden Hendy Indra Utama, Ulu Ulu Banyuraden Sulung Pramono, serta Dukuh Banyumeneng Dymas Alfandy Saputra.

Dalam sambutannya, Suryana mengatakan keterlibatan perempuan dalam kegiatan peningkatan kapasitas menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong aktivitas ekonomi produktif. Keterampilan membatik, menurutnya, dapat dikembangkan sebagai usaha yang dilakukan secara berkelompok maupun mandiri.

“Penguasaan teknik membatik diharapkan membuka peluang bagi peserta untuk menghasilkan produk kreatif yang memiliki nilai tambah dan dapat mendukung perekonomian keluarga,” ujarnya.

Selain bernilai ekonomi, pelatihan membatik tulis juga menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya. Proses pembuatan batik membutuhkan keterampilan, ketelitian, dan kreativitas sehingga peserta tidak hanya belajar menghasilkan kain bermotif, tetapi juga memahami proses kreatif yang menjadi karakter produk batik sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia.

Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama, menambahkan bahwa peningkatan kapasitas UMKM perlu diikuti dengan pengembangan desain, peningkatan kualitas produk, pengemasan, hingga pemasaran.

“Kemampuan membatik tidak berhenti sebagai keterampilan teknis, tetapi dapat dikembangkan menjadi fondasi usaha kreatif yang memiliki prospek pasar,” katanya.

Sementara itu, Ketua RW 01 Dusun Patran, Kurdiyanto, mengapresiasi kolaborasi antara kelompok UMKM, pemerintah kalurahan, dan berbagai pihak dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap program dapat dilanjutkan secara berkelanjutan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, fasilitasi produksi, promosi, hingga perluasan akses pemasaran.

“Semoga UMKM Potro Arum Banyuraden semakin berperan dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi masyarakat sekaligus memperluas ruang pemberdayaan perempuan. Dengan demikian, dapat mendorong lahirnya produk lokal yang memiliki nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan budaya dan kreativitas masyarakat di tingkat kalurahan,” harapnya. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




MAN 4 Sleman Bekali Siswa Keterampilan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis

Sleman — Menjaga kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga kesehatan psikologis. Kesadaran tersebut ditanamkan MAN 4 Sleman melalui Sosialisasi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) bekerja sama dengan UPT Puskesmas Kapanewon Pakem, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 2 MAN 4 Sleman mulai pukul WIB tersebut diikuti siswa kelas X dan XI. Materi disampaikan Aulia Untari Intan Wulandari, Psikolog Klinis UPT Puskesmas Pakem.

Melalui kegiatan ini, siswa dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar untuk memberikan dukungan awal kepada teman atau orang di sekitarnya yang sedang menghadapi tekanan maupun persoalan psikologis.

Aulia menjelaskan, kesehatan psikologis perlu mendapat perhatian yang sama dengan kesehatan fisik. Siswa perlu mampu mengenali tanda-tanda seseorang yang sedang mengalami masalah psikologis serta mengetahui langkah awal yang tepat untuk memberikan dukungan.

“Pertolongan pertama pada luka psikologis bukan berarti kita harus menyelesaikan masalah orang lain. Yang paling penting adalah mampu hadir, mendengarkan tanpa menghakimi, memberikan rasa aman, dan membantu mengarahkan kepada orang yang tepat ketika membutuhkan pertolongan lebih lanjut,” jelasnya.

Menurut Aulia, kepedulian sederhana dari lingkungan terdekat dapat menjadi langkah awal yang berarti bagi seseorang yang sedang menghadapi persoalan. Karena itu, siswa diajak membangun kebiasaan saling peduli, mendengarkan, menghargai perasaan orang lain, serta tidak menganggap remeh persoalan psikologis yang dialami diri sendiri maupun teman.

Ia menambahkan, sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, penuh empati, dan mendukung kesehatan psikologis siswa. Lingkungan tersebut dapat membantu siswa tumbuh dan berkembang secara optimal.

Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Selain menyimak materi, siswa juga terlibat aktif dalam sesi sosialisasi sehingga memperoleh gambaran mengenai langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika menemukan teman yang membutuhkan dukungan.

