Panewu Depok Bayar Pajak via QRIS, Semanis Madu Condongcatur Makin Dekatkan Layanan kepada Warga

Sleman — Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, memanfaatkan inovasi layanan publik terpadu Semanis Madu di Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Selasa (08/09/2026). Dalam kesempatan tersebut, Rakhmat melakukan pembayaran pajak tahunan kendaraan bermotor roda empat melalui layanan Bus Samsat Sleman secara nontunai menggunakan pemindaian kode QRIS.

Kehadiran Panewu Depok ini merupakan bentuk dukungan langsung terhadap efektivitas program pelayanan terpadu yang digagas Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama berbagai mitra instansi. Layanan Semanis Madu menghadirkan beragam fasilitas publik di satu lokasi, mulai dari pembayaran pajak kendaraan, perpanjangan SIM A dan C, perbankan, konsultasi hukum, hingga layanan cek kesehatan gratis dan pengurusan perizinan.

Rakhmat mengapresiasi kemudahan dan kecepatan proses transaksi pelayanan publik berbasis digital yang dinilainya sangat membantu memangkas jarak dan waktu tempuh masyarakat.

“Hari ini saya membayar pajak tahunan kendaraan bermotor roda empat melalui layanan Bus Samsat Sleman di Kalurahan Condongcatur dengan QRIS. Pelayanannya ramah, cepat, dan mudah. Pelayanan seperti ini mendekatkan layanan kepada masyarakat, sehingga warga Condongcatur dan sekitarnya tidak perlu jauh-jauh. Terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur yang sudah berkolaborasi melalui inovasi Semanis Madu,” ujar Rakhmat Harinawan.

Koordinator Semanis Madu Condongcatur, Wasana, menjelaskan bahwa program pelayanan bersama ini konsisten digelar setiap hari Selasa untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan administrasi warga. Khusus pada pekan pertama setiap bulan, Semanis Madu juga menghadirkan inovasi Si Jelita (Sistem Jemput Lima Tahunan) untuk proses cek fisik kendaraan, serta diramaikan oleh lapak kuliner dan produk UMKM lokal.

“Setiap Selasa masyarakat antusias memanfaatkan layanan Selasa Bersama melalui Semanis Madu. Kami ingin Semanis Madu tidak hanya menjadi tempat masyarakat mendapatkan pelayanan, tetapi juga menjadi ruang bersama yang memberi manfaat lebih luas. Warga bisa mengurus berbagai kebutuhan sekaligus mengenal produk-produk masyarakat dan UMKM yang hadir,” tutur Wasana.

Melalui semangat kolaborasi lintas sektor dan prinsip jemput bola ini, Pemerintah Kalurahan Condongcatur berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik terpadu yang cepat, inklusif, dan efisien bagi seluruh warga Kapanewon Depok. (Wasana/KIM Depok)




Khataman Al-Qur’an dan Doa Bersama Awali Rangkaian Kenduri Banyu Udan XI

Sleman — Rangkaian perayaan Kenduri Banyu Udan XI resmi dimulai dengan menggelar khataman Al-Qur’an dan doa bersama di Sekolah Air Hujan Banyu Bening, Padukuhan Tempursari, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Selasa (08/09/2026). Kegiatan ini menjadi pembuka tradisi tahunan Komunitas Banyu Bening yang berfokus pada kampanye kelestarian lingkungan serta pemanfaatan air hujan sebagai sumber kehidupan.

Acara khataman Al-Qur’an dan doa bersama dipimpin oleh pengasuh Pondok Pesantren Bayt Al Quran Karanglo, Gus Yoga Khoiri Ali. Doa yang dilantunkan secara bersama-sama tersebut ditujukan untuk memohon kelancaran seluruh prosesi Kenduri Banyu Udan XI sekaligus mendoakan keselamatan bangsa dan negara dari berbagai bencana alam.

Ketua Komunitas Banyu Bening, Sri Wahyuningsih, menegaskan bahwa Kenduri Banyu Udan merupakan wujud penghormatan serta rasa syukur atas karunia air hujan yang menopang kehidupan seluruh makhluk hidup di bumi.

“Manusia adalah tamu. Ungkapan ini menjadi pengingat bahwa manusia bukanlah pemilik alam, melainkan bagian dari ekosistem yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Air hujan yang selama ini kerap dianggap biasa, memiliki peran vital bagi keberlangsungan kehidupan,” ujar Sri Wahyuningsih di sela-sela acara.

Salah satu warga Tempursari, Elisabeth Panti, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Kenduri Banyu Udan yang dinilainya mampu memadukan kearifan lokal budaya dengan pesan edukasi konservasi lingkungan bagi masyarakat luas.

