Gus Miftah: Kesuksesan Hidup Berawal dari Keterhubungan Hati Murid dan Guru

Sleman — Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Sleman, Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah, menekankan pentingnya keterhubungan batin (ta’alluq) dan rasa cinta (mahabah) antara murid dan guru sebagai kunci keberkahan hidup. Pesan keagamaan tersebut disampaikannya saat memberikan tausiah dalam Peringatan Haul almarhum Wahyudi dan almarhumah Susilowati di Lapangan Nogotirto, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Minggu (06/09/2026).

Kegiatan keagamaan yang dihadiri ribuan jamaah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama ini diinisiasi oleh keluarga besar almarhum sebagai sarana mendoakan almarhum sekaligus mempererat silaturahmi warga. Ketua Panitia, Udi Budi, menyampaikan bahwa majelis ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat ukhuwah islamiyah di wilayah Kapanewon Gamping. Acara juga dimeriahkan dengan lantunan selawat yang dipimpin oleh Yusuf Macul Langit.

Dalam ceramahnya di hadapan jamaah, Gus Miftah menjelaskan bahwa proses menuntut ilmu tidak sekadar interaksi lahiriah di ruang belajar, melainkan membutuhkan ikatan spiritual dan rasa hormat yang tulus kepada sosok guru agar ilmu yang diperoleh membawa kemanfaatan.

“Kalau ingin sukses dalam hidup, harus ada ta’alluq, harus nyambung antara hati seorang murid dengan seorang guru. Keterhubungan batin dan mahabah inilah yang menjaga keberkahan ilmu dalam perjalanan hidup kita,” ujar Gus Miftah.

Selain itu, Gus Miftah mengingatkan masyarakat untuk senantiasa mawas diri dan tidak mudah terperdaya oleh penampilan luar seseorang. Ia membeberkan tiga golongan manusia yang perlu diwaspadai, yakni orang yang berwajah manis namun berhati bengis, orang yang tutur katanya elok tetapi perilakunya buruk, serta orang yang fisiknya sehat namun jiwanya sakit.

“Jangan hanya melihat perkataan, tetapi lihat juga kelakuannya. Kesehatan manusia tidak cukup diukur dari kondisi fisik semata, melainkan harus diimbangi dengan kebersihan hati dan keselarasan antara ucapan dengan perbuatan sehari-hari,” tegasnya.

Melalui Peringatan Haul almarhum Wahyudi dan almarhumah Susilowati ini, jamaah yang hadir diharapkan dapat memetik hikmah untuk terus menjaga hubungan baik dengan para guru, merawat kebersihan jiwa, serta mengamalkan nilai-nilai akhlakul karimah dalam kehidupan bermasyarakat. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




56 Tahun Kiprah Sanggar Seni Tari Puri, Melahirkan Penari Ramayana Prambanan hingga Dua Doktor

Sleman — Sanggar Seni Tari Puri menggelar peringatan ulang tahun ke-56 di Balai Budaya Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, pada Minggu (06/09/2026). Perjalanan panjang selama lebih dari setengah abad tersebut membuktikan konsistensi sanggar yang berlokasi di Bendosari Tegalrejo ini dalam mencetak puluhan penari Wanara Sendratari Ramayana Prambanan serta melahirkan dua akademisi bergelar doktor.

Peringatan hari jadi yang dimulai pukul WIB tersebut menghadirkan ragam pementasan tari anak-anak hingga dewasa, serta dipuncaki dengan pertunjukan Sendratari Ramayana Full Story pada malam hari. Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Seksi Pengembangan Kapasitas Kalurahan Budaya Dinas Kebudayaan DIY Ali Usman, perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, jajaran Panewu Kalasan, serta jajaran Pemerintah Kalurahan Tamanmartani.

Dalam sambutannya, Ketua Sanggar Seni Tari Puri, LB Surojo, mengisahkan dinamika perjalanan sanggar yang didirikan pada 17 Agustus 1970 oleh mendiang Sujadi, Gunawan Sutopo, Topo Wardoyo, serta Timbul Haryono. Tempat latihan sanggar sempat mengalami beberapa kali perpindahan, mulai dari Panggung Ramayana Prambanan, Pendopo Kapanewon Prambanan, rumah warga, hingga akhirnya menempati Balai Budaya Tamanmartani sejak Januari 2024. Saat ini, sanggar membina 75 siswa dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman, Edi Winarya, menyampaikan apresiasi atas ketangguhan sanggar dalam melestarikan budaya adiluhung, sekaligus menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi sanggar.

