Forkom UMKM Donoharjo Gelar Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring dan Deterjen, Buka Peluang Usaha Baru bagi Masyarakat

Sleman – Forkom UMKM Kalurahan Donoharjo kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat, melalui penyelenggaraan pelatihan pembuatan sabun cuci piring dan deterjen, Senin (15/6/2026) di Pendopo Mbah Slamet, Padukuhan Jetis, Donolayan, Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Kegiatan yang diikuti oleh pelaku UMKM se-Kalurahan Donoharjo ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, serta motivasi kepada masyarakat agar mampu menciptakan peluang usaha baru yang mudah dijalankan, memiliki pasar yang luas, dan berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga.

Ketua Forkom UMKM Donoharjo, Upik Wahyuni, dalam menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan keterampilan yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Menurutnya, di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, para pelaku UMKM perlu terus melakukan inovasi dan mencari alternatif produk yang memiliki peluang usaha menjanjikan.

“Pelatihan ini kami selenggarakan sebagai sarana untuk menambah wawasan dan keterampilan para pelaku UMKM. Kami ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya bergantung pada usaha yang sudah ada, tetapi juga mampu melihat peluang-peluang baru yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga,” ujarnya.

Upik menjelaskan bahwa pemilihan produk sabun cuci piring dan deterjen sebagai materi pelatihan bukan tanpa alasan. Kedua produk tersebut merupakan kebutuhan pokok rumah tangga yang digunakan setiap hari oleh hampir seluruh lapisan masyarakat. Tingginya tingkat konsumsi masyarakat terhadap produk kebersihan menjadikan usaha ini memiliki prospek yang cukup cerah.

“Sabun cuci piring dan deterjen adalah produk yang selalu dibutuhkan. Setiap rumah tangga menggunakannya setiap hari sehingga permintaan pasar akan terus ada. Selain itu, proses pembuatannya relatif mudah, tidak membutuhkan peralatan yang rumit, modal awal yang diperlukan juga cukup terjangkau, serta waktu produksinya tidak lama. Dengan kualitas yang baik, produk buatan UMKM mampu bersaing dengan produk pabrikan,” jelasnya.

Upik berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan menjadi usaha yang nyata. Ia juga mengajak para peserta untuk berani memulai usaha meskipun dari skala kecil serta terus meningkatkan kualitas produk agar mampu diterima oleh masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan materi dan praktik langsung dari Lina Syafira, owner sekaligus produsen Super Q-Nclonk yang telah berpengalaman dalam memproduksi berbagai produk kebutuhan rumah tangga.

Lina menjelaskan bahwa bahan utama yang digunakan dalam pembuatan produk tersebut adalah texapon dan sodium sulfat yang kemudian dipadukan dengan bahan-bahan pendukung lainnya untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Menurutnya, bahan dasar tersebut memiliki fleksibilitas yang tinggi karena dapat dikembangkan menjadi berbagai macam produk rumah tangga lainnya.

“Dari bahan dasar yang sama, kita bisa membuat berbagai produk seperti sabun cuci piring, deterjen cair, pewangi pakaian, pelembut pakaian atau softener, hingga produk pembersih lainnya. Karena itu peluang usahanya sangat luas dan dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan pasar,” ungkap Lina.

Ia juga menambahkan bahwa usaha produk kebersihan rumah tangga merupakan salah satu jenis usaha yang memiliki tingkat keberlanjutan yang baik karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

 “Selama masyarakat masih membutuhkan kebersihan dan kesehatan lingkungan, maka kebutuhan terhadap produk-produk tersebut akan tetap tinggi,” ujarnya

Forkom UMKM Donoharjo berharap pelatihan ini dapat melahirkan pelaku usaha baru yang mampu memanfaatkan potensi pasar melalui produksi kebutuhan rumah tangga. (Upik Wahyuni KIM Donoharjo Ngaglik)




Dalang Cilik dari Maguwoharjo, Aksan Eko Nurcahyo Lestarikan Wayang Kulit Sejak Usia Dini

Sleman – Semangat melestarikan budaya Jawa terus tumbuh di kalangan generasi muda. Salah satunya ditunjukkan oleh Aksan Eko Nurcahyo, putra Supomo, Dukuh Demangan, Kalurahan Maguwoharjo. Di usianya yang baru sekitar 7,5 tahun, Aksan telah menaruh minat besar pada seni tradisional, khususnya wayang kulit.

