Mahasiswa Psikologi Mercu Buana dan UGM Lakukan Asesmen Permasalahan Masyarakat di Puskesmas Depok II

Sleman — Empat mahasiswa Program Studi Psikologi dari Universitas Mercu Buana dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar kegiatan asesmen pemetaan masalah sosial dan kesehatan masyarakat bersama para kader kesehatan di Aula Puskesmas Depok II, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (05/09/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari praktik profesi psikolog untuk mengidentifikasi dinamika persoalan warga secara langsung di lapangan.

Keempat mahasiswa yang terlibat dalam aksi kolaboratif tersebut adalah Fazrin Hendrata, Melda Parmayana Mukendar, Siti Ichlosatul Amaliah Ramadhani, dan Nasha Dalia. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berdialog interaktif dan menggali informasi komprehensif dari para kader kesehatan Puskesmas Depok II mengenai berbagai isu krusial yang ditemui saat mendampingi warga di tingkat tapak.

Berdasarkan hasil asesmen dan penggalian data lapangan, terungkap sejumlah persoalan dominan yang menjadi perhatian bersama, meliputi maraknya kenakalan remaja, kendala penyaluran bantuan sosial, pengelolaan sampah, hingga gangguan kesehatan mental masyarakat.

Salah seorang perwakilan mahasiswa, Fazrin Hendrata, menyampaikan bahwa keterlibatan kader kesehatan sangat menentukan akurasi pemetaan masalah karena peran mereka yang berhadapan langsung dengan dinamika harian warga.

“Kader kesehatan memiliki pemahaman mendalam mengenai kondisi riil masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami berupaya memahami akar penyebab hingga dampak dari setiap persoalan, sehingga alternatif intervensi psikologi dan solusi sosial yang kami rumuskan dapat tepat sasaran serta sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Fazrin Hendrata di sela-sela diskusi.

Melalui sinergi antara mahasiswa psikologi, kader kesehatan, dan pihak Puskesmas Depok II ini, hasil pemetaan masalah selanjutnya akan dijadikan bahan pertimbangan untuk merancang langkah penanganan lanjutan. Kolaborasi berkelanjutan ini diharapkan mampu mendukung terciptanya lingkungan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, serta memiliki kesejahteraan psikologis yang optimal. (Tri Suhartati/KIM Depok)




Lazismu PCM Berbah Salurkan Pakaian Pantas Pakai dan 411 Tangki Air Bersih ke Tepus

Sleman — Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah mengirimkan bantuan logistik berupa satu truk dan satu pikap pakaian pantas pakai serta donasi 411 tangki air bersih ke daerah terdampak kekeringan di Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan sosial yang diselenggarakan pada Sabtu (05/09/2026) ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Milad ke-114 Muhammadiyah.

Bantuan logistik pakaian diserahkan secara simbolis dan diterima langsung oleh sesepuh PCM Tepus, Suradal, di Puleireng, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus, Gunungkidul. Pengiriman pakaian pantas pakai sengaja dilakukan satu minggu lebih awal sebelum penyerahan armada tangki air bersih agar tim di lokasi dapat memilah dan mengemas bantuan secara rapi.

Ketua Panitia Donasi Air Bersih dan Pakaian Pantas Pakai Lazismu PCM Berbah, Purnomo Widodo, menjelaskan bahwa penataan logistik lebih awal ini bertujuan menjaga ketertiban saat acara puncak penyerahan bantuan yang dibersamai dengan pengajian akbar.

“Penyerahan bantuan donasi air bersih dan pakaian pantas pakai yang digalang oleh Lazismu PCM Berbah akan diserahkan secara resmi kepada PCM Kapanewon Tepus pada Ahad (13/09/2026). Semoga bantuan tersebut memberikan kemanfaatan serta bisa mengurangi dampak bencana kekeringan yang sedang melanda di sebagian wilayah Gunungkidul,” ujar Purnomo Widodo di sela-sela pelepasan armada.

