Pisah Sambut Panewu Moyudan: Kolaborasi Jadi Kunci Pembangunan Wilayah

Sleman – Pendapa Kapanewon Moyudan menjadi saksi estafet kepemimpinan dalam acara pisah sambut Panewu lama dan baru yang digelar pada Selasa (9/6/2026). Agung Dwi Maryoto resmi berpamitan setelah satu tahun menjabat sebagai Panewu Moyudan. Ia kini mengemban amanah sebagai Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman.
Tongkat estafet kepemimpinan diserahkan kepada Muhammad Arif Rahman, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik Dinas Kominfo Sleman.
Dalam sambutannya, Agung mengaku masih memiliki keterbatasan dalam masa tugasnya. Namun, ia menegaskan telah berupaya maksimal melalui kolaborasi dengan delapan perguruan tinggi di Yogyakarta dalam upaya pemberdayaan masyarakat.
Hasilnya, angka stunting di Moyudan berhasil turun menjadi 3,8 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata Kabupaten Sleman sebesar 4,5 persen. Di sektor pengelolaan sampah, ia juga menggandeng Pokja 3 PKK, Petugas Pendamping Pengelola Sampah (P3S), serta Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta.
“Kolaborasi menjadi kunci utama kami,” ujarnya.
Di samping itu, ada dua program unggulan selama masa kepemimpinannya yakni rencana graduasi 65 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH pada Agustus 2026, serta peluncuran layanan MATA BERLIAN (Mari Kita Bersama Lindungi Anak dan Perempuan) sebagai sarana pelaporan dan perlindungan masyarakat.
“Harapan saya, di bawah kepemimpinan Pak Arif, Moyudan semakin maju dan masyarakatnya semakin berdaya,” pungkasnya.
Sementara itu, Muhammad Arif Rahman resmi menjabat Panewu Moyudan sejak 2 Juni 2026. Ia menyampaikan bahwa amanah yang diembannya cukup besar dan membutuhkan dukungan semua pihak.
“Amanah dari Bupati dan Pemkab Sleman ini berat. Tanpa dukungan Bapak/Ibu Lurah, Kapolsek, Danramil, serta seluruh warga, saya tidak berarti apa-apa. Dengan Bismillah, saya berupaya melanjutkan. Mungkin ada perbedaan gaya, tetapi tujuannya tetap sama, yakni Moyudan yang lebih baik,” katanya.
Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Agung Darmawan, turut mengapresiasi dedikasi Panewu sebelumnya. Ia juga menyampaikan tiga harapan kepada Panewu baru, yakni memperkuat Kapanewon yang agamis, menguatkan sektor agraris, serta mengembangkan potensi lokal.
“Moyudan dikenal sebagai wilayah religius, sehingga diharapkan masjid-masjid semakin ramai, terutama oleh generasi muda. Selain itu, hamparan sawah yang luas harus menjadi penopang ekonomi warga. Potensi wisata dan UMKM, termasuk lurik Moyudan, juga perlu terus dikembangkan agar mampu menembus pasar nasional bahkan internasional,” pungkasnya. (Giek / KIM Moyudan)