Melalui kegiatan P3LP, MAN 4 Sleman berharap siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan empati terhadap sesama. Bekal tersebut diharapkan turut memperkuat terciptanya lingkungan madrasah yang aman, suportif, peduli, dan ramah bagi seluruh warga madrasah. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Kantor Staf Presiden dan BGN Verifikasi Lapangan Program Makan Bergizi Gratis di Sleman

Sleman — Kantor Staf Presiden (KSP) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar verifikasi lapangan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tridadi 3, Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, pada Selasa (08/09/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan operasional penyediaan makanan berjalan higienis, sesuai standar operasional prosedur (SOP), serta tepat sasaran dalam mendukung penurunan angka stunting bagi ibu hamil, balita, dan siswa sekolah.

Rangkaian verifikasi lapangan dilanjutkan ke SDN Tridadi sebagai salah satu lokasi penerima manfaat program. Dalam kesempatan tersebut, tim gabungan meninjau langsung proses distribusi hingga pengonsumsian makanan oleh para siswa di kelas.

Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sleman, Wildan Solichin, mengapresiasi kebersihan ruang produksi di SPPG Tridadi 3 dan menekankan pentingnya pengawasan rutin oleh satuan tugas daerah.

“Sidak berkala ini penting agar satgas dapat mengawasi proses produksi secara ketat. Ruang produksi SPPG Tridadi 3 terlihat bersih dan sudah memenuhi prosedur yang ditetapkan,” ujar Wildan Solichin di sela-sela peninjauan.

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama KSP, Aby Ismawan, menjelaskan bahwa keberadaan satgas di daerah bertindak sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat untuk mengendalikan risiko kesehatan. Pihaknya tidak ragu memberikan sanksi tegas berupa penghentian sementara operasional SPPG jika ditemukan indikasi pelanggaran prosedur.

“Jika terdapat indikasi pelanggaran, SPPG akan diberhentikan sementara sebelum ditindaklanjuti dengan proses investigasi untuk menentukan tingkat pelanggarannya, sementara pembiayaan dari BGN juga secara otomatis akan dihentikan hingga status operasional pulih,” tegas Aby Ismawan.

Koordinator Wilayah BGN Sleman, Hening Sucahya, menambahkan bahwa pengawasan dilakukan secara berjenjang bersama pemerintah daerah, termasuk evaluasi kelengkapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Di Kabupaten Sleman sendiri, terdapat 13 SPPG yang dihentikan operasionalnya secara sementara hingga SLHS resmi diterbitkan demi menjamin mutu dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat.




Wabup Sleman Apresiasi Pengabdian Masyarakat Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Sleman — Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengapresiasi kontribusi positif para mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam mendukung pembangunan serta pemberdayaan masyarakat daerah. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri acara penutupan rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) sekaligus KKN Awards 2026 yang berlangsung di Gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Selasa (08/09/2026).

Danang Maharsa menegaskan bahwa keberadaan mahasiswa KKN di tengah masyarakat tidak sekadar memenuhi kewajiban akademik perguruan tinggi. Kegiatan lapangan ini dinilainya sebagai sarana pembelajaran langsung untuk memahami dinamika sosial sekaligus membantu mengoptimalkan berbagai potensi desa di Kabupaten Sleman.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan akademisi dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan.

“Tantangan pembangunan daerah tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah saja. Pendekatan kolaboratif pentahelix yang melibatkan akademisi adalah kunci utama keberhasilan pembangunan, di mana UIN Sunan Kalijaga melalui program KKN telah menjadi mitra strategis yang luar biasa bagi kami,” ujar Danang Maharsa di hadapan para sivitas akademika dan peserta KKN.

Ia juga berpesan agar para mahasiswa tetap menjaga semangat pengabdian dan menjadikan pengalaman berinteraksi dengan warga sebagai bekal untuk menjadi agen perubahan yang solutif di masa depan.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Abdul Qoyum, menjelaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen melakukan transformasi dan perbaikan berkelanjutan dalam tata kelola program pengabdian masyarakat tersebut.

“UIN Sunan Kalijaga terus melakukan transformasi dan perbaikan dalam penyelenggaraan program KKN. Kami juga berkomitmen menerapkan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab dan transparan, termasuk dalam pengelolaan dana kegiatan KKN sebagai wujud akuntabilitas pengabdian kepada masyarakat,” tutur Abdul Qoyum.

Sinergi yang terjalin erat antara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Pemerintah Kabupaten Sleman ini diharapkan dapat terus menghadirkan inovasi serta dampak positif yang berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.