Siswa Kelas 1 SDN Depok 1 tersebut aktif mengikuti latihan di Sanggar Kelampis Ireng yang berlokasi di Selomartani. Secara rutin, ia berlatih sebanyak dua kali dalam seminggu untuk mendalami teknik memainkan wayang sekaligus mengenal nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Menurut Supomo, bakat dan ketertarikan Aksan terhadap seni pewayangan sudah terlihat sejak usia dini. Melihat minat tersebut, keluarga kemudian mendukung dan mengikutkannya bergabung di Sanggar Klampis Ireng agar bakat yang dimilikinya dapat berkembang secara optimal.

“Aksan menunjukkan bakatnya pada seni pewayangan sejak masih kecil. Untuk mengembangkan minat dan bakatnya tersebut, kami mengikutkannya bergabung di Sanggar Klampis Ireng. Di rumah pun Aksan rajin berlatih,” ungkap Supomo, ujarnya Senin (15/6/2026).

“Siang ini, Aksan juga mengasah kemampuannya berlatih di rumah. Hampir setiap ada waktu luang, ia memainkan wayang dan mengulang materi yang diperoleh saat latihan di sanggar,” sambungnya.

Ketekunan Aksan terlihat saat mengikuti proses latihan. Dengan penuh semangat, ia belajar menggerakkan wayang di balik kelir serta mengenal berbagai tokoh pewayangan yang menjadi bagian dari warisan budaya adiluhung Jawa. Kegiatan ini tidak hanya mengasah keterampilan seni, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan rasa cinta terhadap budaya bangsa.

Dukungan keluarga menjadi motivasi tersendiri bagi Aksan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuannya. Melalui pembinaan yang dilakukan Sanggar Klampis Ireng, diharapkan akan lahir generasi muda yang mampu menjaga dan meneruskan tradisi seni pewayangan di tengah perkembangan zaman.

Kehadiran Aksan sebagai dalang cilik menjadi bukti bahwa seni tradisional tetap diminati oleh anak-anak. Semoga semangat dan kegigihannya dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk turut melestarikan budaya Indonesia. (Tri Suhartati KIM Depok)




Gemawang Masuk Final Lomba Aku Hatinya PKK, Meriahkan Hari Jadi ke-78 Kalurahan Sinduadi

Sleman – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-78 Kalurahan Sinduadi pada 19 Juli nanti, Tim Penggerak PKK Kalurahan Sinduadi menggelar Lomba Aku Hatinya PKK (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman).

Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (15/6/2026), dan diikuti oleh 18 padukuhan se-Kalurahan Sinduadi.

Ketua TP PKK Kalurahan Sinduadi, Sri Wartini mengatakan bahwa lomba Aku Hatinya PKK bertujuan mendorong pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk mendukung ketahanan pangan keluarga serta pelestarian lingkungan.

“Pemanfaatan tanah pekarangan dapat ditanami berbagai sayuran sehingga ketika membutuhkan tinggal memetik. Hal ini sangat membantu ketahanan pangan dalam keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, lomba tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Jadi ke-78 Kalurahan Sinduadi. Selain lomba ini, panitia juga menyelenggarakan berbagai kegiatan lainnya, seperti lomba konten kreatif, jalan sehat, lomba mewarnai, lomba balita, karnaval, serta penampilan bregada dari masing-masing padukuhan.

Dari 18 padukuhan yang mengikuti seleksi, terpilih delapan padukuhan yang masuk babak final, yaitu Padukuhan Gedongan, Jombor Kidul, Jombor Lor, Kutu Dukuh, Kutu Asem, Gemawang, Purwosari, dan Blunyahgede.

Pada kesempatan itu, tim juri melakukan penilaian di Padukuhan Gemawang yang menjadi salah satu finalis. Ketua PKK Padukuhan Gemawang, Nila Nuryaningsih, menyampaikan bahwa persiapan menghadapi lomba telah dilakukan sejak Desember 2025.

“Kami mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari pengolahan limbah yang hasilnya dijual seharga per botol, budidaya ikan, hingga pemanfaatan pekarangan produktif untuk menambah pendapatan keluarga,” ungkapnya.

