Pastikan Tepat Sasaran, BBPPKS Yogyakarta dan Pemerintah Kapanewon Depok Gelar Validasi Program Sekolah Rakyat

Sleman – Pemerintah Kapanewon Depok bersama Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Yogyakarta Kementerian Sosial Republik Indonesia melaksanakan validasi akhir calon peserta didik Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 di Padukuhan Nologaten, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan calon penerima program pendidikan gratis benar-benar sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan pemerintah.

Perwakilan BBPPKS Yogyakarta, Fenny Kristian mengatakan bahwa validasi akhir merupakan tahapan penting untuk memastikan program Sekolah Rakyat menjangkau anak-anak dari keluarga yang paling membutuhkan. Proses tersebut meliputi penjangkauan, verifikasi lapangan, hingga pemeriksaan kesehatan calon peserta didik.

“Kami memastikan program pendidikan tepat sasaran, sehingga bantuan benar-benar diterima oleh anak dari keluarga yang paling membutuhkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, validasi dilakukan dengan mencocokkan data yang dimiliki Kementerian Sosial, termasuk Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan kondisi nyata di lapangan.

“Tim melakukan kunjungan langsung dari rumah ke rumah guna memastikan kesesuaian data calon peserta didik dan keluarganya,” kata Fenny.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menjaring calon siswa yang memenuhi kriteria objektif untuk memperoleh layanan pendidikan gratis dari pemerintah. Melalui proses verifikasi yang menyeluruh, diharapkan penetapan peserta didik Sekolah Rakyat dapat berlangsung secara transparan, akurat, dan tepat sasaran.

Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Dengan validasi yang dilakukan secara langsung di lapangan, pemerintah dapat memastikan bantuan pendidikan diberikan kepada penerima yang benar-benar berhak,” tandas Fenny.

Sementara Jawatan Sosial Kapanewon Depok, Subekti Handayani, menambahkan bahwa pemerintah kapanewon terus mendukung pelaksanaan program tersebut melalui pendampingan dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Menurutnya, validasi lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan tidak terjadi kesalahan sasaran dalam penetapan peserta didik.

“Melalui proses verifikasi yang cermat, kami berharap anak-anak yang benar-benar membutuhkan dapat memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik melalui Sekolah Rakyat. Program ini diharapkan menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat melalui akses pendidikan yang setara,” kata Subekti.

Kegiatan ini diharapkan mendukung terwujudnya pemerataan akses pendidikan serta meningkatkan kesempatan belajar bagi anak-anak yang membutuhkan di Kabupaten Sleman. (Athiful/KIM Depok)




Depok Sosialisasikan Program Sleman Pintar Lewat Pertemuan PKH

Sleman – Pemerintah Kapanewon Depok bersama Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) melaksanakan pertemuan kelompok dan kegiatan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) bagi keluarga penerima manfaat di wilayah Sambilegi, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk menyosialisasikan Program Sleman Pintar serta berbagai program Pemerintah Kabupaten Sleman bagi keluarga kurang mampu.

Jawatan Sosial Kapanewon Depok, Subekti Handayani, mengatakan bahwa kegiatan pendampingan melalui pertemuan kelompok dan P2K2 menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap berbagai program bantuan dan layanan sosial yang disediakan pemerintah.

“Melalui pertemuan kelompok dan P2K2, kami bersama Pendamping PKH memberikan informasi mengenai Program Sleman Pintar dan berbagai program Pemerintah Kabupaten Sleman bagi keluarga kurang mampu. Dengan sosialisasi yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat semakin memahami berbagai layanan yang tersedia dan dapat memanfaatkannya secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan P2K2 tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi program bantuan sosial, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas keluarga penerima manfaat agar semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anak mereka.

“Program Sleman Pintar merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Melalui sosialisasi yang dilakukan secara langsung, kami berharap masyarakat yang memenuhi syarat dapat mengakses program tersebut dan memanfaatkannya secara optimal untuk mendukung pendidikan putra-putrinya,” kata Subekti.

Selain penyampaian materi P2K2, peserta juga memperoleh informasi mengenai Program Sleman Pintar yang bertujuan mendukung akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sosialisasi dilakukan agar masyarakat memahami persyaratan, mekanisme, dan manfaat program sehingga bantuan dapat diterima oleh sasaran yang tepat.

Menurut Subekti, pertemuan kelompok menjadi media efektif untuk membangun komunikasi antara pemerintah, pendamping sosial, dan masyarakat. Melalui forum tersebut, berbagai informasi terkait pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan pemberdayaan keluarga dapat disampaikan secara langsung.

