70 Peserta Ikuti Baking Demo “Kreasi Olahan Tepung Bisa Jadi Cuan” di Kayen

Sleman – Semangat pemberdayaan masyarakat kembali tumbuh di Padukuhan Kayen, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Sekolah Keterampilan Sekar Kemuning Padukuhan Kayen menggelar kegiatan Baking Demo – Kreasi Olahan Tepung Bisa Jadi Cuan di Pendopo Green Kayen, Selasa (16/6/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha berbasis kuliner rumahan. Sebanyak 70 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga, pelaku UMKM, dan masyarakat umum mengikuti kegiatan tersebut.
Mengusung konsep learning by doing, panitia menghadirkan Chef Rose dari Rose Culinary bersama Chef Yohan, selaku Technical Baker Ellenka, sebagai narasumber utama. Para peserta mendapatkan materi sekaligus praktik pembuatan floody moist cake, aneka roti manis, brownies kukus, serta palm sugar mocca latte. Selain itu, peserta juga dibekali teknik pengolahan, penyajian, hingga strategi pemasaran agar produk memiliki nilai jual dan daya saing di pasar.
Ketua Sekolah Keterampilan Sekar Kemuning Padukuhan Kayen, Muslikah, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah keterampilan dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya kaum perempuan dan pelaku usaha rumahan.
“Kami ingin Sekolah Keterampilan menjadi ruang belajar yang inspiratif. Melalui pelatihan seperti ini, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mampu mengubahnya menjadi peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ke depan, kami berencana menghadirkan lebih banyak kegiatan yang bermanfaat dan bernilai ekonomis bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Dukuh Kayen, Ade Hermawan Susilo mengajak warga untuk terus membangun budaya belajar dan berinovasi melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat.
“Padukuhan Kayen berkomitmen mendukung lahirnya masyarakat yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing. Semoga kegiatan ini menjadi awal munculnya wirausaha baru di bidang kuliner yang mampu mengangkat potensi lokal sekaligus memperkuat ekonomi keluarga,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan Hamid, selaku perwakilan sponsor RichCreme, yang menilai kolaborasi antara komunitas, dunia usaha, dan masyarakat merupakan langkah strategis dalam mendorong lahirnya produk kuliner inovatif berbasis olahan tepung.
Menurutnya, pelatihan semacam ini tidak hanya memperkenalkan teknik pembuatan makanan berkualitas, tetapi juga memberikan wawasan tentang pentingnya kreativitas, konsistensi mutu, dan inovasi dalam membangun usaha berkelanjutan.
Antusiasme peserta turut mewarnai jalannya kegiatan. Salah seorang peserta, Ibu Zaidar, mengaku senang mengikuti pelatihan tersebut.
“Selain menambah pengetahuan tentang baking, saya juga mendapatkan banyak relasi baru dan inspirasi untuk memulai usaha rumahan,” katanya.
Hal senada disampaikan Ibu Dwi Sukamti yang memperoleh pengalaman baru selama praktik.
“Saya baru tahu ternyata membuat roti bisa dilakukan tanpa mixer. Cukup diuleni dengan tangan, hasilnya tetap bagus. Ini sangat membantu bagi pemula yang ingin memulai usaha dengan modal terbatas,” ujarnya.
Kegiatan Baking Demo ini melanjutkan semangat inovasi yang selama ini dibangun Sekolah Keterampilan Sekar Kemuning Padukuhan Kayen melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk pelatihan pemanfaatan barang bekas menjadi produk bernilai ekonomi. Konsistensi tersebut menunjukkan komitmen dalam menciptakan masyarakat yang adaptif, kreatif, dan mampu mengembangkan potensi lokal menjadi sumber kesejahteraan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak warga terdorong mengembangkan usaha kuliner rumahan berbasis olahan tepung, menciptakan produk inovatif dan kompetitif, serta menjadikan keterampilan sebagai modal penting dalam memperkuat ekonomi keluarga dan membangun kemandirian masyarakat. (Wasana / KIM Depok)