Berbagai inovasi yang dilakukan warga tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi juga meningkatkan ekonomi keluarga dan mewujudkan ketahanan pangan berbasis rumah tangga.

Melalui lomba ini, diharapkan semangat gotong royong, pelestarian lingkungan, serta kemandirian pangan keluarga semakin tumbuh di tengah masyarakat. Kegiatan itu pun menjadi wujud nyata peran perempuan dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera menuju Kalurahan Sinduadi yang semakin maju dan berdaya. (Edy – KIM Pijar Mlati)




Genjot Prestasi Atlet, Bupati Sleman Harda Kiswaya Dukung Penuh Pelantikan Pengurus Baru Askab PSSI

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman mempertegas komitmennya dalam memajukan industri olahraga daerah, khususnya di cabang olahraga sepak bola. Langkah nyata ini diwujudkan melalui dukungan langsung Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dalam acara Pelantikan Pengurus Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Sleman Masa Bakti 2026–2030. Agenda sakral penataan roda organisasi sepak bola di tingkat lokal tersebut diselenggarakan di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman pada Minggu (14/6/2026).

Fokus utama dari peristiwa pelantikan ini adalah penguatan komitmen lintas sektor guna membenahi tata kelola sepak bola dari hulu ke hilir. Kehadiran jajaran pemerintahan di tengah insan olahraga ini menjadi angin segar bagi upaya perbaikan iklim kompetisi lokal, percepatan regenerasi pemain muda, hingga penyediaan sarana prasarana penunjang yang representatif agar dapat bersaing di level nasional maupun internasional.

Dalam prosesi tersebut, Deny Ardianta resmi dilantik sebagai Ketua Askab PSSI Sleman Masa Bakti 2026–2030 oleh Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY, Dessy Arfianto. Sumpah jabatan juga diambil oleh jajaran pengurus baru Askab PSSI Sleman yang akan mendampingi jalannya roda organisasi selama satu periode ke depan.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menaruh harapan besar agar kepengurusan Askab PSSI periode baru ini dapat segera mengesahkan dan mengeksekusi program kerja strategis yang telah dirancang. Ia mengimbau pengurus untuk meruntuhkan sekat birokrasi dan membangun sinergi tanpa batas dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sleman serta instansi pemerintah terkait guna menggenjot prestasi sepak bola Bumi Sembada.

“Dengan kepengurusan saat ini kami berharap sinergi bersama seluruh pihak dapat mendukung kemajuan sepak bola di Kabupaten Sleman. Kami juga terbuka apabila ada dinamika dalam organisasi yang sulit diselesaikan, saya sebagai Bupati siap mengawal,” kata Harda Kiswaya secara tegas di podium sambutan.

Harda Kiswaya menambahkan bahwa pihaknya saat ini sedang bertekad penuh untuk merevitalisasi dan meningkatkan kualitas fasilitas olahraga, terutama kelaikan lapangan sepak bola di tingkat kapanewon hingga kalurahan agar sesuai dengan standar keselamatan nasional.

Apresiasi terhadap hubungan harmonis ini juga dilontarkan oleh Ketua Asprov PSSI DIY, Dessy Arfianto. Ia memuji komitmen proaktif Pemerintah Kabupaten Sleman yang dinilai sangat peduli terhadap ekosistem sepak bola. Dessy berharap Askab PSSI Sleman yang baru dilantik dapat fokus membenahi kompetisi usia dini guna memasok talenta-talenta lokal yang melimpah ke level yang lebih tinggi.

“Semoga sinergi ini dapat berbuah baik dan bisa diikuti oleh kabupaten dan kota lain, sekaligus melahirkan lebih banyak atlet yang bisa tembus dalam tim nasional Indonesia,” ujar Dessy Arfianto.

Menyambut tantangan besar tersebut, Ketua Askab PSSI Sleman terpilih, Deny Ardianta, menegaskan bahwa kepemimpinannya tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya loyalitas kerja dari seluruh jajaran pengurus. Ia mengajak manajemen klub-klub lokal, perangkat pertandingan, hingga elemen suporter fanatik Sleman untuk saling merangkul demi mewujudkan iklim kompetisi yang sehat, bersih, dan berprestasi.