“Pemerintah mengapresiasi kiprah perjuangan Sanggar Seni Tari Puri yang tak kenal lelah dalam mencetak penari Ramayana yang andal. Di samping konsisten melatih seni tari, sanggar juga perlu mengimbangi dengan pemantapan tata kelola organisasi dan pembagian peran pengurus agar tidak bertumpu pada satu orang semata,” ujar Edi Winarya di hadapan ratusan penonton.

Melalui dukungan fasilitas Balai Budaya Tamanmartani dan penguatan manajemen organisasi, Sanggar Seni Tari Puri berkomitmen untuk terus menjadi kawah candradimuka bagi regenerasi seniman tari tradisional di Kabupaten Sleman. (Tri Joko S/KIM Kalasan Bersahabat)




Pramuka Garuda Antarkan Bimasakti Masuk Stembayo Lewat Jalur Prestasi

Sleman — Predikat tertinggi Pramuka Garuda berhasil melengkapi deretan prestasi Bimasakti Manusakerti, pelajar asal Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, hingga mengantarkannya lolos masuk ke SMK Negeri 2 Depok (Stembayo) pada tahun ajaran 2026/2027. Lulusan SMP Negeri 8 Yogyakarta ini resmi diterima pada jurusan Geologi Pertambangan melalui penerimaan jalur prestasi.

Saat ditemui di kediamannya di Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Minggu (06/09/2026), Bimasakti menceritakan perjalanannya mengumpulkan rekam jejak prestasi di bidang kepramukaan, baris-berbaris, hingga seni bela diri. Berbagai kompetisi yang ia ikuti selama jenjang sekolah menengah pertama menjadi kawah candradimuka dalam membentuk karakter kepemimpinan, kedisiplinan, serta ketahanan fisik.

Bimasakti menegaskan bahwa predikat Pramuka Garuda bukan sekadar penanda kecakapan teknis, melainkan representasi dari proses pembentukan mental dan karakter kerja yang sangat relevan untuk mendukung pendidikan vokasi.

“Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan vokasi yang menuntut peserta didik memiliki karakter kerja sekaligus kompetensi teknis. Rangkaian pengalaman ini menjadi bekal penting bagi saya ketika memasuki Stembayo dan memilih jurusan Geologi Pertambangan, sebab bidang ini membutuhkan ketelitian, kedisiplinan, ketahanan fisik, kemampuan bekerja dalam tim, serta kepatuhan terhadap standar kerja,” ujar Bimasakti.

Rekam jejak prestasinya terbilang gemilang. Pada 2024, selaku Ketua Dewan Penggalang SMP Negeri 8 Yogyakarta, ia memimpin regunya meraih Juara Harapan II Lomba Tingkat (LT) III Kwarcab Kota Yogyakarta dan Juara Harapan I LT IV Kwarda DIY. Di bidang baris-berbaris, ia menyabet Juara I LBB Tonti Kodim 0734 Kota Yogyakarta (2024), Juara I LBB Sagara tingkat Provinsi DIY (2025), serta Juara III LBB Stembayo tingkat DIY (2025). Tak hanya itu, pada 2025 ia juga mengukir prestasi olahraga sebagai Juara II Kejuaraan Daerah Tarung Derajat se-DIY kelas 62,1–66 kilogram.

Melalui konsistensi pengembangan bakat non-akademik tersebut, Bimasakti membuktikan bahwa keaktifan di organisasi kepramukaan dan olahraga mampu membuka peluang luas bagi generasi muda untuk menembus sekolah vokasi unggulan di Daerah Istimewa Yogyakarta. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Dua Dekade BUMKalma Poerboyo, Pertahankan Prestasi Tunggakan Nol Persen

Sleman — Badan Usaha Milik Kalurahan Bersama (BUMKalma) Poerboyo menyelenggarakan kegiatan pembinaan dan syukuran dua dekade kiprahnya melalui gelaran outbound di Pantai Sepanjang, Kabupaten Gunungkidul, pada Sabtu (05/09/2026). Agenda peringatan 20 tahun perjalanan BUMKalma Poerboyo tersebut dihadiri oleh Panewu Berbah, lurah se-Kapanewon Berbah, pengurus, serta ratusan warga penerima manfaat Dana Bergulir Masyarakat (DBM).

