Tekan Angka Stunting, PKK dan Posyandu Babadan Baru Sleman Perkuat Layanan Kesehatan Keluarga

Sleman – Tim Penggerak PKK RW 50 dan RW 51 Babadan Baru, Padukuhan Kentungan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, bergerak masif memperkuat jaring perlindungan kesehatan anak. Langkah ini diwujudkan melalui pertemuan rutin lintas sektor bertema Pencegahan Stunting yang digelar di Balai RW Babadan Baru, Sleman, Senin (6/7/2026) sore.
Agenda ini difungsikan untuk mempererat sinergi antara jajaran pemerintah kalurahan, kader posyandu, dan instansi kesehatan. Langkah penguatan edukasi ini diambil guna mempertahankan performa pelayanan publik, mengingat wilayah Babadan Baru saat ini menyandang predikat sebagai posyandu unggulan daerah.
Ketua PKK RW 51 Babadan Baru, Novita Savitri, mengapresiasi dukungan penuh dari pemerintah kelurahan dalam memfasilitasi sarana operasional kader di lapangan. Ia memaparkan bahwa komitmen kader yang konsisten menjadi faktor penentu keberhasilan Tim Pembina Posyandu Kalurahan Condongcatur mengamankan Juara I Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, salah satu kadernya, Gian Hartati Setiyari, juga sukses meraih penghargaan Kader Berprestasi Tingkat Kabupaten Sleman.
“Terima kasih atas dukungan Pemerintah Kalurahan Condongcatur kepada PKK dan Posyandu Babadan Baru. Semoga kolaborasi ini semakin memperkuat semangat kader dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Novita Savitri saat memberikan laporan program kerja.
Apresiasi tinggi turut dilayangkan oleh Plt Lurah Condongcatur, Budi Arto. Dirinya menegaskan bahwa rantai prestasi tersebut merupakan manifestasi nyata dari kerja sama kolektif di tingkat rukun warga. Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kalurahan Condongcatur menyerahkan stimulan operasional berupa rompi dinas dan alat tulis kantor (ATK) kepada perwakilan kader.
“Prestasi yang diraih bukanlah hasil kerja satu atau dua orang, melainkan buah dari kekompakan, kerja keras, dan semangat gotong royong seluruh kader. Pemerintah Kalurahan Condongcatur akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan PKK dan Posyandu karena keduanya merupakan ujung tombak dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” kata Budi Arto menerangkan.
Guna memperdalam pemahaman mitigasi malnutrisi, acara dilanjutkan dengan penyuluhan oleh perwakilan tenaga medis Puskesmas Depok II, Pramudya Ujiana. Ia menjelaskan bahwa stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis akibat akumulasi kekurangan gizi pada periode Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari masa kandungan hingga anak menginjak usia dua tahun. Dampak jangka panjangnya meliputi penurunan kemampuan kognitif otak anak dan produktivitas di masa depan.
Pramudya menguraikan lima pilar pencegahan stunting harian yang wajib dipantau, yaitu kecukupan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif enam bulan, asupan MPASI bergizi seimbang, kedisplinan menimbang balita ke posyandu, serta pemenuhan imunisasi dasar lengkap yang didukung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Pencegahan stunting bukan hanya tugas tenaga kesehatan. Keberhasilannya sangat bergantung pada keterlibatan keluarga, kader PKK, kader Posyandu, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat,” jelas Pramudya.
Sementara itu, Carik Condongcatur, Riska Dian Nur Lestari, mengingatkan bahwa pengawalan tumbuh kembang anak tidak boleh kendor agar capaian nihil stunting di wilayahnya tetap terjaga. Kader posyandu didorong untuk terus menjadi agen perubahan yang aktif bergerak dari rumah ke rumah demi mencetak generasi muda Sleman yang cerdas dan berdaya saing tinggi. (Wasana / KIM Depok)