“PSSI Sleman tidak bisa berjalan jika hanya mengandalkan ketua dan pengurusnya saja. Kita membutuhkan sinergi yang kuat dari seluruh elemen masyarakat untuk membawa sepak bola Sleman naik kelas,” tutur Deny Ardianta mengakhiri orasinya.




Tekan Kecanduan Gawai, Wakil Bupati Sleman Ajak Generasi Muda Rawat Karakter Lewat Permainan Tradisional

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan generasi muda dari dampak negatif ketergantungan gawai yang kian mengkhawatirkan. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, secara resmi membuka rangkaian kegiatan peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2026. Acara bertajuk Kumpul Bocah Srikandi #2 atau Sesarengan Kekancan lan Dadi Siji Forum Anak se-Kabupaten Sleman tersebut dipusatkan di Halaman Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman pada Sabtu (13/6/2026).

Fokus utama dari pergelaran ini adalah memulihkan ruang interaksi sosial anak-anak yang mulai hilang di era digital. Melalui metode pendekatan ruang terbuka, pemerintah daerah berupaya mengalihkan perhatian anak dari layar ponsel menuju aktivitas fisik berkelompok yang dinilai jauh lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral, melatih kedisiplinan, serta membentuk ketahanan mental yang kokoh.

Dalam arahannya, Danang Maharsa menyoroti fenomena sosial di mana anak-anak zaman sekarang cenderung mengisolasi diri di dalam rumah akibat terlalu fokus bermain telepon genggam. Menurutnya, jika situasi ini dibiarkan tanpa adanya intervensi pendidikan budi pekerti yang kuat, Indonesia terancam kehilangan generasi yang berkarakter kepemimpinan dan berani mengambil keputusan baik di masa depan.

“Anak-anak sekarang kegiatan di luar rumah seperti ini pasti berkurang, karena kebanyakan sekarang pegang HP. Oleh karena itu, pendidikan budi pekerti dan pembentukan karakter itu sekarang penting, karena anak-anak dituntut untuk berani melakukan sesuatu sesuai dengan keyakinannya,” ujar Danang Maharsa di hadapan puluhan anak yang hadir.

Ia juga mengingatkan bahwa tongkat estafet kepemimpinan bangsa dalam 10 hingga 15 tahun ke depan berada di pundak anak-anak yang hadir dalam forum tersebut. Kendati pemerintah dan orang tua memfasilitasi penuh seluruh sarana pendukung, kunci utama kesuksesan meraih cita-cita tetap kembali pada etos kerja keras dan ketekunan individu masing-masing anak sejak dini.

“Mau tidak kalian menjadi orang sukses? Mau tidak menjadi orang yang berhasil sesuai dengan cita-citanya? Itu tergantung kamu sendiri. Kalau kamu malas-malas dan tidak mau berusaha, tentu tidak akan berhasil. Semangat ya!” seru Danang Maharsa memotivasi seluruh peserta.

Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB Sleman, Novita Krisnaeni, menjelaskan bahwa agenda kali ini diikuti oleh 75 anak, yang terdiri dari 50 anak perwakilan Forum Anak Kapanewon dan 25 anak dari Forum Anak Kabupaten Sleman. Pihaknya sengaja mengemas acara dengan menyuntikkan aktivitas seni dan lomba permainan tradisional, seperti melukis topi caping bersama, guna memupuk rasa kebersamaan.

“Tujuan utama dari penyelenggaraan acara ini adalah untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak, memupuk solidaritas, serta menumbuhkan partisipasi anak dalam pembangunan sebagai Pelopor dan Pelapor,” jelas Novita Krisnaeni.

Rangkaian peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Kabupaten Sleman ini dipastikan akan bergulir secara maraton lewat aksi tematik di sejumlah lokasi berbeda. Klaster satu berupa Aksi Ceria atau Aksi Cerdas Identitas Anak dilaksanakan pada 15 Juni 2026 di SMP Negeri 2 Pakem Sleman. Selanjutnya, klaster tiga bertajuk Aksara atau Aksi Sadar Bahaya NAPZA digulirkan pada 20 Juni 2026 di Aula Kapanewon Moyudan, dan ditutup oleh klaster dua bertajuk Parental pada 27 Juni 2026 di Pendopo DPRD Kabupaten Sleman.