Kegiatan luar ruang ini diselenggarakan sebagai sarana mempererat konsolidasi internal sekaligus bentuk apresiasi atas keberhasilan BUMKalma Poerboyo dalam mengelola unit usaha simpan pinjam masyarakat secara akuntabel. Sepanjang dua dekade perjalanannya, BUMKalma Poerboyo berhasil mempertahankan tingkat kemacetan pengembalian dana pinjaman atau tunggakan sebesar nol persen.

Ketua Penasihat BUMKalma Poerboyo, Arihadi, menegaskan pentingnya menjaga soliditas dan kebersamaan antar-kelompok pemanfaat agar penyaluran modal usaha dapat terus memberikan dampak produktif bagi perekonomian warga.

“Dua dekade bukan masa yang pendek. Bahu-membahu antara anggota kelompok dengan kelompok yang lain harus terus dijaga, bergandengan tangan tumbuh bersama terus upayakan. Manfaatkan dana bergulir masyarakat dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan peruntukannya,” ujar Arihadi di sela-sela acara.

Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Panewu Berbah, Djaka Sumarsono. Ia menilai capaian pengelolaan keuangan tanpa tunggakan selama 20 tahun berturut-turut merupakan catatan prestasi luar biasa yang membuktikan tingginya integritas pengelola dan kedisiplinan warga.

“Dalam masa dua dekade bisa mempertahankan tunggakan nol persen merupakan prestasi yang patut diacungi jempol, luar biasa. Ini semua berkat kerja sama yang baik dari semua penerima manfaat Dana Bergulir Masyarakat dan para pelaksana operasional. Jaga terus prestasi luar biasa ini. Ini merupakan kebanggaan yang harus kita jaga bersama,” kata Djaka Sumarsono.

Melalui peringatan dua dekade ini, BUMKalma Poerboyo berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola lembaga serta memperluas jangkauan pembiayaan produktif guna mendukung kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah Kapanewon Berbah. (M.A. Sanusi/KIM Berbah)




Panewu Tempel Ajak Warga Jadikan Peringatan Maulid Nabi Momentum Perubahan

Sleman — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diselenggarakan di Masjid Baiturrahim, Padukuhan Kromodangsan, Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pada Minggu (06/09/2026). Mengusung tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW Dalam Menghadapi Tantangan Zaman”, kegiatan ini menjadi sarana penguatan nilai keagamaan sekaligus kepedulian sosial bagi warga setempat.

Acara keagamaan tersebut dihadiri oleh Panewu Tempel Rasyid Ratnadi Sosiawan, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon (Forkompimkap) Tempel, Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo, serta unsur TNI dan Polri. Peringatan diisi dengan pengajian umum yang diiringi lantunan selawat oleh kelompok BCS Hisnil Muhibbin Sleman.

Dalam sambutannya, Panewu Tempel, Rasyid Ratnadi Sosiawan, mengajak seluruh jamaah agar tidak sekadar menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan sebagai pijakan untuk mentransformasi perilaku ke arah yang lebih baik.

“Peringatan Maulid Nabi jangan hanya cukup dengan mengikuti pengajian malam ini. Mari bersama-sama belajar dan berusaha meneladani Rasulullah, meskipun sedikit demi sedikit. Tidak harus semuanya, mulailah dari diri sendiri, dari hal yang paling kecil, dan mulai saat ini,” ujar Rasyid Ratnadi Sosiawan di hadapan para jamaah.

Materi keteladanan tersebut diperdalam melalui tausyiah yang disampaikan oleh penceramah Miftahul Khoir atau yang akrab disapa Cak Coy. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menginternalisasi empat sifat utama Rasulullah, yakni siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah, serta mengingatkan jamaah untuk senantiasa memuliakan orang tua.

“Empat sifat ini jangan hanya dihafalkan. Jadikan karakter dalam kehidupan kita: siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Kalau punya orang tua, harus dihormati dan dimuliakan. Jangan sampai kita lebih menghormati orang lain, sementara kepada orang tua sendiri justru kurang,” tutur Miftahul Khoir.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, jajaran pemerintah kapanewon dan tokoh masyarakat Tempel berharap nilai-nilai kenabian dapat terus diterapkan secara nyata untuk mempererat kerukunan dan harmonisasi sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. (SBD/KIM Tempel)