Pemerintah Kapanewon Depok terus mendorong penguatan pendampingan kepada keluarga penerima manfaat agar tidak hanya menerima bantuan sosial, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang mendukung peningkatan kualitas hidup keluarga. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu mendorong terwujudnya keluarga yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas akses informasi masyarakat terhadap program-program pemerintah serta mendukung upaya peningkatan kesejahteraan keluarga kurang mampu di Kabupaten Sleman. (Athiful/KIM Depok)




CSR PT Boga Rasa Kuliner Gamping Dorong Penghijauan Melalui Pembagian Bibit Pisang

Sleman – Upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan tidak hanya dilakukan melalui aksi penanaman pohon, namun juga melalui pendekatan spiritual. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan pengajian dan penyerahan bibit pohon pisang yang diselenggarakan PT Boga Rasa Kuliner Gamping melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di Aula Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Kegiatan yang dihadiri Lurah Balecatur, Andri Septiyanto bersama perangkat kalurahan, tokoh agama, perwakilan Kepolisian Sektor Gamping, Koramil 17/Gamping, serta perusahaan tersebut menjadi sarana untuk menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Melalui pengajian, peserta diajak memahami nilai-nilai keagamaan yang mendorong manusia untuk merawat alam sebagai amanah yang harus dijaga.

Dalam sambutannya, Andri menyampaikan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini tidak hanya berdampak pada kehidupan manusia, namun juga mengancam keberlangsungan ekosistem.

“Oleh karena itu, setiap individu memiliki kewajiban moral dan spiritual untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam,” ujarnya.

Ia mengapresiasi komitmen PT Boga Rasa Kuliner Gamping dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui program CSR. Kolaborasi antara dunia usaha dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, hijau, dan produktif.

Selain memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan, kegiatan tersebut juga diwujudkan dalam aksi nyata berupa penyerahan bibit pohon pisang kepada masyarakat. Bibit tersebut diharapkan dapat ditanam di pekarangan rumah maupun lahan produktif sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung penghijauan lingkungan.

Perwakilan PT Boga Rasa Kuliner Gamping menyampaikan bahwa program CSR yang dijalankan perusahaan tidak hanya berorientasi pada aspek sosial, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan. Penyerahan bibit pohon pisang dipilih karena tanaman tersebut relatif mudah dibudidayakan, memiliki nilai ekonomi, serta mampu membantu menjaga kesuburan tanah.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Balecatur Aipda Jauzan Arifin mengatakan, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu-isu lingkungan yang semakin kompleks.

“Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk memulai langkah sederhana dalam menjaga kelestarian alam dari lingkungan terdekat,” ujarnya.

Masyarakat yang hadir menyambut positif kegiatan tersebut. Selain memperoleh siraman rohani, mereka juga mendapatkan bibit tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Kehadiran program ini dinilai memberikan manfaat langsung yang dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Melalui pengajian dan penyerahan bibit pohon pisang tersebut, PT Boga Rasa Kuliner Gamping menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui sinergi antara nilai-nilai spiritual dan tindakan nyata. Harapannya, kegiatan serupa terus berlanjut sehingga mampu menumbuhkan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di tengah masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




DP3AP2KB Sleman Dorong Masjid Ramah Anak Lewat Program Pokir DPRD

Sleman – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman menyelenggarakan sarasehan Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Sleman Komisi A, Guntur Yoga Purnawan, dengan tema “Pengembangan Tempat Ibadah Ramah Anak”. Kegiatan berlangsung pada Rabu (17/6/2026) di Masjid Agung Rohmat, Padukuhan Jragung, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Sleman, Yogyakarta.

Hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Sleman Guntur Yoga Purnawan, Kepala DP3AP2KB Sleman, dr. Novita Krisnaini, perwakilan Kemenag Sleman, Sangaji, serta dua narasumber Nyadi Kasmoredjo dan Erfan Arya Putra. Turut hadir pula Ketua Takmir beserta jamaah Masjid Agung Rohmat Jragung.

Ketua Takmir Masjid Agung Rohmat, Giman, menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Masjid Agung Rohmat sebagai lokasi program Masjid Ramah Anak. Ia berharap program tersebut dapat menjadikan suasana masjid lebih semarak dan ramah bagi anak-anak sehingga mereka merasa nyaman berada di lingkungan masjid.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sleman, Guntur Yoga Purnawan menyampaikan bahwa program Pokir Rumah Ibadah Ramah Anak merupakan upaya menyiapkan generasi penerus yang dekat dengan tempat ibadah. Menurutnya, kemakmuran rumah ibadah mencerminkan kualitas sumber daya dan kehidupan sosial masyarakat di sekitarnya.