Purnomo menambahkan bahwa pengelolaan serta teknis pembagian 411 tangki air bersih selanjutnya diserahkan sepenuhnya kepada jajaran PCM Kapanewon Tepus yang lebih memahami pemetaan wilayah dan kebutuhan warga setempat.

Sementara itu, sesepuh PCM Kapanewon Tepus, Suradal, mengapresiasi keperdulian serta solidaritas yang ditunjukkan warga Muhammadiyah Kapanewon Berbah terhadap penanganan krisis air bersih di wilayahnya.

“Bantuan tersebut akan sangat bermanfaat bagi warga yang terdampak bencana kekeringan. Semoga semua kedermawanan ini mendapatkan pahala yang setimpal,” ungkap Suradal.

Melalui aksi kemanusiaan terpadu ini, Lazismu PCM Berbah berharap kolaborasi antar-cabang Muhammadiyah dapat mempercepat penanganan dampak kekeringan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga di Daerah Istimewa Yogyakarta. (Kusnadi/KIM Berbah)




Silaturahmi Komunitas Literasi di Kasuran Jadi Kelas Menulis Biografi

Sleman — Bertempat di kediaman novelis Budi Sarjono yang berlokasi di Padukuhan Kasuran, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, sejumlah pegiat literasi karya tulis menggelar ajang silaturahmi yang berkembang menjadi ruang belajar menulis pada Minggu (06/09/2026). Pertemuan yang diawali secara spontan ini dimanfaatkan para peserta untuk menimba ilmu penulisan karya sastra biografi.

Kegiatan silaturahmi tersebut dihadiri oleh sejumlah penggiat literasi lokal, di antaranya Agus Suprihono, Achyadi, Naning, Ngatilah, Maria Widi, Nursiyah, dan Sugiyanto. Momentum berkumpulnya komunitas ini menjadi kesempatan berharga mengingat intensitas pertemuan antar-pegiat sempat berkurang dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam kesempatan tersebut, novelis Budi Sarjono membagikan teknik dan pemahaman mendalam mengenai penyusunan novel pendek (novelet) berbasis biografi tokoh. Pria yang akrab disapa Budsar ini menekankan pentingnya akurasi sejarah dan daya pikat narasi dalam penulisan kisah hidup seseorang.

“Biografi merupakan karya tulis atau sastra yang berisi riwayat atau kisah hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Penulisan biografi harus berisi fakta dan kisah nyata tokoh, disajikan dalam bentuk narasi, serta memuat peristiwa penting dari riwayat pendidikan, karier, hingga penghargaan,” jelas Budi Sarjono di hadapan para peserta.

Ia menguraikan bahwa penulisan biografi secara terstruktur terdiri dari bagian orientasi sebagai pengenalan identitas, kronologi peristiwa penting yang dialami tokoh, serta reorientasi yang memuat penutup dan pandangan penulis. Menurutnya, karya biografi memiliki fungsi penting dalam mendokumentasikan kontribusi sejarah seorang tokoh sekaligus memberikan inspirasi bagi pembaca.

Budi Sarjono juga menambahkan bahwa pengolahan biografi ke dalam bentuk novelet memungkinkan masuknya unsur dramatisasi fiksi agar cerita menjadi lebih menarik, dengan syarat tetap memperoleh persetujuan dari tokoh bersangkutan. Melalui ajang “sinau bareng” ini, para pegiat literasi di Kabupaten Sleman diharapkan dapat semakin produktif mendokumentasikan rekam jejak para tokoh lokal ke dalam karya sastra yang berkualitas. (Giek/KIM Moyudan)




Cegah KDRT dari Rumah, TP PKK Margorejo Bekali Kader Kenali Tanda Kekerasan

Sleman — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kalurahan Margorejo menyelenggarakan pembinaan pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) bagi para kader di Ruang Rapat Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pada Minggu (06/09/2026). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat deteksi dini serta pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan fisik maupun nonfisik di lingkungan keluarga.