“Selain sebagai hiburan, kami juga mendapatkan ilmu baru. Ini menjadi pengingat bahwa ada nilai-nilai budaya yang diselaraskan dengan konservasi dan penyelamatan lingkungan. Kami berharap pesan mengenai pentingnya menjaga alam dan sumber daya air dapat semakin kuat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Elisabeth Panti.

Rangkaian acara Kenduri Banyu Udan XI akan berlanjut ke acara puncak pada Rabu (09/09/2026). Melalui ajang budaya ini, masyarakat diharapkan makin tergerak untuk merawat tradisi sekaligus memperkuat kesadaran ekologis dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air di Kabupaten Sleman. (Andy Ahmad/KIM DSN Ngaglik)




Revolution Academy Sleman Borong 17 Medali di UGM Taekwondo Championship 2026

Sleman — Tim taekwondo Revolution Academy Sleman berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan memborong 17 medali dalam ajang Universitas Gadjah Mada (UGM) Taekwondo Championship 2026 yang berlangsung di Gedung Olah Raga Nusantara, Bulaksumur, Kabupaten Sleman, pada Senin (07/09/2026). Perolehan 17 medali tersebut terdiri atas tujuh medali emas, tiga perak, dan tujuh perunggu.

Capaian tersebut diraih dari 17 atlet Revolution Academy yang bertanding pada kategori Poomsae (Rangkaian Jurus) dan Kyorugi (Pertarungan). Kejuaraan nasional tingkat Grade C yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo UGM ini diikuti sebanyak atlet dari puluhan dojang yang tersebar di lima provinsi di Pulau Jawa, meliputi kelompok usia pra-kadet, kadet, junior, hingga senior.

Pelatih Kepala Revolution Academy, Muhammad Arif, mengutarakan bahwa hasil manis ini merupakan buah dari konsistensi program latihan intensif selama beberapa bulan yang berfokus pada penguatan teknik, taktik, fisik, serta ketahanan mental para atlet di atas matras.

“Ajang Kejuaraan UGM Taekwondo Championship ini menjadi sarana penting untuk mengukur kemampuan para atlet dan membuktikan hasil selama latihan intensif berbulan-bulan. Kami sebagai pelatih bangga melihat anak-anak dapat tampil luar biasa, tetap rendah hati saat menang, dan tidak berkecil hati jika hasil belum sesuai harapan. Tetap junjung sportivitas dan pantang menyerah,” ujar Muhammad Arif di sela-sela pendampingan atlet.

Tujuh medali emas Revolution Academy disumbangkan oleh Muhammad Ustman Fachrurozi dan Aura Putry Mahatmajati pada kategori Poomsae, serta lima atlet kategori Kyorugi yakni Rheiva Fauzan Sujadmiko, Damyan Nur Ramdhan, Arsva Nathan Jaswinder Wibowo, Muhammad Aydan Arya, dan Jihan Makaila Wibawa. Keberhasilan ini juga ditopang oleh kesiapan fisik para atlet yang disiplin menjaga pola makan serta jadwal istirahat selama masa persiapan kompetisi.

Salah satu atlet peraih emas kategori Kyorugi, Muhammad Aydan Arya, mengungkapkan bahwa persiapan matang menjadi kunci utamanya dalam meraih performa puncak saat menghadapi tekanan lawan.

“Saya telah mempersiapkan kondisi fisik dan teknik agar dapat tampil prima saat pertandingan. Pola makan dan waktu istirahat juga saya jaga untuk mendukung performa dan meraih hasil maksimal sesuai target,” kata Muhammad Aydan Arya.

Ajang kejuaraan taekwondo dua tahunan yang dibuka oleh perwakilan Direktorat Kemahasiswaan UGM, Hempri Suyatna, serta disaksikan jajaran pengurus KONI DIY dan Pengda Taekwondo Indonesia DIY ini diharapkan dapat terus menjadi wadah pembinaan atlet muda Sleman menuju panggung olahraga tingkat nasional maupun internasional. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




KIM Didorong Naik Kelas, Perkuat Kualitas dan Manfaat Informasi bagi Masyarakat

Sleman — Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kabupaten Sleman didorong untuk bertransformasi meningkatkan kualitas jurnalistik dengan mengedepankan asas kebermanfaatan bagi masyarakat luas. Pesan tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Kerja Pengelolaan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman, Agastya Dedi Kusuma, dalam Rapat Koordinasi Forum KIM Sembada Kabupaten Sleman yang digelar di Sasana Anglocita Tama, Kantor Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Selasa (08/09/2026).