“Semakin banyak anak yang terbiasa datang ke tempat ibadah, maka gambaran masa depan akan lebih baik. Oleh karena itu, perlu disiapkan lingkungan masjid yang ramah anak, nyaman, serta didukung oleh pengurus takmir yang memahami karakter anak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap visi Bupati Sleman dalam pembangunan, baik fisik maupun nonfisik. Pembangunan fisik meliputi infrastruktur yang baik, sedangkan pembangunan nonfisik mencakup penguatan nilai keagamaan dan sosial masyarakat.

“Pembangunan masyarakat akan seimbang apabila pembangunan fisik dan spiritual berjalan beriringan. Harapannya, program ini memberikan manfaat bagi jamaah Masjid Agung Rohmat, khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya,” imbuhnya.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Sleman, dr. Novita Krisnaini menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pelaksanaan program Pokir dari DPRD Sleman Guntur Yoga Purnawan. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, yakni 17–18 Juni 2026, dan dipusatkan di Masjid Agung Rohmat Jragung.

“Semoga program ini dapat membentuk generasi yang lebih baik. Kami berharap kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Mohon maaf apabila dalam penyelenggaraan terdapat kekurangan,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para narasumber, yakni perwakilan Kemenag Sleman, Sangaji, psikolog Erfan Arya Putra, serta pemerhati anak dan perempuan Nyadi Kasmoredjo. (Kusnadi / KIM Berbah)




Parent Teaching SDIT Jabal Nur Sleman Dorong Literasi Lingkungan Lewat Media Hidrogel

Sleman – Bertanam dengan media hidrogel menjadi salah satu metode pembelajaran yang efektif untuk mengenalkan dunia pertanian kepada anak-anak sejak usia dini. Melalui media tanam yang unik, menarik, dan mudah digunakan, siswa dapat belajar mengenai proses pertumbuhan tanaman sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Pentingnya pemanfaatan media hidrogel tersebut disampaikan dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dr. Etty Handayani, dalam kegiatan Parent Teaching yang diselenggarakan Komite Sekolah Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Jabal Nur Sleman di aula setempat, Rabu (17/6/2026).

Dalam pemaparannya di hadapan 371 siswa kelas I sampai V, Dr. Etty menjelaskan bahwa hidrogel merupakan media tanam yang memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan air dalam jumlah besar. Karakteristik tersebut membuat tanaman tetap mendapatkan pasokan air yang cukup sehingga memudahkan perawatan, terutama bagi anak-anak yang baru belajar bercocok tanam.

“Penggunaan hidrogel sangat cocok diperkenalkan kepada siswa sekolah dasar karena mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan. Bentuknya yang berwarna-warni dan teksturnya yang menarik membuat anak-anak lebih tertarik untuk mengenal tanaman dan proses pertumbuhannya,” ucapnya.

Selain mengenalkan teknik budidaya sederhana, kegiatan bertanam dengan hidrogel juga memberikan pembelajaran tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Melalui praktik langsung, siswa diajak memahami bahwa setiap tanaman membutuhkan perhatian, air, dan perawatan agar dapat tumbuh dengan baik.

Dr. Etty menambahkan bahwa pendidikan lingkungan perlu diberikan secara praktis dan aplikatif agar lebih mudah dipahami anak-anak. Dengan terlibat langsung dalam kegiatan menanam, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, namun juga membangun rasa tanggung jawab terhadap makhluk hidup di sekitarnya.

Kegiatan Parent Teaching tersebut menjadi sarana mempererat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan akademisi dalam mendukung proses pendidikan. Kehadiran narasumber dari kalangan perguruan tinggi memberikan wawasan baru yang dapat memperkaya pengalaman belajar siswa di luar materi pembelajaran reguler.

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah SDIT Jabal Nur, Anita Chomsatun mengatakan, program Parent Teaching merupakan salah satu bentuk sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam melatih tanggungjawab dan kreativitas anak melalui aktivitas yang aman dan praktis.

Ia meyakini bahwa kehadiran narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pertanian dapat memberikan wawasan baru sekaligus inspirasi bagi para siswa untuk mengenal lingkungan dan dunia pertanian sejak dini.

“Tema bertanam dengan media hidrogel yang dipelajari hari ini sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan karakter dan lingkungan. Melalui kegiatan praktik seperti ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang tanaman, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, kesabaran, ketekunan, dan kepedulian terhadap alam,” tandas Anita.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap dapat menanamkan kecintaan terhadap lingkungan, menumbuhkan minat pada bidang pertanian, serta membangun karakter peduli dan bertanggung jawab pada diri siswa sejak dini yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Adnan Nurtjahjo|KIMPararta Guna Gamping)