Kegiatan rutin bulanan tersebut diprakarsai oleh Pokja I TP PKK Margorejo dengan mengusung tema “Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga – Mewujudkan Keluarga Harmonis Bebas Kekerasan Berbasis Masyarakat”. Acara menghadirkan narasumber Esti Agustini serta dihadiri oleh Ketua TP PKK Kalurahan Margorejo Maryana Abdulazis dan Ketua Pokja I Haniroh Astuti.

Dalam pemaparannya yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT, narasumber Esti Agustini menegaskan bahwa KDRT tidak hanya sebatas penganiayaan fisik, melainkan mencakup kekerasan psikis seperti bentakan dan ancaman, kekerasan seksual, hingga penelantaran rumah tangga. Faktor pemicunya pun beragam, mulai dari tekanan ekonomi, komunikasi yang buruk, hingga dampak kecanduan judi daring.

“KDRT adalah setiap perbuatan yang menimbulkan kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga, termasuk ancaman, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum. Pencegahan KDRT bukan sekadar urusan domestik orang lain, melainkan tanggung jawab sosial bersama. Rumah tangga seharusnya menjadi tempat paling aman, nyaman, dan penuh kasih sayang,” ujar Esti Agustini di hadapan para kader.

Ia menambahkan bahwa kader Dasawisma Pokja I memiliki peran kunci untuk peka terhadap perubahan perilaku warga di lingkungannya, sekaligus mengarahkan korban agar mendapatkan pendampingan atau mengakses layanan darurat seperti SAPA 129 Kementerian PPPA maupun layanan kepolisian 110.

Melalui pembinaan bertahap dari Pokja I hingga Pokja IV ini, TP PKK Kalurahan Margorejo berharap para kader dapat meneruskan edukasi ketahanan keluarga secara langsung kepada masyarakat luas guna menciptakan lingkungan rumah tangga yang harmonis dan bebas kekerasan. (SBD)




Pasar Jadul Embung Mororejo Hidupkan Lagi Jajanan Tradisional dan UMKM

Sleman — Kawasan Embung Mororejo di Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, diramaikan oleh kehangatan aroma kuliner nusantara melalui gelaran Pasar Jadul Mororejo pada Minggu (06/09/2026) pagi. Diisiasi oleh Forum UMKM setempat, perhelatan yang mengusung konsep back to vintage ini dijadwalkan berlangsung rutin setiap Minggu pertama tiap bulannya guna melestarikan pangan lokal sekaligus menggerakkan ekonomi warga.

Seusai mengikuti senam massal di area embung, ratusan pengunjung dari berbagai tingkatan usia tampak memadati deretan lapak pedagang. Beragam kudapan tradisional seperti klepon, jenang, lemper, nagasari, kue cucur, wajik, hingga lumpia tersaji hangat dan menjadi daya tarik utama bagi warga yang ingin bernostalgia sekaligus menikmati suasana akhir pekan bersama keluarga.

Lurah Mororejo, Jaka Ristanta, mengapresiasi inovasi pengemasan tradisi lokal tersebut sebagai langkah efektif dalam membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa.

“Dengan konsep tradisi lokal dan jajanan jadul ternyata bisa dikemas secara seru dan relevan. Semoga kegiatan ini dapat membangkitkan roda perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah Mororejo,” ujar Jaka Ristanta sembari bertransaksi di lapak pedagang.

Kesan positif turut disampaikan oleh salah seorang pengunjung asal Dusun Kemiri, Margorejo, Wijiyanto. Pihaknya menilai perpaduan antara olahraga ringan dan Pasar Jadul memberi nilai tambah tersendiri bagi kawasan Embung Mororejo.

“Bagus konsepnya. Kalau saya memang rutin olahraga jalan kaki dan senam, dan ini saya sengaja berkunjung ke Pasar Jadul Embung Mororejo,” tutur Wijiyanto.

Melalui keberlanjutan program Pasar Jadul ini, Pemerintah Kalurahan Mororejo dan Forum UMKM Tempel berharap jajanan tradisional tidak sekadar menjadi kenangan masa lalu, melainkan terus eksis, digemari generasi muda, serta menjadi penopang kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal. (SBD/KIM Tempel)