Meskipun capaian produksi berita KIM di Sleman telah menembus angka sekitar berita dalam setahun, Agastya menekankan bahwa tantangan KIM saat ini adalah bergeser dari sekadar mengejar kuantitas menjadi memperdalam substansi berita. KIM diharapkan mulai mengembangkan narasi berbasis pemanfaatan karya jurnalistik feature, pengangkatan budaya dan tradisi lokal, serta pemetaan potensi pemberdayaan masyarakat yang berdampak langsung pada warga.

Ketua Tim Kerja Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo Sleman, Agastya Dedi Kusuma, menegaskan bahwa peningkatan kualitas warta KIM dapat dimulai dengan mengubah sudut pandang penulisan agar lebih humanis dan berfokus pada dampak sosial dari suatu peristiwa.

“Karena untuk kualitas sudah terpenuhi, sudah banyak, saran kami Bapak-Ibu KIM bisa meningkatkan aspek kualitas. Sudut pandangnya diubah, dibalik ke sudut pandang untuk masyarakat. Kalau tulisannya lebih dalam, bentuknya sudah seperti fitur, tetap bisa diterima,” ujar Agastya Dedi Kusuma di hadapan para pengurus KIM.

Melalui orientasi baru ini, berita yang diproduksi KIM tidak lagi sekadar melaporkan susunan acara formal, melainkan menggali lebih dalam mengenai manfaat kegiatan, perubahan sosial yang dihasilkan, serta menyuarakan aspirasi masyarakat bawah yang kerap terlewat oleh media arus utama.

Selain penguatan kapasitas penulisan berita, Rapat Koordinasi Forum KIM Sembada ini juga mendorong para anggota untuk mengoptimalkan kepemilikan KIM ID dan pengelolaan portal website resmi. Langkah digitalisasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan sebaran informasi publik sekaligus memperkuat peran KIM sebagai garda terdepan komunikasi pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Sleman. (SBD/KIM Tempel)




Forkom UMKM Donoharjo Dorong Pelaku Usaha Kuasai AI untuk Perkuat Promosi Digital

Sleman — Forum Komunikasi (Forkom) UMKM Kalurahan Donoharjo menggelar pelatihan pembuatan video promosi berbasis Artificial Intelligence (AI) di Aula Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Senin (07/09/2026). Pelatihan ini diselenggarakan untuk membekali puluhan pelaku usaha lokal keterampilan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan guna memperkuat strategi pemasaran digital secara efektif dan hemat biaya.

Dalam kegiatan pelatihan tersebut, para peserta mendatangkan narasumber Hesti Tri Widyastuti untuk mempelajari alur kerja pembuatan konten berbasis AI, mulai dari pencarian ide konten, penyusunan naskah, pembuatan visual animasi, hingga sintesis narasi suara. Pemanfaatan AI dinilai menjadi solusi praktis bagi UMKM yang selama ini mengalami kendala dalam mempromosikan produk berkualitas akibat keterbatasan alat, modal, maupun keterampilan teknis penyuntingan video.

Ketua Forkom UMKM Kalurahan Donoharjo, Upik Wahyuni, menegaskan bahwa kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi kunci utama agar UMKM lokal mampu bertahan dan meningkatkan daya saing pasar di era digital.

“Saat ini perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Mau tidak mau kita harus ikut berkembang. Jika tidak mau belajar, maka kita akan tertinggal. Sering kali kendalanya bukan pada produknya, melainkan pada cara mengenalkan produk kepada calon pembeli. AI dapat menjadi solusi untuk membantu UMKM menghasilkan promosi yang lebih profesional tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar,” ujar Upik Wahyuni di sela-sela pelatihan.

Sementara itu, narasumber pelatihan, Hesti Tri Widyastuti, menjelaskan bahwa meski AI mampu memangkas waktu produksi dan menyederhanakan proses kreatif, pelaku usaha tetap dituntut untuk memegang teguh etika serta kejujuran dalam berpromosi.

“AI hanyalah alat bantu, yang menentukan kualitas hasil akhirnya tetap manusia. Kreativitas, ide, dan kemampuan berpikir tetap tidak bisa digantikan oleh teknologi. Kepercayaan konsumen jauh lebih mahal daripada sekadar mendapatkan penjualan sesaat. Biarkan AI membantu mempercantik penyajian produk, tetapi jangan sampai mengubah fakta mengenai produk itu sendiri,” jelas Hesti Tri Widyastuti.

Melalui pelatihan ini, Forkom UMKM Kalurahan Donoharjo berharap para pelaku usaha dapat langsung mempraktikkan ilmu yang didapat untuk membuat konten promosi produk masing-masing, sehingga mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan omzet, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)